Konten Media Partner

Valentine Day Bukan Budaya Bali, Koster Luncurkan Hari Tresna Asih

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Bali Wayan Koster saat peluncuran Hari Tresna Asih yang diharap menjadi pengganti Valentine Day - ROB
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bali Wayan Koster saat peluncuran Hari Tresna Asih yang diharap menjadi pengganti Valentine Day - ROB

DENPASAR, kanalbali.com - Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang yang sering dirayakan tiap tanggal 14 Februari bukan merupakan adat dan budaya Bali. Karena itu, dia mencanangkan Rahina (Hari) Tumpek Krulut atau Hari Tresna Asih.

Ia menyampaikan hal itu dalam jumpa pers pada Selasa (8/1) di Denpasar. "Ini sifatnya imbauan, kalau punya cara merayakan sesuai budaya Bali kenapa harus pakai budaya orang lain," kata Koster.

Pencanangan program ini sendiri telah dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang tata titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan nilai - nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru.

embed from external kumparan

Sesuai kalender Bali, Rahina Tumpek krulut jatuh pada hari Saniscara Kliwon, Krulut. Untuk tahun 2022 akan jatuh pada Sabtu, 23 Juli 2022. "Pada saat Rahina Tumpek Krulut, seluruh masyarakat Bali dihimbau agar melaksanakan perayaan secara niskala (spiritual) dan skala (fisik)," ucap Koster.

Memperkuat Budaya Bali

Adanya berbagai perayaan itu, menurut Koster, merupakan upaya memperkuat budaya Bali di tengah terpaan globalisasi. Selain Tumpek Krulut, Pemprov Bali juga akan melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Wayang, Tumpek Landep, Tumpek Wariga, dan Tumpek Kuningan.

Koster berharap Perayaan Rahina Tumpek (perayaan hari kelahiran/kejadian) dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga menjadi laku hidup atau lifestyle masyarakat Bali. (KanalBali/ROB)