Pencarian populer

Kiprah Bisnis Audio Berlisensi Dolby Milik Alm. Khikmawan Santosa

Momen perayaan ulang tahun Khikmawan Santosa yang di-upload di Instagram 17 minggu yang lalu | Photo by @crossfadesound_official on Instagram

Kabar duka menyelemuti dunia perfilman Indonesia pada Sabtu (11/5/2019). Salah satu penata suara terbaik Indonesia, Khikmawan Santosa meninggal dunia dalam kecelakaan di kawasan puncak.

Selama hidupnya, Khikmawan Santosa mendedikasikan dirinya sebagai penata suara untuk perfilman Indonesia. Dia bahkan memiliki studio tata suara sendiri yang dinamakan Crossfade Erkata.

Didirikan pada 2009, Crosfade Erkata adalah perusahaan yang menangani pascaproduksi audio film. Menilik situs resminya, bisnis audio Khikmawan Santosa ini menawarkan berbagai layanan pasca produksi audio premium untuk pembuat film dan pembuat konten.

Bukan sembarang studio, Crossfade Erkata memiliki kelebihan yaitu bersertifikasi Dolby untuk salah satu tahap dubbing-nya.

Itu artinya studio milik Khimawan ini sudah memenuhi standar operasional yang ditetapkan Dolby, dedengkot di bidang audio. Baik itu ukuran studio, fasilitas, peralatan maupun kemampuan para stafnya.

Hebatnya lagi, Crossfade Erkata merupakan perusahaan pascaproduksi audio pertama yang mendapatkan sertifikat tersebut di Indonesia.

Itu sesuai dengan misi yang diemban Crossfade Erkata yaitu memberikan layanan terbaik dalam pacsa produksi audio. Mereka mengkombinasikan antara fasilitas terbaik dengan terbaik pula.

Ada penata suara terbaik, re-recording mixer, supervisor editor suara, artis foley, editor suara, foley mixer, dan ADR mixer.

Kiprah Crossfade Erkata

Crossfade Erkata memiliki portofolio yang panjang di industri perfilman Indonesia sejak mulai didirikan.

Sudah banyak proyek film Indonesia yang ditangani oleh Crossfade Erkata, mulai dari action, roman, komedi hingga horor.

Portfolio dari Crossfade Erkata I Photo by @crossfadesound_official on Instagram

Sebut saja seperti Rudy Habibie, Ini Kisah Tiga Dara, Warkop DKI Reborn, Dilan 1990, Benyamin Biang Kerok, 3 Nafas Likas, Pengabdi Setan, Milly dan Mamet dan masih banyak lagi.

Di bawah kepemimpinan Khikmawan, asap dapur Crossfade Erkata terus mengebul. Kehebatan teman kuliah Hanung Bramantyo ini memang tidak perlu diragukan.

Setelah lulus dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dia debut sebagai sound engineer pada tahun 2005. Empat tahun setelahnya, dia lantas mendirikan perusahaan Crossfade Erkata.

Bersama studio yang didirikannya itu, Khimawan sudah mengantongi sejumlah nominasi dan piala dari ajang penghargaan perfilman dalam negeri maupun luar negeri.

Seperti dua tahun terakhir ini, tim Crossfade Erkata berhasil memenangkan penghargaan Penataan Suara Terbaik di Piala Citra. Itu berkat kerja keras mereka dalam mengarap film Pengabdi Setan dan Marlina Pembunuh dalam Empat Babak.

Tidak hanya Piala Citra, kedua film tersebut juga sukses menembus pasar internasional. Bahkan, film Marlina Pembunuh dalam Empat Babak sampai diganjar nominasi Tata Suara Terbaik di Asian Film Awards 2018.

Tahun ini, Crossfade Erkata masih kebanjiran proyek film. Melihat postingan akun Instagram resminya, Ambu merupakan salah film terbaru yang digarap oleh studio milik Khikmawan tersebut.

Namun hingga saat ini belum diketahui apa yang akan terjadi selanjutnya dengan nasib Crossfade Erkata setelah meninggalnya Khikmawan. Pihak keluarga dan sineas Tanah Air masih berduka dan merasa kehilangan sosok Almarhum.

#terusberkarja

Content Writer : DEV

Editor : Charles

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23