Kumparan Logo
Konten Media Partner

3 Obat Diabetes di Apotik yang Aman untuk Dikonsumsi

Kata Dokter

·waktu baca 8 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat diabetes di apotik. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat diabetes di apotik. Foto: Unsplash

Daftar isi

Diabetes adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh meningkatnya kadar gula darah di dalam tubuh. Pada beberapa orang, diabetes menyebabkan beberapa gejala, seperti mudah lelah, gangguan penglihatan, dan lainnya. Untuk mengatasi gejalanya, ada banyak obat diabetes di apotik yang tersedia.

Obat-obat tersebut bisa dimiliki dengan atau tanpa resep dokter. Kendati demikian, tetap disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum membeli obat-obatan tersebut.

Jenis-Jenis Diabetes

Ilustrasi alat untuk mengecek gula darah pada penderita diabetes. Foto: Pexels

Sebelum membeli obat-obatan diabetes, penting untuk mengecek terlebih dahulu jenis diabetes yang dialami, gejala, dan penyebab yang mendasarinya. Sebab, jenis diabetes yang berbeda memerlukan penanganan yang berbeda-beda pula.

Berikut pengertian dari jenis-jenis diabetes, seperti yang dikutip dari laman Healthline.

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun yang menyerang kekebalan tubuh dan menghancurkan sel-sel pankreas, tempat insulin terbentuk.

Diabetes ini disebabkan karena tubuh tidak memproduksi insulin sehingga penderita harus disuntik insulin setiap hari untuk mengendalikan kadar gula darah. Biasanya, diabetes ini terjadi pada anak-anak dan remaja serta perkembangannya berlangsung cepat.

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 masih membuat tubuh bisa memproduksi insulin, tapi sel-sel tubuh tidak bisa merespons terhadap insulin tersebut. Jenis diabetes ini umumnya terkait dengan kegemukan serta beberapa kasus kehamilan.

Diabetes Gestasional

Diabetes ini biasanya terjadi pada ibu hamil dan pada beberapa kasus, penyakit ini bisa sembuh usai melahirkan.

Gejala Diabetes

Ilustrasi salah satu gejala diabetes adalah sering buang air kecil. Foto: Unsplash

Seseorang dikatakan menderita diabetes apabila kadar gula dalam darahnya di atas 125 mg/dl (puasa) atau 200 mg/dl (tidak puasa). Namun, kebanyakan gejala diabetes baru terlihat jika gula darah sudah di atas 270 mg/dl.

Gejala diabetes pada setiap penderita tidak selalu sama. Bahkan, terkadang penderita diabetes tidak menunjukkan gejala apa pun sampai pada usia tertentu.

Meski begitu, gejala diabetes secara umum dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu gejala awal, gejala akut, dan gejala kronis. Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut adalah beberapa gejala diabetes yang perlu diperhatikan.

Gejala Awal

  • Poliuria, yaitu kondisi ketika seseorang sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengembalikan semua glukosa saat melewati ginjal, sehingga tubuh memproduksi lebih banyak urine.

  • Polidipsia, yaitu adalah kondisi ketika seseorang sering minum karena merasa sangat haus. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan akibat sering buang air kecil, sehingga timbul rasa haus yang berlebihan.

  • Polifagia, yaitu adalah kondisi ketika seseorang sering makan karena kelaparan. Jika tubuh tidak memproduksi cukup insulin, glukosa tidak dapat masuk ke sel dan energi menjadi terbatas. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa lapar yang berlebihan.

Gejala Akut (Tahap Lanjut)

  • Cepat mengalami kelelahan dan lemas tanpa penyebab yang jelas.

  • Penurunan berat badan yang drastis tanpa penyebab yang jelas. Dalam hitungan 2 sampai 4 minggu saja, berat badan penderita bisa turun 5 hingga 10 kg.

Gejala Kronis (Menahun)

  • Rasa kesemutan pada jari tangan dan kaki.

  • Terasa panas di kulit dan nyeri seperti tertusuk-tusuk.

  • Sering terjadi kram.

  • Gejala gangguan kulit, seperti badan terasa gatal-gatal berupa kulit merah dan menipis.

  • Sering merasa lelah dan mengantuk tanpa penyebab yang jelas.

  • Gangguan penglihatan (pandangan kabur).

  • Menurunnya kemampuan seksual pada pria.

  • Gatal-gatal di daerah kelamin pada wanita.

  • Gangguan pada kesehatan mulut dan gigi.

  • Jika terjadi luka, sulit untuk sembuh.

  • Jika dilakukan tes urine dan tes darah, keduanya menunjukkan nilai kadar gula dalam darah yang tinggi.

Gejala Tambahan Diabetes Tipe 1

Selain gejala umum di atas, diabetes tipe 1 juga dapat menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Penurunan berat badan yang drastis. Kehilangan berat badan dapat terjadi karena tubuh mulai membakar otot dan lemak untuk menghasilkan energi ketika tidak cukup glukosa yang masuk ke sel.

  • Mual dan muntah. Kehilangan energi dari pembakaran lemak dapat menyebabkan produksi keton yang meningkat dalam darah. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa mual dan muntah.

Gejala Tambahan Diabetes Tipe 2

Sementara pada diabetes tipe 2, Anda dapat melihat beberapa gejala berikut:

  • Muncul infeksi jamur. Kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh memberikan makanan bagi jamur. Jamur dapat tumbuh di area kulit yang hangat dan lembap, seperti di antara jari tangan dan kaki, di bawah payudara, atau di daerah genital.

  • Luka yang sulit sembuh. Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi aliran darah dan kerusakan saraf, sehingga memperlambat proses penyembuhan luka.

  • Nyeri atau mati rasa di kaki. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kerusakan saraf.

Penyebab Diabetes

Ilustrasi penyebab diabetes salah satunya konsumsi makanan manis dalam jangka waktu lama. Foto: Pexels

Diabetes bisa disebabkan oleh berbagai faktor tergantung pada jenisnya. Dirangkum dari laman National Institute of Health, berikut adalah beberapa penyebab diabetes sesuai jenisnya yang perlu diwaspadai.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Para ahli meyakini bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan dalam meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 1.

Hingga kini, penelitian masih terus berlangsung untuk memahami penyebab pasti dan cara mencegah atau memperlambat perkembangan diabetes tipe 1.

Penyebab Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 memiliki penyebab yang berkaitan dengan gaya hidup dan faktor genetik. Berikut beberapa faktor penyebabnya:

  • Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

  • Resistensi insulin, yaitu kondisi yang terjadi ketika sel-sel di otot, lemak, dan hati tidak menggunakan insulin dengan baik. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi insulin oleh pankreas. Seiring waktu, pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin, sehingga menyebabkan kenaikan gula darah.

  • Faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga. Beberapa kelompok ras atau etnis memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, seperti orang Afrika-Amerika, penduduk asli Alaska, dan kelompok etnis lainnya.

Penyebab Diabetes Gestasional

Berikut beberapa penyebab diabetes gestasional yang terjadi selama masa kehamilan:

  • Resistensi insulin selama kehamilan. Hormon yang diproduksi oleh plasenta selama kehamilan dapat menyebabkan resistensi insulin.

  • Kelebihan berat badan atau obesitas. Wanita yang obesitas mungkin mengalami resistensi insulin bahkan sebelum hamil.

  • Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan diabetes.

  • Produksi hormon selama kehamilan, seperti human placental lactogen (HPL) dan progesteron, dapat mengganggu pengaturan insulin tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat, terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Obat Diabetes di Apotik

Ilustrasi alat mengecek kadar gula darah untuk penderita diabetes di apotik. Foto: Unsplash

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah beragam jenis obat diabetes di apotik yang bisa digunakan.

1. Thiazolidinediones (Glitazone)

Obat pertama yang disarankan untuk dikonsumsi bagi pengidap diabetes adalah thiazolidinediones. Obat ini sendiri biasanya diperuntukkan bagi pasien diabetes melitus tipe 2 yang bekerja dengan cara membantu tubuh untuk menghasilkan lebih banyak insulin.

2. Metformin (Biguanid)

Obat metformin adalah jenis obat diabetes yang masuk ke dalam golongan biguanid. Obat ini paling sering diresepkan oleh dokter untuk pasien diabetes tipe 2.

Cara kerja dari metformin ini sendiri dengan menurunkan produksi glukosa di hati dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Pada akhirnya, tubuh pun bisa menggunakan insulin yang lebih efektif dan gula darah pun bisa lebih mudah untuk diserap oleh sel-sel yang ada di dalam tubuh.

3. Insulin

Penderita diabetes tipe 1 sudah pasti membutuhkan insulin untuk digunakan dalam kehidupan sehari-harinya. Namun, perlu untuk diketahui bahwa insulin sendiri terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:

  • Short acting insulin. Jenis insulin ini bekerja dengan sangat singkat dan memerlukan waktu selama 30-60 menit untuk bisa menjadi aktif di dalam darah.

  • Rapid acting insulin. Jenis insulin ini bekerja dengan cepat yakni 15 menit saja untuk menurunkan kadar gula darah, namun efek yang diberikan tidak terlalu lama.

  • Intermediate acting insulin. Insulin mulai bekerja pada 1-4 jam sejak penyuntikan dilakukan.

  • Long acting insulin. Jenis insulin ini bekerja dengan memerlukan waktu hingga 4 jam untuk sampai ke dalam aliran darah, tetapi bisa bertahan hingga 14-24 ham lamanya.

Cara Mengobati Diabetes secara Alami

Ilustrasi kayu manis dapat dimanfaatkan untuk mengatasi diabetes secara alami. Foto: Pexels

Tidak hanya menggunakan obat-obatan yang ada di apotek saja, gejala penyakit diabetes juga bisa dikendalikan dengan bantuan bahan-bahan alami.

Supaya lebih jelas, berikut beberapa bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi gejala diabetes, seperti yang dikutip dari WebMD.

1. Daun Belimbing Wuluh

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dari Kementerian Pertanian, daun belimbing wuluh merupakan salah satu bahan alami yang digunakan sebagai obat herbal yang ampuh untuk menyembuhkan sejumlah penyakit, salah satunya adalah diabetes.

Untuk mendapatkan manfaatnya, pengidap diabetes hanya perlu mencuci bersih daun belimbing wuluh, kemudian tumbuk dengan halus dan campurkan dengan air secukupnya. Setelah itu, minum tumbukan daun belimbing tersebut sebanyak dua kali sehari.

2. Kayu Manis

Air rebusan kayu manis dipercaya dapat membantu menurunkan kadar gula darah yang ada di dalam tubuh. Namun, kondisi ini hanya berlaku apabila pasien tersebut masih didiagnosis sebagai pengidap diabetes tahap awal.

Sebagai informasi, kandungan kayu manis yang bermanfaat untuk tubuh yakni minyak atsiri eugenol, safrole, cinnamaldehyde, tannin, flavonoid, kalsium, oksalat, dan damar.

3. Bengkoang

Bengkoang pada umumnya terkenal dalam dunia kecantikan sebagai bahan alami yang efektif untuk menjaga kesehatan kulit. Padahal, bengkoang juga memiliki segudang manfaat lainnya, yakni untuk mengobati diabetes.

Untuk penggunaannya, bengkoang dapat dikupas terlebih dahulu, kemudian dicuci hingga bersih, lalu diparut. Setelah itu, pengidap diabetes bisa langsung mengonsumsinya.

Baca Juga: Cara Mengecek Kadar Gula Darah bagi Penderita Diabetes

Cara Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ilustrasi melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala. Foto: Pexels

Mencegah diabetes dapat dilakukan sejak dini, seperti mengonsumsi makan-makanan bergizi, menghindari minuman manis, melakukan olahraga yang rutin, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa cara mencegah diabetes sejak dini yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Mengurangi asupan gula

  • Rutin berolahraga

  • Menghindari karbohidrat

  • Menjaga berat badan

  • Menjadikan air putih sebagai minuman utama

  • Kurangi konsumsi makanan instan

  • Beralih ke gandum dan konsumsi biji-bijian

  • Tidak begadang

  • Menerapkan pola makan yang sehat

  • Berhenti merokok

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa nama obat diabetes di apotik?

chevron-down

Obat pertama yang disarankan untuk dikonsumsi bagi pengidap diabetes adalah thiazolidinediones.

Apa nama obat diabetes yang paling ampuh?

chevron-down

Obat diabetes yang paling ampuh untuk diabetes adalah metformin, obat ini merupakan obat diabetes yang masuk ke dalam golongan biguanid.

Rebusan daun apa untuk mengobati diabetes?

chevron-down

Daun belimbing wuluh merupakan salah satu bahan alami yang digunakan sebagai obat herbal yang ampuh untuk menyembuhkan sejumlah penyakit, salah satunya adalah diabetes.