Konten Media Partner

Uji Coba Berhasil, Bali Bakal Stop Impor Benih Bunga Gemitir dari Thailand

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi - penanaman bungan gemitir di Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi - penanaman bungan gemitir di Bali - IST

DENPASAR, kanalbali.com - Uji coba penamaan benih bunga gemitir asli Bali yang diberi nama "Bunga Gemitir Bali Sudamala," telah dinyatakan berhasil. Karena itu Gubernur Bali Wayan Koster berniat menghentikan impor benih bunga itu dari Thailand.

"Dari hasil riset di tahun 2019 akhirnya ujicoba penyemaian atau proses bibit tanam gemitir asli Bali berhasil dan telah dilakukan penanaman sejak tahun 2020 lalu," katanya saat sidang Paripurna ke-31 di Kantor DPRD Bali, Kamis (20/7).

kumparan post embed

"Setiap tahun, bunga gemitir memerlukan benih dari asosiasi penyemai di Bali, ada 15 penyemai bunga gemitir di Bali, itu dibutuhkan kira-kira 200 sampai 300 kilo gram benih. Nilainya, sekitar Rp 30 milliar per tahun, dan ternyata benih ini diimpor dari Thailand," imbuhnya.

Benih bunga gemitir dari Thailand sekali panen langsung mati sehingga petani harus kembali membeli benih impor tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampikan keberhasilan pembenihan bunga gemitir - Humas Pemprov Bali

Pihaknya kemudian memanggil peneliti dari Universitas Udayana yang bekerjasama dengan Institusi Pertanian Bogor (IPB) untuk mengembangkan benih baru bunga gemitir Bali. Lalu, diujicoba atau di tanam di Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, dan akhirnya berhasil.

Jumlah perdagangan bunga gemitir di Pulau Dewata mencapai Rp 200 miliar per tahun. Hal itu, untuk keperluan upacara keagamaan di Bali dan juga untuk taman dan pertanian serta lainnya.

BACA JUGA: 4 Warga Negara Jepang Jalani Sidang Pewarganegaraan Jadi WNI

"Jumlah perdagangan gemitir di Bali itu mencapai Rp 200 miliar. Itu untuk keperluan upacara, taman dan sebagainya. Saya kira, kalau ini kita biarkan terus, kita selamanya akan bergantung kepada benih dari luar dan yang akan menikmati nilai ekonominya bukan kita. Karena itulah saya menugaskan peneliti dan berhasil," ujarnya.

Bali memiliki lima jenis warna yaitu merah, putih, emas, kuning dan oranye. Tetapi khusus untuk warna emas dan oranye memiliki dua jenis perbedaan di kelopaknya sehingga ada total ada 7 jenis.

"Kelopaknya beda-beda, yang oranye ada dua jenis, yang emas ada dua jenis, yang kuning ada satu jenis, yang putih dan merah ada satu jenis. Jadi total ada tujuh jenis benih gemitir Bali Sudamala. Ini yang harus menjadi perhatian, jangan hal-hal begini ternyata kita impor dari luar," ujarnya.

Benih bunga gemitir asli Bali kedepannya akan diperluas penanamannya ke seluruh Pulau Bali dan pihaknya sudah meminta Kepala Dinas Pertanian untuk melakukan hal tersebut.

Bunga gemitir asli Bali diberi nama Sudamala yang inspirasinya dari tim budaya adat dan agama di Pulau Dewata.

"Bayangkan Rp 30 miliar per tahun, itu baru dari asosiasi, belum yang langsung (pembelian) melalui orang per orang mungkin itu bisa lebih besar lagi nilai impor yang dipakai di Bali ini. Perdagangannya per tahun mencapai Rp 200 miliar gemitir ini melalui asosiasi dan (belum) perdagangan secara langsung," ujarnya.

Gubernur Koster, menyatakan untuk rencana menstop benih bunga gemitir dari Thailand sekitar tiga tahun lagi. Karena, ini masih tahapan ujicoba dan kemungkinan tiga tahun lagi setelah masif penanaman bunga gemitir di Bali akan distop impor benih dari Thailand. (kanalbali/KAD)