Tanggapi Kajian PBNU, Edhy Prabowo: Ijin Justru untuk Menekan Eksport Ilegal

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan memprioritaskan benih lobster untuk dibudidayakan.
"Eksport itu bukan tujuan yang utama, tujuan utamanya budidaya. Tapi kan ada kemampuan budidaya kita yang masih terbatas, dan ada pasar diluar," kata Edhy saat berkunjung ke Bali, Rabu (12/8).
Pernyataan itu disampaikan merespons keputusan Lembaga Bahtsul Masail PBNU yang meminta untuk menghentikan ekspor benur lobster. Edhy berujar, proses ekspor benih lobster sebenarnya sudah terjadi sejak lama dan berlangsung secara ilegal.
" Mencegah proses ekspor ilegal yang tak bernilai itu, pihaknya memilih untuk mengambil kebijakan ekspor agar rakyat tak terus menerus ditekan," tegasnya.
Meski begitu, pihak KKP, kata Edhy tetap menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk dari PBNU. "Kita terima masukannya, kita sikapi, karena yang meraka putuskan itu kita ingin tahu dasarnya apa dan darimana latar belakangnya. Yang jelas kamu menghormati semua masukan yang ada," jelasnya.
Disinggung mengenai akan ada pembatalan ekspor benih lobster setelah ada kritik dari PBNU, Edhy kembali menegaskan pihaknya akan melihat dasar dan pertimbangan masukannya seperti apa. "Dan saya sudah ketemu PBNU dan saya sudah sampaikan kondisinya gini, itu kan baru keputusan Bahtsul Masail belum keputusan PBNU," tutur Edhy. (Kanalbali/ACH)
