kumparan
KONTEN PUBLISHER
11 Mei 2019 15:12

Kisah Mahasiswi di Surabaya Membuat Skripsi 1.150 Lembar dalam 45 Hari

Skripsi 1.150 lembar.jpg
Skripsi 1.150 lembar milik Lisa Stefanny | Foto: Instagram @dailyubaya
Pada umumnya, butuh waktu berbulan-bulan bagi seorang mahasiswa tingkat akhir untuk menyelesaikan karya ilmiah demi meraih gelar sarjana. Tapi berbeda halnya dengan Lisa Stefanny, seorang alumnus Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Surabaya, ini menyelesaikan skripsi setebal 1.150 lembar dalam waktu 45 hari saja.
ADVERTISEMENT
Lisa menulis skripsi berjudul Studi Eksploratori Artist Brand Building Makeup Artist, Fashion Designer, dan Photographer di Surabaya. Topik artist brand building dipilihnya untuk menjadi acuan dalam skripsi ini.
"Jadi skripsi aku itu tentang gimana sih seorang artist (seniman) membangun merek mereka. Karena kan sebuah benda sama seni itu beda nilai jualnya," kata Lisa Stefanny kepada Karja, Selasa (7/5).
Skripsi 1.150 lembar 3.jpg
Saat Lisa Stefanny diwisuda | Foto: Dok. Lisa Stefanny
Dia mengatakan sudah memiliki minat topik artist brand building sejak semester 5 karena kecintaan terhadap make up artist. Ketika menjalani semester 7, Lisa sudah memperoleh kertas konsultasi tetapi dia belum maksimal mengerjakan skripsi.
Hal itu disebabkan terbentur dengan 8 mata kuliah yang masih diambilnya, serta ada beberapa lomba yang diikuti Lisa. Saat memasuki semester 8, tepatnya di awal April, Lisa mulai mengerjakan skripsinya.
ADVERTISEMENT
Pada saat itu, Lisa harus mewawancarai 6 orang narasumber. Bahkan Lisa masih bisa mengikuti perlombaan di sela-sela pengerjaan skripsinya. Barulah pada awal Mei, Lisa mulai kembali menyelesaikannya hingga memperoleh persetujuan akhir pada minggu pertama.
"Jadi 1,5 bulan atau 45 hari itu benar-benar aku hitung ya total kerjain untuk seluruhnya bisa jadi satu skripsi yang tebal tapi di luar diskusi-diskusi dan brainstorming sebelumnya. Karena, seperti yang saya bilang, saya sudah merencanakan dan mengerjakan yang pernah ditolak sebelumnya," kata Lisa.
Skripsi 1.150 lembar 2.jpg
Lisa Stefanny usai dinyatakan lulus setelah sidang akhir | Foto: Dok. Lisa Stefanny
Mengerjakan skripsi seribuan halaman tentunya membutuhkan motivasi. Lisa juga pernah mengalami masa-masa merasa down karena menghadapi sulitnya mengerjakan skripsi. Setidaknya ada tiga hal yang memotivasi Lisa.
Pertama, Lisa memang mengangkat topik yang benar-benar disukai. Dia mengungkapkan dirinya memang menyukai topik tentang gaun dan make up artist.
ADVERTISEMENT
"Terus aku juga suka make up, jadi makeup artist pengin banget dari SMA itu. Tapi masuk sekolahnya jurusan manajemen, ya mungkin rencana Tuhan tempatkan di situ ya," kata Lisa sambil tertawa.
Kedua, motivasi terbesarnya adalah diri sendiri. "Best supporter is yourself," kata Lisa. Seorang Lisa pun juga menghadapi tantangan seperti laptop yang digunakannya benar-benar lemot alias lambat, ditolak dosen sampai nangis-nangis di tiang lampu. "Ditolak dosen sampai nangis-nangis di tiang lampu juga pernah, sih hahahaha, ujar Lisa."
Ketiga, Lisa mengungkapkan bahwa dia bisa lulus tepat 4 tahun karena rencana Tuhan. Dia selalu percaya akan rencana Tuhan yang, menurutnya, tidak pernah terlambat dan tidak kecepatan.
Skripsi 1.150 lembar.jpg
Skripsi 1.150 lembar milik Lisa Stefanny | Photo by @dailyubaya on Instagram
Lisa juga memberi sedikit tips and trick nih buat para sobat yang sedang galau dengan skripsi. Pertama, pilih topik yang kamu suka. "Misal, yang suka game PUBG bisa dihitung rata-rata orang mengeluarkan uang untuk nge-game berapa sih dan intensitasnya," ujar Lisa.
ADVERTISEMENT
Kedua, lakukanlah dengan cinta. "Enggak harus setebal skripsiku kok, cuma kalau kamu lakuin sepenuh hati dan sesuai yang kamu suka, kamu bakal enjoy dan dapat pengalaman, pembelajaran banyak banget," ujarnya.
Bagaimana skripsi kalian, Sobat? Masih semangat? Jadikanlah motivasi dari seorang Lisa yang sudah menjadi contoh yang baik bagi kalian yang sedang mengerjakan skripsi.
#terusberkarja
Reporter : Charles
Content Writer & Editor : Charles
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan