Konten Media Partner

Fakta-Fakta Menarik Soal CEO GoPro, Nick Woodman

Karjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hasil jepretan foto dari kamera GoPro | Photo by @gopro on Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Hasil jepretan foto dari kamera GoPro | Photo by @gopro on Instagram

Mendengar kata GoPro tentu Sobat Entrepreneurs langsung mengingat sebuah produk action camera terkenal di dunia. Tahukah kalian, siapa CEO (Chief Executive Officer) jenius yang meluncurkan produk ini?

Dialah Nicholas D. Woodman atau akrab disebut Nick Woodman. Sobat Entrepreneurs penasaran nggak sih fakta-fakta apa aja terkait oleh CEO yang satu ini? dan bagaimana dia bisa meraih sukses?

Yuk, simak fakta-fakta menarik di bawah ini.

  1. Orang terkaya nomor 73 Richest in Tech versi Forbes pada tahun 2013

Ilustrasi orang terkaya | Photo from unsplash.com

Sobat Entrepreneurs, ternyata Nick Woodman pernah dinobatkan sebagai Youngest Billionaires Forbes 400. Dengan total kekayaan saat itu yaitu USD 1,3 miliar dan berusia 38 tahun sukses mengantar Nick menjadi orang terkaya nomor 7 di dunia.

  1. Pernah membentuk dua bisnis namun gagal

Ilustrasi gagal | Photo from unsplash.com

Siapa sangka jika ternyata sebagai seorang CEO, Nick pernah mengalami kegagalan sebanyak dua kali dalam membangun bisnis. Bisnis pertama yang didirikan adalah sebuah situs online bernama empowerall.com yang menjual beragam produk elektronik dimana

Ia hanya mengambil keuntungan sebesar USD 2 per barangnya. Namun belum setahun bisnis ini sudah gulung tikar karena mengalami banyak kerugian.

Bisnis kedua adalah perusahaan game bernama FunBug. Awalnya semua berjalan lancar bahkan bisnis ini sempat mendapatkan investasi yang lumayan besar. Namun, bisnis tersebut juga mengalami kebangkrutan tanpa sebab yang jelas.

  1. Ide Gopro muncul saat berlibur di Indonesia

Ilustrasi ide | Photo from unsplash.com

Nick memiliki hobi berselancar. Pada saat mengalami kebangkrutan karena bisnis game-nya, Ia memilih untuk berlibur di Indonesia tepatnya di Bali selama 5 bulan. Ia sangat ingin memiliki sebuah kamera dimana kamera tersebut bisa merekam aktivitasnya saat berselancar.

Kemudian terciptalah sebuah ide untuk membuat sabuk kamera, dari Bali ia membeli ratusan sabuk untuk dibawa pulang ke negara asalnya, Amerika dan mulai memodifikasi sabuk tersebut.

Menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menciptakan barang tersebut. Akhirnya Ia berhasil menciptakan sabuk kamera tersebut dan laris di kalangan peselancar.

Tak puas dengan sabuk kamera ini, Nick mulai berpikir untuk membuat produk kamera yang lebih kompatibel dengan kegiatan dan olahraga yang ekstrim. Hal ini menuntunnya untuk menemukan sebuah perusahaan kamera di negara China dan Nick memodifikasi kamera tersebut agar sesuai dengan keinginannya.

Pada tahun 2002, protoype pertama kamera GoPro pun jadi dan berhasil. Kemudian berdasarkan modal yang dikumpulkan beramai-ramai dengan kekasih dan ayahnya, Nick berhasil mengembangkan GoPro hingga terjual sebanyak 2,3 juta unit selama 2 tahun.

  1. GoPro nyaris bangkrut

Ilustrasi bangkrut | Photo from unsplash.com

Walau memiliki penjualan yang laris manis, siapa yang menyangka jika pada tahun 2018 GoPro nyaris gulung tikar. Bahkan Nick sudah menelepon JP Morgan untuk menawarkan perusahaannya kepada orang yang mau membelinya.

GoPro nyaris bangkrut dikarenakan biaya produksinya yang terlalu besar, serta model kamera yang dinilai kurang kreatif oleh masyarakat. Selain itu, produk drone yang dijualnya juga tidak laku karena kalah saing dengan DJI.

Di kala sudah hampir menyerah, Nick bangkit kembali dan menjanjikan adanya inovasi baru pada GoPro 7 yang menandai kembalinya GoPro ke pasar persaingan kamera. Hingga akhirnya, baru-baru ini GoPro juga meluncurkan kamera GoPro 8.

Sobat Entrepreneurs, pengalaman dari Nick Woodman mengajarkan kita untuk tidak mudah putus asa saat menemui kegagalan. Poin penting yang harus dilakukan adalah bangkit dan mencoba kembali.

Content Writer: Putri Fortunata

Editor: Inggrid