Konten Media Partner

Terus Diintimidasi, People's Water Forum di Bali Tak Bisa Berlangsung

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Spanduk penolakan yang dipasang pihak Ormas - IST
zoom-in-whitePerbesar
Spanduk penolakan yang dipasang pihak Ormas - IST

DENPASAR, kanalbali.com - Forum Air untuk Rakyat atau People Water (PWF) di Denpasar tak bisa berlangsung mulus. Gara-garanya ratusan massa melakukan intimidasi di area hotel dan bahkan mengalhangi peserta yang akan masuk.

Wartawan dan pembicara pun tak bisa memasuki lokasi acara. Padahal kehadiran mereka sudah diagendakan antara lain anggota Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi I Dewa Gede Palguna. Begitu pun dengan peserta dari lembaga internasional.

I Dewa Gede Palguna - IST

Petugas satpol PP Bali sempat menjembatani mediasi pihak Ormas dengan panitia. Namun pada ujungnya tidak ditemukan kata sepakat. Karena pihak Ormas tetap meminta acara dihentikan atau ditunda setelah selesainya WWF.

kumparan post embed

"Padahal kemarin ada kesepakatan bahwa acara tetap berlangsung dan pihak Ormas bisa terlibat secara perwakilan," kata salah-satu panitia.

Sementara dari pihak Ormas bersikeras acara itu mengganggu acara World Water Forum (WWF). Mereka mengkaitkan hal itu dengan adanya imbauan Pj Gubernur Bali bahwa warga Bali selama berlangsungnya WWF harus ikut menjaga keamanan.

Mediasi panitia PWF dengan Ormas dimediasi Satpol PP Bali - IST

Di sisi lain, pihak Satpol PP pun tak bisa memberi jaminan keamanan apabila situasi terus meruncing.

Puluhan peserta saat ini masih tertahan di area hotel menunggu perkembangan. Terhadap situasi itu, koordinator lokal acara Roberto Hutabarat menyatakan kecamannya terhadap tindakan intimidasi.

"Kita disini ingin membicarakan hak warga untuk keadilan atas air, tapi malah menghadapi represi yang berlebihan," tegasnya. PWF mestinya berlangsung dari tanggal 20-23 Mei mendatang.

( kanalbali/RFH)