4 Cara Menghilangkan Keputihan secara Alami dan Permanen
ยทwaktu baca 5 menit

Bagaimana cara menghilangkan keputihan secara alami dan permanen? Keputihan adalah pengeluaran cairan yang berfungsi untuk menjaga kebersihan vagina agar bebas dari infeksi. Kondisi ini sebetulnya normal terjadi pada wanita, terutama pada masa ovulasi.
Mengutip jurnal Vaginal Discharge oleh Des Spence, dkk., keputihan merupakan cara tubuh menjaga agar vagina tetap lembap sebagai bagian dari mekanisme pembersihan diri. Cairan keputihan normal sifatnya lembap dan bertugas membersihkan sel-sel mati dan bakteri dari vagina.
Cairan ini terutama berasal dari kelenjar serviks (leher rahim) dan bersifat asam untuk melindungi diri dari infeksi. Hasil keasaman tersebut dibentuk oleh bakteri baik yang disebut dengan basil doderlein.
Dalam keadaan normal, jumlah bakteri tersebut cukup dominan dan membuat lingkungan vagina bersifat asam, sehingga vagina mengeluarkan sejumlah cairan guna melindungi diri terhadap infeksi. Keputihan dibagi menjadi dua jenis sesuai penyebabnya, yaitu:
Keputihan normal (bersifat fisiologis) adalah keputihan yang terjadi pada masa ovulasi, yaitu kurang lebih 12-14 hari setelah menstruasi. Keputihan ini juga terjadi pada saat wanita terangsang seksual atau mengalami stres emosional.
Keputihan abnormal (bersifat patologis) adalah keputihan yang disertai dengan gejala keluarnya lendir secara berlebihan, berwarna putih dan berbau, gatal, serta terkadang timbul rasa nyeri.
Cara menghilangkan keputihan pada dasarnya dapat dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Lebih jelasnya, simak informasinya di bawah ini.
Cara Menghilangkan Keputihan secara Alami dan Permanen
Cairan keputihan umumnya berwarna putih jernih atau agak seperti susu dan tidak berbau atau hanya sedikit memiliki bau yang kurang sedap. Karenanya, banyak wanita yang mencari cara menghilangkan keputihan secara alami dan permanen.
Keputihan adalah proses alami yang terjadi dalam tubuh. Karena itulah, hingga kini belum ada cara menghilangkan keputihan secara alami dan permanen. Sebab, keputihan bisa tetap muncul terutama pada masa ovulasi atau ketika tubuh mengalami infeksi.
Meskipun demikian, ada beberapa cara alami yang tetap bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya keputihan yang abnormal. Dikutip dari American Academy of Family Physicians, berikut beberapa cara menghilangkan keputihan secara alami yang dapat dilakukan:
1. Menjaga Kebersihan Vagina
Karena vagina merupakan daerah yang lembap, menjaga kebersihan vagina sangat penting untuk mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur. Beberapa cara yang bisa dilakukan di antaranya:
Mencuci bagian vulva (bagian luar vagina) setiap hari dan menjaga agar tetap kering untuk mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.
Saat menstruasi biasakan mengganti pembalut apabila sudah terasa basah dan lembab.
Menggunakan sabun non-parfum saat mandi untuk mencegah timbulnya iritasi pada vagina.
Menghindari penggunaan cairan pembersih kewanitaan yang mengandung deodoran dan bahan kimia terlalu berlebihan, karena hal itu dapat mengganggu pH cairan kewanitaan dan dapat merangsang munculnya jamur atau bakteri.
Setelah buang air besar, bersihkan dengan air dan keringkan dari arah depan ke belakang untuk mencegah penyebaran bakteri dari anus ke vagina.
Menjaga kuku tetap bersih dan pendek. Kuku dapat terinfeksi jamur Candida akibat garukan pada kulit yang terinfeksi. Candida yang tertimbun di bawah kuku tersebut dapat menular ke vagina saat mandi atau membersihkan selangkangan.
2. Menggunakan Bahan-Bahan Alami
Ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk menghilangkan keputihan. Beberapa bahan alami tersebut di antaranya:
Minyak kelapa. Minyak kelapa diduga efektif untuk melindungi vagina dari infeksi jamur. Untuk menggunakannya, cukup mengoleskan minyak kelapa murni langsung ke area vagina sehabis mandi selama 15 menit, lalu bilas dengan air mengalir.
Lidah buaya. Lidah buaya memiliki efek antiradang, antioksidan, dan antibakteri yang digunakan untuk mengatasi keputihan. Cara penggunaannya cukup dengan mengoleskan gel lidah buaya di kulit sekitar vagina dan diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, bilas dengan air mengalir.
Yogurt. Yogurt sarat dengan bakteri baik yang bisa membantu menghilangkan keputihan dan bau tidak sedap dari vagina. Konsumsi yogurt sebagai camilan secara rutin dapat membantu mengatasi keputihan.
3. Memperhatikan Pakaian
Selain menjaga kebersihan vagina, pakaian yang dipakai setiap hari juga harus diperhatikan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait masalah pakaian antara lain:
Apabila celana dalam yang dipakai sudah terasa lembap, sebaiknya segera diganti dengan yang kering dan bersih. Minimal sehari dua kali.
Menghindari pemakaian pakaian dalam atau celana panjang yang terlalu ketat karena dapat meningkatkan kelembapan organ kewanitaan.
Tidak duduk dengan pakaian basah, misalnya selesai olahraga dan selesai renang karena jamur lebih senang pada lingkungan yang basah dan lembap.
Menggunakan pakaian dalam dari bahan katun karena katun menyerap kelembapan dan menjaga agar sirkulasi udara tetap terjaga.
4. Mengatur Gaya Hidup
Gaya hidup yang sehat berperan penting dalam mengurangi keputihan dan melindungi tubuh dari infeksi yang dapat menyebabkan keputihan abnormal. Mengutip jurnal Vaginal Discharge: Evaluation and Management in Primary Care oleh Michelle Sim, dkk., beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
Menghindari seks bebas atau berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan alat pelindung seperti kondom.
Mengendalikan stres, termasuk melakukan meditasi dan yoga.
Rajin berolahraga agar stamina tubuh meningkat untuk melawan serangan infeksi.
Mengonsumsi diet yang tinggi protein. Mengurangi makanan tinggi gula dan karbohidrat karena dapat mengakibatkan pertumbuhan bakteri yang merugikan.
Mengonsumsi air putih yang cukup agar tubuh terhidrasi dan terhindar dari infeksi vagina.
Menjaga berat badan tetap ideal dan seimbang. Kegemukan dapat membuat kedua paha tertutup rapat sehingga mengganggu sirkulasi udara dan meningkatkan kelembapan di sekitar vagina.
Apabila mengalami keputihan dan mendapatkan pengobatan antibiotik oral (yang diminum) sebaiknya mengonsumsi antibiotik tersebut sampai habis sesuai dengan yang diresepkan agar bakteri tidak kebal dan keputihan tidak datang lagi.
Baca Juga: Makanan Penyebab Keputihan yang Harus Dihindari, Apa Saja?
Apakah Keputihan Tidak Normal Bisa Sembuh dengan Sendirinya?
Berbeda dengan keputihan normal yang berwarna jernih dan tidak berbau, keputihan tidak normal biasanya disertai dengan beberapa gejala. Beberapa gejala keputihan tidak normal karena faktor patologis, antara lain:
Cairan yang keluar bersifat keruh dan kental
Berwarna putih susu, kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan
Terasa gatal
Berbau tidak sedap, busuk, atau amis
Menyisakan bercak pada pakaian dalam
Jumlahnya banyak
Sebagian besar keputihan tidak perlu diobati dan bisa sembuh dengan sendirinya. Misalnya, keputihan karena ovulasi, menjelang menstruasi, atau kehamilan.
Namun, jika keputihan muncul disertai dengan gejala di atas, maka kondisi tersebut tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Keputihan tidak normal dapat mengindikasikan adanya infeksi vagina, seperti infeksi jamur dan bakteri.
Selain itu, keputihan yang tidak normal juga bisa menjadi tanda dari kanker serviks dan penyakit menular seksual. Karenanya, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui pasti penyebab terjadinya keputihan tersebut. Pengobatan tergantung dengan penyebab yang mendasarinya.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu keputihan?

Apa itu keputihan?
Keputihan adalah pengeluaran cairan yang berfungsi untuk menjaga kebersihan vagina agar bebas dari infeksi.
Keputihan normal itu seperti apa?

Keputihan normal itu seperti apa?
Keputihan normal (bersifat fisiologis) adalah keputihan yang terjadi pada masa ovulasi, yaitu kurang lebih 12-14 hari setelah menstruasi.
Apa yang dimaksud dengan keputihan abnormal?

Apa yang dimaksud dengan keputihan abnormal?
Keputihan abnormal (bersifat patologis) adalah keputihan yang disertai dengan gejala keluarnya lendir secara berlebihan, berwarna putih dan berbau, gatal, serta terkadang timbul rasa nyeri.
