Konten dari Pengguna

Kelompok 78 FBD UB Mengadakan Festival Lentera Sosial Budaya

Karimah Syifa Aulia

Karimah Syifa Aulia

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Karimah Syifa Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak-anak dari Dusun Tulungrejo, Desa Tamansatriyan sedang melakukan budaya Jaranan pada Festival Lentera Sosial Budaya. Sumber: dokumen pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak dari Dusun Tulungrejo, Desa Tamansatriyan sedang melakukan budaya Jaranan pada Festival Lentera Sosial Budaya. Sumber: dokumen pribadi.

Kelompok 78 FISIP-FIB Bangun Desa Universitas Brawijaya (FBD UB) mengadakan Festival Lentera Sosial Budaya di Dusun Tulungrejo, Desa Tamansatriyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Kelompok 78 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam program Bangun Desa (FBD UB) menggelar acara bertajuk Festival Lentera Sosial Budaya di Dusun Tulungrejo, Desa Tamansatriyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Festival ini bertujuan untuk meningkatkan literasi, kreativitas, serta kesadaran budaya di kalangan siswa sekolah dasar.

Dalam rangkaian festival ini, diadakan tiga perlombaan yang ditujukan untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN 3 Tamansatriyan, yakni lomba membuat komik, lomba menulis dan membaca puisi, serta lomba cerdas cermat. Sebelum perlombaan dimulai, para anggota Kelompok 78 memberikan bimbingan tambahan untuk memastikan para siswa siap berpartisipasi secara optimal.

Bimbingan tambahan pada peserta didik sebelum perlombaan, salah satu rangkaian festival dimulai. Sumber: dokumen pribadi.

Penanggung jawab lomba membuat komik, Ken Jatuning Agarani Hutomo, mengungkapkan bahwa kemampuan siswa dalam membuat komik sudah cukup baik. "Imajinasi mereka sangat beragam, dengan beberapa siswa menciptakan cerita yang didasarkan pada situasi di sekitar mereka, sementara yang lain membuat cerita dengan karakter dan latar yang unik," jelas Ken. Ia juga mencatat bahwa semangat dan minat siswa dalam menyusun cerita sangat tinggi.

Kegiatan perlombaan dimana peserta didik membaca puisi yang mereka buat. Sumber: dokumen pribadi.

Di sisi lain, antusiasme yang serupa juga terlihat dalam lomba menulis dan membaca puisi. Ryan Eky Pratama Putra, yang bertanggung jawab atas lomba ini, mengatakan bahwa kemampuan siswa dalam menulis dan membaca puisi bervariasi tergantung pada usia dan pengalaman mereka. "Meskipun keterampilan teknis dan pemahaman mereka masih dalam proses pengembangan, potensi kreativitas dan ekspresi diri anak-anak ini sangat menjanjikan," ujarnya.

Peserta didik melakukan kegiatan cerdas cermat. Sumber: dokumen pribadi.

Lomba cerdas cermat juga diikuti dengan semangat tinggi oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN 3 Tamansatriyan. Abyan Tsany Widyadhana, Koordinator Divisi Acara, menekankan bahwa meskipun ada beberapa siswa yang masih perlu meningkatkan kemampuan mereka, antusiasme untuk belajar dan berprogres sangat terasa. "Kami melihat bagaimana anak-anak ini berusaha untuk terus berkembang sejak mengikuti pembelajaran bersama kami hingga mereka berpartisipasi dalam lomba," jelasnya.

Sebagai penutup rangkaian lomba, Kelompok 78 FBD UB mengadakan pentas seni yang menampilkan tarian tradisional oleh anak-anak setempat serta persembahan dari anggota kelompok. Andhika Yuwastika Putra Sidhi, Koordinator Desa Kelompok 78 FBD UB, menekankan pentingnya acara ini tidak hanya sebagai program kerja, tetapi juga sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. "Kami berharap penampilan tari-tarian ini dapat meningkatkan kesadaran budaya di kalangan anak-anak Dusun Tulungrejo," kata Andhika.

Anak-anak SDN 3 Tamansatriyan menari dalam kegiatan Festival Lentera Sosial Budaya. Sumber: dokumen pribadi.

Dalam proses persiapan festival, Kelompok 78 FBD UB menghadapi tantangan dalam menemukan lokasi yang tepat. Namun, berkat bantuan Kepala Dusun Tulungrejo, Jianto, yang dengan sigap mencari tempat alternatif dalam waktu semalam, festival bisa berjalan lancar. "Kepala dusun dan warga setempat sangat berperan penting dalam kesuksesan acara ini. Mereka membantu menyediakan panggung, tenda, kursi, lampu, dan tempat bantengan secara gratis. Acara kami tidak akan berhasil tanpa dukungan mereka serta kerja keras dari setiap anggota kelompok," ujar Qonita Azkiyyah, Wakil Koordinator Desa Kelompok 78 FBD UB.

Puncak Festival Lentera Sosial Budaya yang digelar pada Minggu, 4 Agustus 2024, berhasil menyatukan warga setempat dengan anggota Kelompok 78 FBD UB melalui kolaborasi yang solid. Acara ini menjadi penutup dari rangkaian program kerja Kelompok 78, yang diharapkan memberikan kesan mendalam dan kenangan baik bagi warga terkait kehadiran dan kontribusi mereka di Dusun Tulungrejo, Desa Tamansatriyan.

Warga Dusun Tulungrejo, Desa Tamansatriyan bergotong royong membuat panggung untuk festival. Sumber: dokumen pribadi.

“Kepala dusun kami sangat peduli dan berjasa untuk mencari tempat pengganti hanya dengan waktu semalam. Tempat tersebut juga sudah dibersihkan. Selain itu, para warga juga membantu untuk menyediakan panggung, tenda, kursi, lampu, dan tempat bantengan yang gratis. Acara kami tidak akan berhasil tanpa bantuan dan kemurahan hati warga, serta kerja keras tiap anggota kelompok” ujar Wakil Koordinator Desa Kelompok 78 FBD UB Qonita Azkiyyah.

Rangkaian puncak Festival Lentera Sosial Budaya pun berhasil dilaksanakan pada Minggu (4/8/2024). Acara tersebut sukses menyatukan warga setempat dengan para anggota Kelompok 78 FBD UB melalui kerja sama yang mereka jalin.

Kegiatan tersebut merupakan program kerja penutup dari Kelompok 78 FBD UB. Festival Lentera Sosial Budaya diharapkan dapat memberikan kesan dan kenangan yang baik bagi para warga terkait kehadiran dan kontribusi Kelompok 78 FBD UB di Dusun Tulungrejo, Desa Tamansatriyan.