Konten Media Partner

Pelajaran Bisnis yang Bisa Dipetik dari Permainan Monopoli

Karjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ternyata ada pelajaran bisnis yang bisa dipetik dari permainan monopoli, lho! | Photo by Pexels/Suzy Hazelwood
zoom-in-whitePerbesar
Ternyata ada pelajaran bisnis yang bisa dipetik dari permainan monopoli, lho! | Photo by Pexels/Suzy Hazelwood

Sobat entrepreneur khususnya kalian yang lahir di tahun 80 hingga 90-an pasti tahu dong game board terkenal yang bernama monopoli? Game yang dimainkan secara berkelompok ini memiliki aturan yang cukup sederhana, di mana para pemain memiliki sejumlah uang mainan dan uang tersebut bisa dibelanjakan untuk membeli kota ataupun perusahaan negara.

Yang membuat permainan ini seru adalah ketika kalian jatuh di kota yang sudah dibeli oleh lawan main, di mana kalian harus membayar denda yang tentunya akan semakin besar. Denda ini lama kelamaan akan membuat kalian akhirnya menjadi gulung tikar atau bangkrut.

Dari permainan monopoli sederhana ini, ternyata ada beberapa pelajaran bisnis yang bisa kalian pleajari, lho, Sobat! Penasaran apa saja? Yuk, simak di bawah ini!

1. Melatih kesabaran

Melatih kesabaran | Photo by Pexels/Suzy Hazelwood

Dalam bermain monopoli, kalian dituntut untuk sabar. Sabar menanti giliran, sabar ketika jatuh di kota lawan dan harus bayar denda, sabar ketika mendapat kartu kesempatan yang buruk dan sebagainya.

Ketika kalian bermain monopoli, kalian harus bisa mengontrol hawa nafsu dan berpikir panjang; apakah kota atau perusahaan tersebut pantas dibeli? Apakah nantinya akan membawa profit ke depannya?

Pemain yang cenderung terburu nafsu, mereka akan lebih cepat mengalami kebangkrutan dibandingkan mereka yang sabar dan berhati-hati. Hal tersebut tentunya berlaku pula dalam berbisnis.

2. Termahal bukan berarti untung

Termahal bukan berarti untung | Photo by Pexels/Suzy Hazelwood

Dalam bermain monopoli, semakin mendekati kotak start, biasanya akan semakin mahal kotanya. Tidak jarang kota-kota tersebut menjadi incaran para pemain karena jika lawan menjatuhkan dadu di kota tersebut, maka dendanya juga akan besar.

Namun ternyata, walau mahal dan terletak di sebelah garis start, bukan berarti kota tersebut selalu membawa untung bagi pemiliknya, lho, Sobat. Karena ada faktor untung-untungan yang tergantung pada dadu yang dilempar oleh pemain.

Jadi, kalau kalian memutuskan mau investasi atau membangun bisnis, jangan lihat yang mahal atau murah, tapi lihatlah dan perhitungkan prospek ke depannya. Apakah lokasi investasi atau membangun bisnisnya strategis? Apakah mudah dijangkau orang atau tidak? Tentukan dengan cermat, Sobat!

3. Peluang dan kesempatan akan selalu datang tiba-tiba

Peluang dan kesempatan akan selalu datang tiba-tiba | Photo by Pexels/Suzy Hazelwood

Memainkan monopoli tidak melulu hanya isi kota dan perusahaan saja. Namun di beberapa kotak tertentu, ada yang bertuliskan peluang serta kesempatan. Ketika kalian mendapatkan kotak tersebut maka kalian harus mengambil salah satu kartu sesuai apa yang tertulis di kotak.

Nah, sama halnya dalam berbisnis. Peluang dan kesempatan itu akan datang tiba-tiba dan tidak boleh disia-siakan. Dalam memanfaatkan kesempatan dan peluang, kalian harus pandai membaca situasi yang ada, apakah akan berguna bagi kalian nantinya ataukah tidak.

4. Jangan menyimpan uang terlalu banyak

Jangan menyimpan uang terlalu banyak | Photo by Pexels/Suzy Hazelwood

Saat awal bermain, kalian akan diberikan sejumlah uang sebagai modal untuk membeli kota atau negara yang disinggahi. Setelah kalian melewati satu putaran dan garis start, kalian pun akan diberikan lagi sejumlah uang.

Kebanyakan dari pemain terkadang takut menggunakan atau terlalu menyimpan uang tersebut. Padahal, ada baiknya uang tunai tersebut diinvestasikan dalam bentuk lainnya, seperti membeli kota atau negara dan membangun rumah atau hotel.

Sama halnya dengan berbisnis; uang yang dimiliki ada baiknya harus diputar untuk dapat meningkatkan bisnis yang dijalankan. Jika kalian terlalu mempertahankan terlalu banyak uang tunai, kalian bisa kehilangan keuntungan yang bisa didapat dari berinvestasi.

#terusberkarya

Jangan lupa follow Karja di Instagram (@karjaid) dan klik tombol 'IKUTI' di kumparan.com/karjaid untuk mendukung dan mengikuti konten menarik seputar entrepreneurship, kisah inspiratif, karya anak bangsa, dan isu sosial seputar milenial ya, Sobat!