Sering Berganti Pekerjaan Alias Kutu Loncat? Ketahui Untung Ruginya!

Kaum milenial jaman sekarang memiliki budaya yang unik dalam bekerja, yaitu mereka tidak akan ragu memutuskan untuk resign dari suatu perusahaan. Mereka pun juga tak ragu untuk berpindah dari perusahaan lama ke perusahaan baru apabila mereka sudah tidak nyaman lagi. Bahkan, tak jarang para milenial ini disebut kutu loncat alias orang yang suka bergonta-ganti pekerjaan dalam waktu yang cukup singkat.
Selain merasa lingkungan kerja yang tidak sesuai, ada beragam alasan lain yang menyebabkan seseorang menjadi kutu loncat. Seperti bosan, terlalu banyak tekanan, gaji yang tidak sesuai, dan lainnya. Singkatnya, mereka seakan tidak pernah puas dengan pekerjaan mereka.
Namun, hobi berpindah tempat kerja ini rupanya membawa beberapa pengaruh baik positif maupun negatif pada seseorang. Kira-kira apa saja? Yuk, disimak!
1. Mempunyai Banyak Relasi
Dengan sering berpindah perusahaan, sisi positif yang bisa diambil adalah kalian jadi memiliki banyak relasi. Hal ini tentu saja karena setiap berpindah lingkungan kerja, kalian akan banyak bertemu orang baru yang berbeda dengan lingkungan sebelumnya.
Mempunyai banyak relasi ini merupakan sebuah keuntungan, karena dalam dunia kerja kalian diharuskan untuk memiliki sebanyak-banyaknya kenalan atau koneksi agar pekerjaan kalian dapat berjalan lancar.
Terutama jika pekerjaan kalian ada di bidang marketing yang diharuskan menawarkan barang pada banyak orang. Dengan adanya koneksi, tentu hal tersebut akan memudahkan pekerjaan bukan?
Selain itu dengan memiliki banyak relasi, kalian yang bercita-cita ingin merintis bisnis sendiri tentu membutuhkan relasi. Dari sekian banyak kenalan yang dimiliki, kalian tentu akan lebih mudah dalam memilih partner dalam berbisnis.
2. Mendapat Label Sebagai Orang yang Tidak Loyal
Dimana ada keuntungan disitu pula akan ada kerugian, begitu pula dengan berpindah kerja. Jika satu keuntungan sudah dibahas, kini kita akan membahas dari sisi kerugian. Saat ingin melamar suatu pekerjaan, kalian tentu harus mengirimkan CV ke perusahaan yang dituju.
Di CV kalian tentu akan tertulis pengalaman kerja. Jika kalian suka berpindah-pindah perusahaan, tentunya pihak HRD dari suatu perusahaan yang melihat riwayat pekerjaan kalian akan berpikir dua kali sebelum meloloskan kalian ke tahap berikutnya.
Karena seperti yang diketahui, proses untuk melakukan rekrutmen mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Jika perusahaan menerima seorang kutu loncat, dan kalian hanya akan bertahan sebentar di perusahaan, tentunya hal tersebut akan sangat merugikan perusahaan.
Selain itu, kalian juga akan dicap sebagai orang yang tidak loyal dan pekerja yang cepat bosan karena tidak bisa bertahan untuk waktu yang cukup lama pada suatu perusahaan.
3. Menambah Pengalaman
Keuntungan selnjutnya dari suka berpindah pekerjaan adalah menambah skill. Apalagi jika kalian bekerja dengan divisi yang berbeda-beda. Tentunya keahlian kalian akan semakin banyak dan pengetahuan kalian juga semakin luas.
Skill yang kalian miliki pun akan berguna jika suatu hari nanti kalian ingin mendirikan perusahaan sendiri. Baik dari skill dasar sampai yang didalami secara profesional, akan memudahkan kalian karena sudah dibekali pengalaman yang beragam.
Apapun keputusan kalian dalam dunia kerja, entah sebagai kutu loncat atau bukan, pastikan kalian telah memikirkannya dengan matang. Jangan hanya karena diiming-imingi gaji dengan nominal yang besar dari perusahana lain, kalian lantas langsung ingin berganti pekerjaan. Ada hal-hal lain yang patut menjadi bahan pertimbangan seperti lingkungan kerja, fasilitas, beban kerja, dan lainnya.
Jangan lupa follow Karja di Instagram (@karjaid) dan klik tombol 'IKUTI' di kumparan.com/karjaid untuk mendukung dan mengikuti konten menarik seputar entrepreneurship, kisah inspiratif, karya anak bangsa, dan isu sosial seputar milenial ya, Sobat!
#terusberkarya
