10 Tanda Bayi Tumbuh Gigi dan Hal-Hal yang Perlu Dilakukan
·waktu baca 5 menit

Tanda-tanda bayi tumbuh gigi bisa berbeda antara satu bayi dengan bayi lainnya. Gigi bayi normalnya baru tumbuh pertama kali saat bayi berusia 4-7 bulan. Namun, ukuran usia ini tidak mutlak karena sangat tergantung dari kondisi gizi bayi, terutama asupan kalsium selama ibu hamil dan menyusui.
Jika pada orang dewasa terdapat 32 gigi permanen, gigi bayi hanya akan berjumlah 20 buah dan biasanya disebut dengan gigi susu. Gigi susu tersebut telah memulai proses pembentukan pada saat bayi berada di dalam kandungan saat usianya masih 4 bulan.
Calon gigi susu tersebut biasanya baru akan terlihat saat usia bayi 4-7 bulan dan terus tumbuh satu per satu hingga usia 12 bulan. Ketika gigi bayi mulai tumbuh, ada beberapa tanda yang bisa dikenali orang tua. Apa saja?
Tanda Bayi Tumbuh Gigi
Pertumbuhan gigi merupakan proses fisik normal yang tidak memiliki efek samping buruk. Namun, tumbuhnya gigi mungkin dapat membuat bayi merasa kesakitan.
Tidak semua bayi umumnya dapat memperlihatkan giginya telah tumbuh atau belum. Tanda pertama yang dapat diketahui orang tua adalah ketika sendok yang dipergunakan bayi untuk makan bergemeletuk dalam mulutnya karena mengenai gigi bayi yang mulai tumbuh.
Namun demikian, sebagian besar bayi memperlihatkan tanda-tanda tertentu dalam proses tumbuh gigi. Dikutip dari American Academy of Pediatric Dentistry, berikut beberapa tanda bayi tumbuh gigi lainnya yang bisa diketahui.
Kesakitan. Bayi mungkin menunjukkan tanda-tanda bahwa dia kesakitan dan tidak nyaman.
Rewel. Rasa tidak nyaman dari tumbuh gigi bisa membuat bayi uring-uringan, rewel, atau menangis terus-menerus, sehingga mungkin membuatnya lebih lengket dengan orang tua daripada biasanya, selama sehari atau dua hari sebelum giginya muncul.
Pipi memerah. Bayi mungkin terlihat memiliki rona merah pada pipinya.
Mengeluarkan air liur. Kelebihan produksi air liur selama bayi tumbuh gigi akan membuat bayi mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya.
Menggerogoti, mengunyah, atau menggigit. Beberapa bayi mungkin menjadi gelisah sehingga menggerogoti, mengunyah, atau menggigit pada apa pun yang mendekati mulutnya.
Kehilangan nafsu makan. Nafsu makan bayi mungkin berkurang karena banyaknya menelan air liur.
Gusi membengkak. Periksalah rongga mulut bayi untuk melihat jika bagian gusinya ada yang mengalami peradangan atau pembengkakan.
Bangun tidur. Bayi mungkin terjaga pada malam hari dan tampak rewel, bahkan jika dia tadinya tidur nyenyak secara teratur.
Suhu tubuh meningkat. Tumbuhnya gigi diketahui sebagai penyebab suhu badan sedikit meningkat, jadi tubuh bayi mungkin lebih panas dari biasanya.
Menarik-narik telinga. Beberapa bayi biasanya akan menggosok pipi atau menarik-narik telinga mereka saat gigi tumbuh.
Pada dasarnya, tumbuh gigi tidak menyebabkan penyakit. Namun, beberapa tanda di atas mungkin disebabkan oleh kondisi lain dan bukan karena bayi mengalami pertumbuhan gigi. Segera periksakan diri ke dokter apabila bayi mengalami gejala berikut.
Menangis berkepanjangan. Ini adalah cara utama si kecil memberi tahu bahwa ada yang tidak beres. Jika tidak bisa dihibur, mungkin ia merasa benar-benar tidak sehat dan orang tua tidak boleh langsung beranggapan bahwa ini karena tumbuh gigi.
Sakit telinga. Meskipun bayi tidak bisa mengatakan telinganya sakit, orang tua akan menyadari bahwa ia rewel dan tampak tidak ceria. Mungkin si kecil juga terlihat menarik-narik telinga atau menggeleng-gelengkan kepalanya.
Diare. Jika bayi menderita diare parah, kondisi ini kemungkinan bukan karena tumbuhnya gigi. Pastikan bayi minum banyak air. Jika ia mengalami diare lebih dari dua kali berturut-turut, segera bawalah ke dokter.
Demam tinggi. Tumbuhnya gigi bisa menyebabkan suhu badan sedikit naik. Namun, jika suhu badan lebih tinggi lagi, kemungkinan besar ini disebabkan adanya infeksi yang membutuhkan pengobatan. Jika demam berlanjut sampai lebih dari 24 jam, segera konsultasilah dengan dokter.
Menolak makan. Bayi mungkin merasa tidak enak sewaktu makan ketika tumbuh gigi. Namun, ia tidak semestinya menolak makan lebih dari sekali, khususnya jika orang tua telah mengambil langkah-langkah untuk membuatnya lebih nyaman sebelum mulai memberi makan.
Batuk. Batuk hampir selalu merupakan tanda penyakit, meskipun kelebihan air liur saat tumbuh gigi bisa juga membuat bayi sedikit batuk dan tersedak. Namun, kondisi ini bisa berdampak serius jika dibiarkan dan memerlukan konsultasi dengan dokter.
Baca Juga: 7 Masalah Kesehatan pada Bayi yang Perlu Diwaspadai
Apa yang Harus Dilakukan ketika Bayi Tumbuh Gigi?
Tumbuh gigi merupakan salah satu penyebab bayi rewel dan tidak nyaman. Selain susah untuk makan dan minum, gusi yang bengkak saat gigi tumbuh juga kerap membuat bayi demam.
Dikutip dari American Academy of Family Physicians, berikut beberapa hal yang harus dilakukan ketika bayi tumbuh gigi untuk membuat mereka merasa nyaman.
Pijat gusi bayi. Pijatlah atau beri sedikit tekanan pada gusi yang bengkak karena gigi tumbuh. Gunakan kain kasa atau waslap basah yang dingin dan lembut untuk memijat. Pijatan akan mengurangi ketidaknyamanan bayi.
Jika bayi sudah boleh mengonsumsi makanan padat, berikan ia makanan padat seperti irisan wortel atau mentimun untuk dikunyah. Mengunyah mentimun atau wortel mirip seperti memijat gusi yang bengkak. Namun, perhatikan agar serpihan makanan yang cukup besar tidak tertelan bayi.
Untuk mengatasi kerewelan si kecil selama tumbuh gigi, sebaiknya berikan teether atau mainan khusus yang tidak terlalu besar untuk digigit mereka. Mainan ini dapat membantu bayi mengurangi rasa tidak nyaman dan gatal pada gusi akibat gigi tumbuh.
Bayi yang sedang tumbuh gigi senang sekali menggigit dan mengisap-isap sesuatu. Bila ia tidak menyukai mainan, berikan padanya sepotong roti atau biskuit yang dapat dikunyahnya.
Berliur adalah salah satu tanda proses tumbuh gigi pada bayi. Bersihkan liur yang ada di sekitar bibir untuk mencegah kulit di sekitar mulut bayi mengalami iritasi yang bisa menambah ketidaknyamanan bayi.
Bila bayi masih rewel, berikan obat pereda sakit. Perlu diingat, untuk mengetahui obat pereda sakit yang aman untuk usia dan berat badan bayi, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Kapan gigi pada bayi tumbuh?

Kapan gigi pada bayi tumbuh?
Gigi bayi normalnya baru tumbuh pertama kali saat bayi berusia 4-7 bulan.
Ada berapa jumlah gigi pada bayi?

Ada berapa jumlah gigi pada bayi?
Gigi bayi hanya akan berjumlah 20 buah dan biasanya disebut dengan gigi susu.
Kapan gigi susu terbentuk?

Kapan gigi susu terbentuk?
Gigi susu telah memulai proses pembentukan pada saat bayi berada di dalam kandungan saat usianya masih 4 bulan.
