Konten Media Partner

Mengendalikan Mimpi Sendiri: Kamu harus Tahu Lucid Dream!

Karjaverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sobat Entrepreneurs, kalian pernah mengalami Lucid Dream? Lucid Dream bisa diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengendalikan mimpi-mimpinya. Keren kan? Eits tunggu dulu sobat, Lucid Dream yang ini berbeda, kalian akan dibawa ke macam-macam tempat. Penasaran seperti apa itu Lucid Dream?

Eva Tamara dan Ananda Nicola | Photo by mgzhr via Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Eva Tamara dan Ananda Nicola | Photo by mgzhr via Instagram

Di bawah naungan Outside The Box Indonesia terlahirlah Lucid Dream sebuah platform modern art exhibiton yang mewadahi seniman-seniman lokal. Eva Tamara dan Ananda Nicola, pemuda asal Jogja ini adalah pencetus Lucid Dream.

Karena kedekatan dengan dunia seni, akhirnya mereka berinistatif untuk membangun sebuah.

“Iya jujur saja,sewaktu kecil dari SD kita udah belajar tentang seni-seni, seni tari, seni batik dari SMP, waktu SMA karena muridnya cewek semua kita diajari untuk belajar seni tari tradisional. Kayaknya memang (darah) seni gak bisa lepas dari kita.” Ucap Eva Tamara.

Belajar dari pengalaman. Eva dan Niko sapaan akrab mereka sering menghabiskan waktu untuk mengunjungi museum seni dan pameran sejenisnya.

“Karena si Eva kuliahnya di Singapore, kadang kami berdua mengunjungi art museum atau exhibitions nah dari situ ketertarikan dalam dunia seni mulai terbangun.” Sambung Niko.

Selain dorongan intrinsik, mereka berdua melihat bahwa adanya celahnya bisnis untuk membangun sebuah Art Exhibition,

“lalu saat di Surabaya ngelihat dari fenomena, kok di Surabaya nih ga ada hal-hal yang berhubungan art exhibition, adanya mall to mall dan cafe to cafe.” Ungkap Niko.

Uniknya, Lucid Dream memiliki salah satu karakter fiktif bernama Luna. Seorang anak kecil yang dapat mengendalikan mimpi-mimpinya.

Niko menjelaskan pengambilan karakter tokoh Luna yang berarti Putri Bulan, “karena mimpi itu kan identik malam hari, kalau pagi ada matahari kalau malam ada bulan.”

Lucid Dream yang kali pertama diselenggarakan di Surabaya ini juga menggaet beberapa seniman lokal seperti DusDukDuk. Lucid Dream dan DusDukDUk berkolaborasi menciptakan dunia yang terbuat dari kardus. Wah mirip Alice in Wonderland ya.

Instalasi Lost in Wonderworld di Lucid Dream | Photo by abouttolucid via Instagram

Tak hanya dunia kardus, Lucid Dream juga menggandeng seniman LZY yang berfokus video mapping projection. Pengunjung akan di bawah oleh kunang-kunang agar menemukan jalan keluar dari hutan tersebut. Unik sekali ya?

Lunatic Dreams di Lucid Dream | Photo by abouttolucid via Instagram

Nah itu tadi beberapa sneak peek Lucid Dream 1.0 Eva dan Niko juga menjelaskan tentang konsep ke depannya akan berbeda dari sebelumnya. Outside The Box Indonesia selalu berupaya untuk menjadi pioneer Art Exhibitions di Surabaya.

Saat sudah memasuki era Industri 4.0 mereka berharap untuk bersaing secara sehat dan saling belajar untuk berkontribusi terhadap industri kreatif di Indonesia. Khususnya mereka juga masyarakat Surabaya memiliki pengalaman tentang dunia seni, selain itu Lucid Dream juga mewadahi karya teman-teman pekerja kreatif dan seniman.

Gimana sobat, pensaran un tuk menjelajahi mimpi-mimpi Luna? Kalian bisa memantau Instagram Lucid Dream yaitu @aboouttolucid.

#terusberkarja

Content Writer : Yosua Pirera

Editor : SEP