Konten Media Partner

Temuan Tengkorak WN Spanyol di Bali, Ahli Forensik: Tak Ada Tanda Kekerasan

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Temuan tengkorak WN Spanyol di Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Temuan tengkorak WN Spanyol di Bali - IST

DENPASAR, kanalbali.com- Pakar forensik dari RSUP Sanglah Ida Bagus Putu Alit DMF SpF, mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada kerangka warga Spanyol Mario Lobet Esteban yang ditemukan di Bali.

Menurutnya setelah dilakukan pemeriksaan forensik kerangka tersebut masih lengkap dan telah mengalami proses mumifikasi atau penguapan cairan di jaringan tubuh terjadi di beberapa bagian WN Spanyol itu.

"Jaringan lunak mengalami proses mumifikasi pada kepala bagian belakang, pundak kiri, anggota gerak atas kiri, anggota gerak bawah kiri dan anggota gerak bawah kanan. Tidak ada tanda kekerasan pada rangka," ujar dr. Alit saat dikonfirmasi Selasa (15/3).

Dari arsitektur tulang, tulang tengkorak dan tulang panggung, rangka berjenis kelamin laki-laki. Kemudian sefalik indeks menunjukkan ras kaukasia (eropa- Amerika).

embed from external kumparan

"Dari penulangan tulang tengkorak dan gigi berusia antara 50 tahun sd 70 tahun dan perkiraan tinggi 176,2 cm sampai dengan 182 cm," imbuh dr. Alit.

Walau demikian dr. Alit enggan membeberkan perkiraan kapan Mario Lobet Esteban menghembuskan nafas terakhir. Tapi dia membeberkan sinyal bahwa proses mumifikasi akan terjadi setelah 3 bulan.

"Jenazah menjadi rangka dan mumifikasi setelah 3 bulan dilihat dari masa tulang. Teknik identifikasi berdasarkan data medis dan data lain yang akan dikoordinasikan dengan penyidik," ujar dr. Alit.

Seperti diberitakan sebelumnya Warga Spanyol, Mario Lobet Esteban ditemukan dalam kondisi sudah berupa tengkorak pada Minggu (13/3) di kediamannya Wisma Nusa Permai Blok D/49, Nusa Dua, Bali. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh anak angkatnya Anang Firdaus.

Dari keterangan yang dihimpun dari warga sekitar sudah 6 tahun Mario tidak terlihat. Mereka menduga Mario telah pulang ke negaranya. Selain menggali keterangan dari saksi-saksi, polisi juga melakukan olah TKP.

Dia diketahui tinggal di tempat ini sejak tahun 1998 dengan mengontrak rumah milik Alit Suteja, dan selama hidupnya korban tinggal seorang diri. (KanalBali/ROB)