Kumparan Logo
Konten Media Partner

3 Obat Biduran di Apotik yang Ampuh Redakan Gejala

Kata Dokter

ยทwaktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi biduran merupakan penyakit kulit yang bisa muncul pada bagian tubuh mana pun. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biduran merupakan penyakit kulit yang bisa muncul pada bagian tubuh mana pun. Foto: Unsplash

Daftar isi

Biduran adalah reaksi di kulit yang pada umumnya ditandai dengan muncul bentol berwarna kemerahan dan disertai rasa gatal. Kondisi ini biasanya dialami oleh anak-anak yang sering beraktivitas di luar rumah. Untuk menyembuhkannya, ada beberapa obat biduran di apotik yang dapat dikonsumsi.

Selain mengonsumsi obat-obatan, biduran juga bisa diatasi dengan menggunakan bahan-bahan alami, mulai dari es batu, lidah buaya, dan lainnya.

Adapun pertolongan pertama biduran pada anak yang bisa dilakukan, seperti mengganti pemakaian bahan kimia hingga mengompres biduran dengan air dingin.

Apa Saja Gejala Biduran?

Ilustrasi salah satu gejala biduran adalah ruam kulit. Foto: Pixabay

Biduran atau dikenal juga sebagai urtikaria merupakan gangguan kulit yang ditandai dengan penebalan atau benjolan berwarna kemerahan yang sangat gatal. Biasanya, biduran hanya berlangsung sementara waktu dan tidak meninggalkan bekas.

Dikutip dari American College of Allergy, Asthma and Immunology, beberapa gejala biduran yang khas, antara lain:

  • Timbul bercak-bercak penebalan atau bentol-bentol berwarna kemerahan di permukaan kulit yang dapat muncul di bagian tubuh mana pun.

  • Bentol-bentol di kulit bisa berwarna keunguan atau sewarna kulit, tergantung dari jenis warna kulit penderita.

  • Bentol-bentol di kulit memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi.

  • Bentol-bentol pada kulit terasa sangat gatal dan panas.

  • Jika digaruk, bentol-bentol tersebut akan melebar dan semakin bertambah banyak jumlahnya, sehingga seluruh bagian kulit yang terserang menjadi tebal dan terasa kaku.

  • Pada biduran yang terjadi di wajah, biasanya muncul angiodema atau pembengkakan yang terasa sakit di sekitar mata, pipi, atau bibir.

Penyebab Biduran

Ilustrasi gatal-gatal pada tangan yang terkena biduran. Foto: Pexels

Penyebab biduran dapat bervariasi, mulai dari reaksi alergi hingga faktor lingkungan. Terkadang, biduran bisa muncul secara tiba-tiba dan tidak diketahui penyebab pastinya.

Biduran dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu biduran akut (berlangsung kurang dari 6 minggu) dan biduran kronis (berlangsung lebih dari 6 minggu). Mengutip laman Cleveland Clinic, berikut adalah beberapa penyebab biduran sesuai dengan jenisnya.

Penyebab Biduran Akut

  • Alergi makanan tertentu, seperti kacang, udang, telur, atau susu. Setelah mengonsumsi makanan pemicu alergi, gejala biduran biasanya muncul dalam beberapa menit atau jam.

  • Alergi terhadap obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, aspirin, atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

  • Gigitan serangga dapat menyebabkan reaksi alergi yang memicu biduran, seperti nyamuk atau lebah.

  • Infeksi virus atau bakteri tertentu dapat menjadi pemicu biduran akut.

  • Stres emosional atau fisik dapat memicu biduran pada beberapa orang. Sistem kekebalan tubuh merespons stres dengan melepaskan histamin, yakni zat kimia yang dapat menyebabkan gejala alergi.

Penyebab Biduran Kronis

Biduran kronis sering kali tidak memiliki penyebab yang jelas. Meski begitu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko timbulnya biduran kronis, yaitu:

  • Beberapa infeksi kronis, seperti hepatitis atau infeksi virus lainnya, dapat memicu biduran kronis pada sebagian orang.

  • Beberapa penyakit autoimun, seperti lupus, dapat menjadi penyebab biduran kronis. Gangguan sistem kekebalan tubuh dapat memicu reaksi yang menyebabkan gejala biduran.

  • Faktor lingkungan tertentu, seperti perubahan suhu yang ekstrem atau tekanan fisik berulang pada kulit, dapat memicu biduran kronis pada beberapa orang.

  • Peradangan pembuluh darah atau dikenal sebagai vaskulitis dapat menyebabkan gatal-gatal pada kulit yang tampak seperti biduran. Vaskulitis termasuk kondisi medis yang serius dan memerlukan perawatan medis segera.

Obat Biduran di Apotik

Ilustrasi obat biduran di apotik. Foto: Unsplash

Dalam ilmu medis, biduran bisa disebut juga dengan urtikaria. Menurut laman Medical News Today, biduran adalah bentolan berwarna merah dengan ukuran beragam, dari kecil hingga besar dan terasa gatal. Kondisi ini terjadi karena beberapa sebab, seperti alergi atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Tidak hanya itu, biduran juga bisa diakibatkan oleh udara dingin, obat-obatan, gigitan serangga, hingga makanan laut, seperti udang, kepiting, cumi-cumi, dan lain sebagainya.

Biduran sendiri lebih sering dialami oleh anak kecil dibandingkan orang dewasa. Adapun beberapa gejala yang akan dialami, seperti muncul ruam kemerahan pada kulit, rasa gatal, hingga perih menyengat.

Munculnya gejala ini membuat beberapa anak lebih rewel, sulit tidur, dan lain sebagainya. Berikut beberapa obat-obat biduran di apotik yang dapat dikonsumsi seperti yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Antihistamin

Antihistamin adalah golongan obat yang digunakan untuk menangani gejala akibat alergi. Itu sebabnya, antihistamin juga bisa dikonsumsi untuk menghilangkan biduran yang terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa.

Menurut laman Drugs, antihistamin bekerja dengan memblokir pelepasan histamin oleh tubuh yang menjadi pemicu kemunculan gejala biduran. Berikut beberapa obat antihistamin yang direkomendasikan untuk dikonsumsi.

  • Loratadine

  • Cetirizine

  • Fexofenadine

  • Desloratadine

2. Antiradang

Obat anti radang juga bisa dikonsumsi untuk mengatasi biduran, salah satunya adalah obat kortikosteroid. Obat kortikosteroid ini adalah kelompok obat yang mengandung hormon steroid sintetis.

Biasanya, obat ini diresepkan untuk mengendalikan biduran kronis dan hanya digunakan dalam jangka waktu sebentar.

3. Krim Hydrocortisone

Krim hydrocortisone adalah obat golongan antiinflamasi, anti alergi, dan antipruritus pada penyakit kulit. Menurut laman MedlinePlus, krim tersebut menekan reaksi radang pada kulit yang bukan disebabkan oleh infeksi, seperti eksim dan alergi kulit lainnya, seperti biduran.

Pertolongan Pertama pada Anak Biduran

Ilustrasi pertolongan pertama pada anak biduran dengan menggunakan kompres dingin. Foto: Pexels

Pada umumnya, biduran pada anak terjadi karena reaksi alergi. Ketika mengalami biduran, biasanya orang tua tidak menyadari dan beranggapan bahwa bentolan tersebut disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Namun, seiring berjalannya waktu, bentolan karena biduran akan menyebar luas di beberapa area kulit lainnya.

Lantas, bagaimana pertolongan pertama pada anak biduran? Menyadur dari berbagai sumber, berikut informasinya.

1. Kompres Menggunakan Air Dingin

Menurut laman Allergy, biduran pada anak bisa diatasi dengan mengompres area tersebut dengan menggunakan air dingin. Mengompres air dingin pada area biduran diterapkan untuk mencegah terjadinya luka, karena aktivitas menggaruk akibat rasa gatal.

Usai mengompres biduran dengan air dingin, disarankan agar orang tua mengganti pakaian si buah hati dengan pakaian yang longgar dan lebih nyaman.

2. Cegah Anak untuk Menggaruk

Biduran memang menyebabkan rasa gatal yang tidak tertahankan, sehingga sulit bagi anak-anak untuk tidak menggaruk area biduran tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mencegah anak untuk menggaruk. Sebab menggaruk hanya akan membuat kondisi biduran menjadi semakin buruk.

Dibandingkan mencegah anak untuk tidak menggaruk, orang tua bisa memandikan anak-anak dengan sabun antibakteri. Dengan begitu, rasa gatal pun akan mereda dan keinginan untuk menggaruk mulai menghilang.

Baca Juga: 8 Penyebab Biduran Tak Kunjung Sembuh dan Lama Penyembuhannya

Cara Mengatasi Biduran di Malam Hari

Ilustrasi salah satu cara mengatasi biduran di malam hari adalah menjaga suhu udara di ruangan agar tetap stabil. Foto: Pexels

Selain karena alergi, biduran juga bisa disebabkan oleh pergantian suhu. Maka itu, biduran ini bisa terjadi di malam hari maupun siang hari tergantung dari suhu udara. Namun, kebanyakan kasus menunjukkan bahwa biduran lebih sering terjadi di malam hari.

Kondisi ini tidak hanya membuat munculnya rasa gatal, tetapi juga bisa menyebabkan pengidapnya sulit untuk tidur dan melakukan kegiatan lainnya.

Lantas, bagaimana cara mengatasi biduran di malam hari? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari laman American Academy of Dermatology Association.

1. Menjaga Suhu Udara di Ruangan agar Tetap Stabil

Cara mengatasi biduran di malam hari dapat dilakukan dengan menjaga suhu udara di ruangan agar tetap stabil. Hindari perubahan suhu yang terjadi tiba-tiba, sebab kondisi ini bisa menyebabkan rasa gatal yang semakin kronis.

2. Kendalikan Pikiran yang Stres

Pikiran yang stres juga bisa memicu rasa gatal pada biduran semakin kronis. Untuk menghindari terjadinya pikiran-pikiran yang tidak menyenangkan tersebut, pengidap biduran bisa mengatasinya dengan mandi air hangat, meditasi, hingga rutin berolahraga.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa nama obat untuk biduran?
chevron-down

Antihistamin adalah golongan obat yang digunakan untuk menangani gejala akibat alergi. Obat ini bisa dikonsumsi untuk menghilangkan biduran yang terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa.

Apa itu biduran?
chevron-down

Biduran adalah bentolan berwarna merah dengan ukuran beragam, dari kecil hingga besar dan terasa gatal.

Apa obat paling ampuh untuk biduran?
chevron-down

Krim hydrocortisone mampu menekan reaksi radang pada kulit yang bukan disebabkan oleh infeksi, seperti eksim dan alergi kulit lainnya, seperti biduran.