Mengenal Siklus Menstruasi Normal pada Wanita, Ini Penjelasannya
ยทwaktu baca 4 menit

Siklus menstruasi normal pada wanita biasanya terjadi berkisar dari 21 hari hingga 35 hari. Namun siklus ini dapat berubah-ubah tergantung dari usia dan hormonnya. Oleh karena itu, siklus menstruasi bersifat kompleks dan memiliki berbagai macam karakteristik yang perlu diketahui.
Adapun beberapa penyebab siklus menstruasi tidak teratur yang wajib diwaspadai, mulai dari perubahan metode kontrasepsi, ketidakseimbangan hormon, perubahan hormonal di sekitar masa menopause, dan lain sebagainya.
Ingin tahu informasi lebih lengkap tentang siklus menstruasi? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Siklus Menstruasi Normal
Siklus menstruasi adalah jarak antara menstruasi pada bulan kemarin ke menstruasi bulan ini. Menurut laman Cleveland Clinic, siklus menstruasi normal terjadi rata-rata setiap 28 hari. Tetapi, bisa juga dapat terjadi di antara 21 hari hingga 35 hari.
Ketika seorang wanita baru saja mengalami menstruasi, maka selama beberapa tahun ketika menstruasinya dimulai, mereka akan mengalami siklus menstruasi yang cukup panjang. Namun, seiring bertambahnya usia, siklus tersebut akan memendek dan menjadi lebih teratur.
Menstruasi normal sebetulnya memiliki beberapa karakteristik. Menyadur Ginekolog Karmon James, berikut beberapa karakteristiknya.
Periode siklus menstruasi normal berlangsung pada 24 hingga 35 hari.
Fase menstruasi terjadi selama 4 hingga 8 hari.
Darah yang keluar tak lebih dari 80 mililiter (sekitar 2,7 ons) dalam 1 fase haid.
Lebih lanjut, apabila darah menstruasi memenuhi pembalut hanya dalam waktu 1 jam selama lebih dari 2 jam berturut-turut, kondisi tersebut patut dicurigai, karena bisa saja menjadi salah satu ciri-ciri dari menstruasi tidak teratur.
Lantas, apa saja faktor yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi normal? Menyadur laman WebMD, berikut informasi lengkapnya.
1. Warna darah
Darah haid yang normal pada umumnya memiliki warna terang. Warna merah terang ini dapat terlihat pada hari menstruasi pertama dan kedua.
Hal ini karena darah yang keluar di awal masih segar dan deras. Nantinya di hari-hari terakhir menstruasi, darah akan berubah menjadi kecoklatan.
2. Lamanya waktu haid
Selain warna darah, siklus menstruasi normal juga dapat dilihat dari lamanya waktu haid. Seperti yang sudah disebutkan, wanita normalnya mengalami menstruasi selama 3 sampai 7 hari. Namun, ada beberapa orang yang mengalami haid selama 2 hari saja.
Sebetulnya, variasi lamanya waktu haid ini tergantung dari banyaknya darah yang dikeluarkan. Apabila terjadi selama 2 hari, umumnya darah yang dikeluarkan lebih banyak.
3. Gejala yang dialami
Umumnya, menstruasi mengalami beberapa gejala, mulai dari perut kembung, kram pada perut bagian bawah, kesulitan untuk tidur, hingga payudara mulai sensitif. Gejala ini dapat muncul beberapa hari menjelang haid dan dapat mereda ketika memasuki hari pertama menstruasi.
Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Umumnya, siklus haid akan datang teratur dan dengan durasi yang kurang lebih sama. Namun pada sebagian wanita, haid bisa saja datang dengan tidak teratur.
Kondisi ini yang perlu diperhatikan, sebab ada banyak penyebab siklus menstruasi tidak teratur, salah satunya adalah munculnya penyakit PCOS.
Menyadur laman National Health Service, berikut beberapa penyebab siklus menstruasi tidak teratur yang perlu untuk diwaspadai.
1. Alat kontrasepsi
Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan oleh pengaruh alat kontrasepsi yang digunakan. Bahkan tidak sedikit seseorang yang menggunakan alat kontrasepsi yang memiliki siklus haid semakin panjang atau tidak haid sama sekali.
2. PCOS
PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah suatu kondisi ketika sejumlah kantong kecil berisi cairan yang dikenal sebagai kista berkembang di ovarium. Seseorang yang mengalami PCOS, ia tidak bisa melepaskan sel telur yang dimilikinya setiap bulan.
Perlu diketahui, wanita dengan PCOS memiliki tingkat hormon seks pria, androgen, hingga testosteron yang tinggi. Testosteron sendiri dapat meningkat melebihi batas normal, di mana seharusnya wanita hanya memiliki sedikit testosteron.
Kondisi pelepasan sel telur yang tidak normal ini menyebabkan berhentinya menstruasi atau menstruasi dengan darah yang sedikit.
3. Masalah pada kelenjar tiroid
Kelanjar tiroid adalah kelenjar yang berada di bagian leher ini memproduksi hormon yang dapat mengatur metabolisme tubuh termasuk siklus haid. Apabila kelenjar ini mengalami gangguan, kondisi ini mengganggu aktivitas menstruasi. Untuk memastikan tidak teraturnya menstruasi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
4. Gaya hidup yang kurang sehat
Merokok dan mengonsumsi alkohol ternyata dapat mengganggu kesehatan seseorang. Sebab, kebiasaan atau gaya hidup yang seperti ini dapat mengacaukan siklus haid menjadi tidak teratur.
5. Olahraga yang berlebihan
Selain karena gaya hidup, siklus menstruasi yang tidak teratur juga bisa disebabkan oleh olahraga yang berlebihan.
Olahraga memang menjadi kegiatan yang disarankan untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi jika dilakukan secara berlebihan, tubuh akan menghasilkan hormon-hormon yang berlawanan dengan hormon reproduksi yaitu estrogen dan progesteron.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Siklus haid yang teratur seperti apa?

Siklus haid yang teratur seperti apa?
Siklus menstruasi normal pada wanita biasanya terjadi berkisar dari 21 hari hingga 35 hari.
Apa yang membuat haid tidak teratur?

Apa yang membuat haid tidak teratur?
Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan oleh pengaruh alat kontrasepsi yang digunakan.
Berapa siklus haid normal?

Berapa siklus haid normal?
Seperti yang sudah disebutkan, wanita normalnya mengalami menstruasi selama 3 sampai 7 hari.
