Konten Media Partner

WALHI Bali Tantang Gubernur Koster Adu Data Soal Lahan Jalan Tol

Kanal Baliverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur WALHI Bali Made "Bokis" Krisna Dinata saat memberi keterangan pers, Kamis (17/3) - ROB
zoom-in-whitePerbesar
Direktur WALHI Bali Made "Bokis" Krisna Dinata saat memberi keterangan pers, Kamis (17/3) - ROB

DENPASAR, kanalbali.id - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali menantang Gubernur Bali Wayan Koster untuk buka-bukaan soal lahan yang diperlukan untuk pembangunan jalan tol Gilimanuk- enpasar.

Berdasarkan data yang dihimpun WALHI, lahan pertanian yang terdampak adalah seluas 1.300 hektar untuk proyek ini. Angka ini lalu dibantah Koster dengan menyebut luasan lahan yang terdampak jalan tol tak sebanyak itu dan hanya 1.100 hektar.

"Kami juga mempertanyakan, klaim Gubernur bahwa sebagian besar lahan yang digunakan adalah lahan tidak produktif," kata Direktur WALHI Bali Made "Bokis" Krisna Dinata saat memberi keterangan pers, Kamis (17/3).

embed from external kumparan

Karena itu WALHI memeberikan waktu 3 x 24 jam pada Gubernur Koster untuk menunjukan data yang menjelaskan bahwa lahan tersebut adalah tidak produktif atau lahan kering. "Jika tidak bisa menunjuk data tersebut, maka kami menilai Gubernur tidak bisa mempertanggung jawabkan pernyataannya dan menyebarkan informasi yang keliru," kata Bokis.

Dari data yang dihimpun WALHI dan citra satelit, setidaknya 480 hektar lahan sawah yang terdampak jalan tol. Beberapa titik yang jelas-jelas akan menghilangkan lahan persawahan di antaranya exit tol di Werdi Bhuwana, Mengwi, Badung serta simpang susun di desa Kaliakah dan Soka.

"Waktu cek lokasi rata-rata ketemunya sawah. Ketika (gubernur) berstatement kurang produktif kami bingung, di mananya kurang produktif," tambah Bokis.

Sebelumnya WALHI juga telah mempublikasikan bahwa dalam pembangunan tol Gilimanuk-Denpasar akan menerabas lahan dengan kualifikasi beragam. Yaitu kebun rakyat (488,13 Ha), Sawah irigasi (188,13 Ha), Kawasan Hutan lindung Bali barat (75,14 Ha), Kebun milik pemprov Bali (49,6 Ha), dan Taman Nasional Bali Barat (30,36 Ha).

Data dari Pusat Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali Nusra menjelaskan bahwa trase jalan tol Gilimanuk-Mengwi, tersebut melewati lahan pertanian dengan kualifikasi jasa lingkungan sedang hingga tinggi. Luasan tertinggi adalah di Kabupaten Tabanan.

"Subak semakin hari makin kecil padahal visi misi koster soal kemandirian pangan, jelas-jelas dengan pembangunan jaln tol sudah menerobos visi misinya sendiri," ucap Bokis.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur I Wayan Koster telah menanggapi pernyataan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali terkait proyek jalan tol Denpasar-Gilimanuk. Ia mengaku tak terlalu mempersoalkannya.

"WALHI khan memang tugasnya begitu (mengkritisi-red), tapi saya juga punya tugas membangun pusat perekonomian masyarakat," ujar saat jumpa pers di Gedung Jayasabha, Denpasar pada Selasa (15/3).

(KanalBali/ROB)