Kumparan Logo
Konten Media Partner

2 Cara Mengobati Luka yang Terlihat Dagingnya secara Efektif

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seorang pria yang mengobati luka anaknya. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang pria yang mengobati luka anaknya. Foto: Pexels

Ada beberapa jenis luka yang sering terjadi, salah satunya luka terbuka. Biasanya, luka yang terlihat dagingnya termasuk ke dalam jenis luka ini.

Mengutip jurnal Principles of Wound Management oleh James R. Roberts, dkk., luka terbuka adalah kerusakan pada kulit di bagian luar maupun di jaringan dalamnya.

Kondisi ini terjadi akibat cedera pada kulit yang menyebabkan jaringan di bawah kulit tersebut mengalami paparan terhadap dunia luar. Jika tidak segera diobati, luka berisiko meningkatkan terjadinya infeksi.

Penyebab Luka Tidak Cepat Kering

Ilustrasi luka yang tidak cepat kering bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Foto: Pexels

Luka pada kulit yang tidak cepat kering dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Biasanya, luka dianggap kronis jika belum sembuh secara signifikan dalam waktu 4-8 minggu.

Jika Anda menderita luka yang tidak cepat kering atau tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, kondisi ini bisa terjadi karena sejumlah penyebab. Dikutip dari VeryWell Health, adapun beberapa penyebab luka tidak cepat kering, di antaranya:

1. Infeksi

Kulit merupakan garis pertahanan pertama tubuh untuk melawan infeksi. Saat kulit robek, bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terbuka sehingga menyebabkan infeksi.

Infeksi pada luka bisa memperlambat proses penyembuhan. Sebab, tubuh berusaha melawan infeksi dan tidak fokus dalam menyembuhkan luka.

Jika luka terinfeksi, penderita akan mengalami sejumlah gejala penyerta, seperti kulit kemerahan, bengkak, nyeri di sekitar luka, serta adanya nanah atau cairan berbau busuk.

2. Sirkulasi Darah yang Buruk

Selama proses penyembuhan luka, sel darah merah dalam tubuh akan membawa sel baru ke area kulit yang terluka untuk membangun kembali jaringan yang rusak. Sirkulasi darah yang buruk dapat memperlambat proses ini, sehingga membuat luka lebih lama sembuh.

3. Kekurangan Nutrisi

Ketika seseorang mengalami luka, tubuh membutuhkan suplai protein yang cukup untuk membangun kembali jaringan baru yang rusak. Kebutuhan protein ini kira-kira sebanyak tiga kali lipat kebutuhan harian normal.

4. Diabetes

Diabetes atau penyakit gula darah tinggi dapat memperlambat sirkulasi darah yang berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini menyebabkan risiko infeksi yang lebih tinggi.

6. Vaskularisasi

Vaskularisasi adalah pembentukan pembuluh darah secara abnormal atau berlebihan. Kondisi ini dapat memengaruhi luka karena luka membutuhkan keadaan peredaran darah yang baik untuk pertumbuhan atau perbaikan sel.

7. Penyebab Lainnya

Selain beberapa penyebab di atas, luka yang tidak kunjung kering juga dapat disebabkan oleh faktor lainnya, seperti:

  • Anemia. Kondisi anemia dapat memperlambat proses penyembuhan luka karena perbaikan sel membutuhkan kadar protein yang cukup.

  • Faktor usia. Kecepatan perbaikan sel berlangsung sejalan dengan pertumbuhan atau kematangan usia seseorang. Namun, proses penuaan dapat menurunkan sistem perbaikan sel sehingga dapat memperlambat proses penyembuhan luka.

  • Penyakit lain. Beberapa penyakit tertentu dapat memengaruhi proses penyembuhan luka, seperti diabetes dan penyakit ginjal.

  • Kegemukan, penggunaan obat-obatan tertentu, merokok, dan stres.

  • Teknik penanganan luka yang tidak tepat.

Baca Juga: 7 Cara Menyembuhkan Luka Bernanah dengan Aman untuk Cegah Komplikasi

Cara Mengobati Luka yang Terlihat Dagingnya

Ilustrasi salah satu cara mengobati luka yang terlihat dagingnya dengan menggunakan kain kasa gulung. Foto: Pexels

Luka terbuka yang cenderung ringan umumnya tidak memerlukan perawatan medis khusus. Kondisi ini dapat diobati dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, luka terbuka yang parah dan melibatkan pendarahan terus-menerus memerlukan perhatian medis segera.

Dikutip dari American Academy of Dermatology, adapun beberapa cara mengobati luka yang terlihat dagingnya antara lain sebagai berikut.

1. Perawatan Rumahan

  • Bersihkan area luka. Bersihkan area kulit dengan lembut menggunakan sabun dan air mengalir untuk mencegah masuknya kuman dan menghilangkan kotoran yang berpotensi menyebabkan infeksi.

  • Hentikan pendarahan. Luka atau goresan kecil pada kulit biasanya akan berhenti mengeluarkan darah dengan sendirinya. Namun, Anda bisa memberikan tekanan lembut dengan perban atau kain bersih pada area sekitar luka hingga pendarahan berhenti.

  • Bersihkan luka dan bilas dengan air mengalir. Menjaga luka di bawah air keran yang mengalir akan mengurangi risiko infeksi. Jangan lupa untuk mencuci sekitar luka dengan sabun, tapi jangan sampai sabun mengenai lukanya.

  • Gunakan petroleum jelly agar luka tetap lembap. Petroleum jelly mencegah timbulnya jaringan parut dan membentuk keropeng yang dapat menyebabkan waktu luka lebih lama untuk sembuh.

  • Oleskan salep antibiotik. Jika diperlukan, oleskan salep antibiotik untuk menjaga kelembapan permukaan dan membantu mencegah jaringan parut. Namun, perlu diingat bahwa bahan-bahan tertentu menyebabkan ruam ringan pada sebagian orang. Jika ruam muncul, hentikan penggunaan salep.

  • Tutupi luka menggunakan perban atau kain kasa gulung dengan selotip kertas. Menutupi luka membuat area kulit yang bermasalah tetap bersih. Jika lukanya hanya goresan kecil, biarkan luka tetap terbuka. Sementara untuk luka goresan yang besar atau luka bakar, dapat menggunakan gel atau plester silikon.

  • Ganti perban atau plester silikon agar luka tetap bersih. Lakukan ini setidaknya sekali sehari atau setiap kali perban menjadi basah atau kotor.

  • Dapatkan suntikan tetanus. Lakukan suntikan tetanus jika Anda belum pernah melakukannya dalam lima tahun terakhir dan lukanya lebih dalam.

  • Perhatikan tanda-tanda infeksi. Temui dokter jika Anda melihat tanda-tanda infeksi pada kulit atau di dekat luka, seperti kemerahan, nyeri yang semakin parah, keluar cairan, kulit terasa hangat, dan terjadi pembengkakan.

2. Perawatan Medis

Jika memiliki luka terbuka yang parah, dokter mungkin melakukan beberapa perawatan medis tertentu. Biasanya, setelah membersihkan luka dan memberi anestesi lokal di sekitar luka, dokter akan menutup luka menggunakan prosedur jahitan. Anda mungkin menerima suntikan tetanus jika memiliki luka tusukan.

Dalam beberapa kasus, tergantung pada lokasi luka dan potensi infeksi, dokter mungkin tidak menutup luka dan membiarkannya sembuh secara alami. Kondisi ini dikenal sebagai penyembuhan sekunder, yakni penyembuhan pada luka yang kotor atau terkontaminasi.

Pada kondisi ini, dokter tidak dapat melakukan penjahitan luka, sehingga bagian dalam luka menutup, tapi bagian luarnya tidak. Proses ini umumnya mengharuskan Anda menutup luka dengan kain kasa. Meskipun penyembuhannya memerlukan waktu cukup lama, ini mencegah infeksi dan pembentukan abses pada kulit.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Luka yang terlihat dagingnya termasuk jenis luka apa?
chevron-down

Ada beberapa jenis luka yang sering terjadi, salah satunya luka terbuka. Luka yang terlihat dagingnya termasuk ke dalam jenis luka ini.

Apa itu luka terbuka?
chevron-down

Luka terbuka adalah kerusakan pada kulit di bagian luar maupun di jaringan dalamnya.

Apa yang terjadi jika luka mengalami infeksi?
chevron-down

Infeksi pada luka bisa memperlambat proses penyembuhan. Sebab, tubuh berusaha melawan infeksi dan tidak fokus dalam menyembuhkan luka.