4 Ciri-Ciri Darah Haid yang Tidak Normal yang Harus Diketahui
ยทwaktu baca 5 menit

Darah haid dapat menggambarkan kondisi kesehatan. Jika ciri-ciri darah haid yang tidak normal dimiliki oleh seorang wanita, hal ini bisa menjadi pertanda adanya penyakit atau gangguan yang sedang diderita.
Darah haid adalah darah yang bercampur dengan jaringan dari dinding rahim yang luruh setelah ovulasi. Darah ini akan dikeluarkan saat periode menstruasi dimulai.
Darah haid akan mengalami perubahan, dari segi warna, jumlah, dan konsistensi selama siklus menstruasi. Hal tersebut menyebabkan seseorang sulit mengetahui ciri-ciri darah haid yang tidak normal.
Untuk mengenali tanda darah haid abnormal, simak ulasan mengenai ciri-ciri darah haid yang tidak normal di bawah ini.
Ciri-Ciri Darah Haid yang Tidak Normal
Mengutip dari jurnal Proteomic Analysis of Menstrual Blood oleh Heyi Yang, dkk, darah menstruasi adalah cairan tubuh yang kompleks dan terdiri dari darah, sekresi vagina, dan sel-sel endometrium dinding rahim. Cairan ini memiliki warna, konsistensi, dan jumlah yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi rahim seseorang.
Pada menstruasi abnormal, darah haid akan tampak berbeda dari biasanya. Adapun ciri-ciri darah yang tidak normal adalah sebagai berikut.
1. Memiliki Warna yang Abnormal
Warna haid yang normal pada umumnya adalah merah muda, merah terang, dan coklat tua. Pada kondisi tertentu, warna darah haid akan mengalami perubahan dan tampak berwarna:
Hitam: darah haid bisa berwarna hitam pada periode awal atau akhir menstruasi. Darah hitam juga dapat menjadi pertanda adanya penyumbatan dalam vagina. Kondisi ini biasanya disertai dengan keputihan berbau busuk, demam, kesulitan untuk buang air kecil, dan vagina terasa gatal dan bengkak.
Merah muda: merah muda adalah warna darah haid yang normal dan biasanya bercampur dengan cairan serviks. Namun, kondisi ini juga mengindikasikan adanya gangguan gizi dan darah.
Abu-abu: warna darah haid yang tampak abu-abu mengindikasikan adanya gangguan bakteri pada vagina, seperti vaginosis bakteri.
Oranye: darah haid yang berwarna oranye disebabkan oleh bercampurnya darah haid dan cairan pada serviks. Namun, kondisi ini juga bisa menandakan adanya infeksi, terlebih jika disertai dengan gejala gatal, keputihan berbau busuk, dan rasa tidak nyaman pada vagina.
Hijau: darah haid yang tampak kehijauan bisa menjadi pertanda terjadinya infeksi pada organ intim wanita.
2. Menggumpal dalam Ukuran yang Besar
Darah haid mengandung potongan dan lapisan rahim yang tidak diperlukan. Hal ini membuat darah haid tampak menggumpal.
Namun, jika gumpalan darah haid menjadi lebih besar dari biasanya, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada organ intim wanita.
Gumpalan darah haid yang memiliki ukuran lebih dari 1 inchi mungkin merupakan gejala dari fibroid rahim, polip rahim, kanker, ketidakseimbangan hormon, endometriosis, keguguran dan kehamilan ektopik.
3. Keluar dalam Jumlah yang Banyak
Pendarahan hebat pada saat menstruasi merupakan salah satu ciri-ciri darah haid yang tidak normal. Kondisi ini merupakan gejala dari menorrhagia, yakni suatu kondisi ketika terjadinya pendarahan menstruasi yang luar biasa berat dan berlangsung lebih dari 7 haid.
Dalam ulasan Heavy Periods: Overview oleh Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG), menstruasi yang normal biasanya akan mengeluarkan 60 ml per satu kali periode. Namun, pada menstruasi abnormal, tubuh dapat mengeluarkan darah lebih banyak dari biasanya.
Pendarahan pada menstruasi abnormal pada umumnya mengharuskan seseorang untuk mengganti tampon atau pembalutnya kurang dari 2 jam sekali.
4. Disertai dengan Gejala Menstruasi yang Parah
Jika darah haid yang keluar disertai dengan gejala menstruasi yang parah dan intens, kondisi ini bisa mengindikasikan menstruasi yang sedang berlangsung tergolong abnormal.
Wanita pada umumnya akan merasakan sejumlah gejala, seperti kram perut. Namun, pada kondisi yang tidak normal, seseorang bisa merasakan kram perut yang hebat, pendarahan, perubahan pada payudara, mual dan muntah, serta diare atau sembelit.
Cara Membedakan Darah Haid dan Darah Penyakit
Darah haid adalah darah yang keluar saat siklus menstruasi. Namun, pada beberapa kondisi, vagina bisa mengeluarkan di luar siklus menstruasi ataupun tidak disebabkan oleh kehamilan.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan, di antaranya:
Cedera: ketika mengalami benturan, hantaman, dan tekanan yang keras, vagina akan mengalami pendarahan
Penyakit menular seksual: infeksi jamur, bakteri, dan virus pada vagina bisa menyebabkan vagina mengeluarkan darah dan beberapa gejala lainnya, seperti nyeri panggul, keputihan berbau tidak sedap, dan sakit perut
Endometriosis: kondisi ketika endometrium tumbuh di luar rahim. Kondisi ini menyebabkan vagina mengeluarkan darah dengan jumlah sedikit
Kanker: beberapa jenis kanker bisa menyebabkan pendarahan pada vagina. Contohnya adalah kanker rahim, kanker serviks, kanker ovarium, dan kanker vagina.
Beberapa penyakit di atas dapat menyebabkan pendarahan pada vagina. Untuk membedakan darah haid dan darah penyakit, seseorang perlu memperhatikan tampilan fisik dari darah tersebut dan siklus menstruasinya.
Berikut beberapa perbedaan darah vagina dan darah penyakit:
Darah haid umumnya memiliki warna yang beragam, seperti merah gelap dan coklat, sedangkan darah penyakit berwarna merah segar
Darah haid biasanya menggumpal, sedangkan darah penyakit cenderung cair dan mudah luruh
Darah haid mempunyai tekstur yang kental, sedangkan darah penyakit bertekstur encer dan lunak
Darah haid beraroma tidak sedap, sedangkan darah penyakit memiliki bau seperti darah segar
Darah haid disertai dengan gejala menstruasi yang umum, sedangkan darah penyakit memiliki gejala yang beragam, tergantung pada jenis penyakit yang mendasarinya
Darah haid yang normal biasanya berwarna merah, merah muda, coklat tua hingga hitam. Dalam kondisi tertentu, darah haid bisa tampak berbeda dari biasanya.
Jika terjadi pendarahan hebat, darah haid tampak berbeda, dan disertai dengan gejala yang parah, silakan periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan medis terkait kondisi yang dimiliki.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu darah haid?

Apa itu darah haid?
Darah haid adalah darah yang bercampur dengan jaringan dari dinding rahim yang luruh setelah ovulasi.
Apa warna darah haid yang normal?

Apa warna darah haid yang normal?
Warna haid yang normal pada umumnya adalah merah muda, merah terang, dan coklat tua.
Berapa banyak darah yang keluar saat menstruasi?

Berapa banyak darah yang keluar saat menstruasi?
Menstruasi yang normal biasanya akan mengeluarkan 60 ml per satu kali periode.
