Kumparan Logo
Konten Media Partner

4 Makanan yang Bisa Mencegah Batu Ginjal

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi makanan penghancur batu ginjal. Foto: Dan Gold/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan penghancur batu ginjal. Foto: Dan Gold/unsplash

Daftar isi

Bagi beberapa orang, mengonsumsi makanan yang bisa mencegah batu ginjal dapat membantu menghancurkan batu yang kemudian larut dan keluar saat buang air kecil. Air putih menjadi salah satu jenis minuman yang wajib dikonsumsi bagi penderita batu ginjal.

Penyakit batu ginjal adalah kumpulan kristal yang biasanya terbentuk di dalam ginjal dan menjadi penyakit saluran kemih yang paling umum. Pencegahan penyakit batu ginjal perlu diperhatikan dalam kesehatan manusia.

Pencegahan tersebut membutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme yang terlibat dalam pembentukan batu. Salah satu bentuk pencegahannya adalah mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Makanan yang Bisa Mencegah Batu Ginjal

Mengutip jurnal Medical and Dietary Therapy for Kidney Stone Prevention karya Zeynep Gul dan Manoj Monga, tingginya tingkat kekambuhan menunjukkan bahwa ada banyak kesalahpahaman tentang cara mencegah pembentukan batu.

Faktanya, jenis makanan berikut merupakan makanan untuk mencegah penyakit batu ginjal, bukan sebagai penghancur batu ginjal. Jenis batu ginjal yang paling umum adalah kalsium oksalat yang membentuk plak Randall di papiler ginjal.

Sehingga, jenis makanan yang mengandung tinggi oksalat dapat dihindari. Berikut ini adalah rekomendasi makanan untuk mencegah batu ginjal berdasarkan khasiatnya:

1. Hidrasi

Ilustrasi mengonsumsi makanan yang mencegah batu ginjal. Foto: Boxed Water Is Better/unsplash

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan asupan cairan mengurangi risiko pembentukan batu. Dengan asupan cairan yang rendah, haluaran urine menurun dan aliran urine lebih lambat. Sehingga, keduanya meningkatkan risiko pembentukan batu.

Pedoman saat ini merekomendasikan minum cukup cairan untuk menghasilkan setidaknya 2,5 L urine setiap hari. Hampir semua minuman bisa dikonsumsi, termasuk kopi dan teh dengan rekomendasi batas maksimal 400 mg kafein setiap hari, setara dengan sekitar empat cangkir kopi.

Selain itu, ada beberapa minuman yang harus dihindari, seperti jus tomat, jeruk bali, dan cranberry. Hal ini karena jus tomat mengandung sodium yang tinggi sedangkan jeruk bali dan cranberry kaya akan oksalat.

2. Asam Sitrat

Mengonsumsi jus buah mencegah pembentukan batu. Tidak hanya karena meningkatkan volume urine tetapi juga karena tinggi kalium dan asam sitrat. Sitrat mencegah pembentukan batu dengan dua mekanisme.

Pertama, ia mengikat kalsium urine, sehingga mengurangi kejenuhan urine. Selain itu, mengikat kristal kalsium oksalat dan mencegah pertumbuhan kristal.

Pasien dengan sitrat urine rendah harus didorong untuk meningkatkan konsumsi makanan tinggi asam sitrat, seperti lemon, jeruk, dan jeruk nipis sebanyak empat ons per hari telah terbukti secara signifikan meningkatkan kadar sitrat urine tanpa meningkatkan kadar oksalat.

3. Kalsium

Dengan asupan kalsium yang rendah, menyebabkan tidak cukup kalsium di saluran pencernaan untuk mengikat oksalat. Sehingga, penyerapan oksalat dan ekskresi oksalat urine lebih meningkat. Sumber makanan kalsium yang dapat dikonsumsi seperti produk susu, susu kedelai, tahu, sereal, sarden dengan tulang dan almond.

Target asupan kalsium adalah 1.200 mg, yang setara dengan empat gelas 8 ons susu. Kalsium makanan lebih disukai daripada suplemen kalsium karena suplemen dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko pembentukan batu.

4. Vitamin dan Minyak Ikan

Vitamin B-6 (piridoksin), di sisi lain, dapat mengurangi oksalat urine. Makanan tinggi vitamin B-6 termasuk pisang, alpukat, kedelai, mangga, oatmeal, dan sereal sangat direkomendasikan. Studi telah menunjukkan hubungan terbalik antara asupan vitamin B-6 dan risiko pembentukan batu.

Tak hanya itu, mengonsumsi 1.200 mg/hari minyak ikan telah dikaitkan dengan penurunan yang signifikan dalam konsentrasi kalsium dan oksalat urine, serta peningkatan konsentrasi sitrat urine. Jenis minyak nabati dan hewani termasuk salmon, tuna, mackerel, sarden, kenari, biji rami, dan minyak canola adalah sumber Omega-3.

Cara Menghancurkan Batu Ginjal secara Medis

Ilustrasi penghancuran batu ginjal secara medis. Foto: Irwan Iwe/unsplash

Terdapat beberapa cara menghancurkan batu ginjal yang dilakukan secara medis. Mengutip buku Panduan Penatalaksanaan Klinis Batu Saluran Kemih Edisi ke-1 yang disusun oleh Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI), di antaranya sebagai berikut:

1. Nefrolitotomi Perkutan (PNL)

Prosedur bedah PNL adalah salah satu pilihan jika batu dalam ukuran besar atau jika prosedur lain gagal memecahnya. Nantinya, akan digunakan tabung tipis yang dimasukkan melalui kulit pasien untuk mencapai batu dan kemudian mengangkat (nefrolitotomi) atau memecahkannya (nefro litotripsi).

2. Litotripsi Gelombang Kejut (SWL)

Prosedur ini merupakan perawatan yang paling umum di negara Amerika Serikat dan dinilai bekerja paling baik untuk menghancurkan batu kecil atau sedang. Nantinya, akan ada arahan mengenai gelombang suara berenergi tinggi untuk memecah batu ginjal menjadi potongan-potongan kecil.

Gelombang kejut datang dari luar tubuh, itulah sebabnya prosedur ini disebut SWL ekstrakorporeal. Pasien akan diberikan obat agar tidak terbangun atau merasa sakit dan memungkinkannya untuk tinggal di rumah sakit selama 1-2 hari.

3. Ureterorenoskopi

Terakhir, penghancuran batu ginjal yang dilakukan dengan memasukkan alat tipis dan lentur melalui uretra, kandung kemih, dan kemudian ke ureter pasien untuk mencapai batu. Jika batunya kecil, mereka bisa menggunakan keranjang untuk mengeluarkannya. Jika batu lebih besar, laser yang melewati alat tersebut dapat memecahnya.

Penyebab Batu Ginjal

Batu ginjal paling mungkin terjadi pada orang berusia antara 20 hingga 50 tahun. Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko terkena batu. Lebih banyak pria dibandingkan wanita yang mengembangkan batu ginjal, menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK).

Riwayat batu ginjal dapat meningkatkan risiko, begitu juga dengan riwayat keluarga dengan batu ginjal. Berikut adalah penyebab batu ginjal paling umum, yang dilansir dari situs Healthline:

  • Dehidrasi

  • Kegemukan

  • Diet dengan kadar protein, garam, atau glukosa yang tinggi

  • Kondisi hiperparatiroid

  • Operasi bypass lambung

  • Penyakit radang usus yang meningkatkan penyerapan kalsium

  • Minum obat seperti diuretik triamterene, obat anti kejang, dan antasida berbasis kalsium

Batu ginjal dapat menyebabkan rasa sakit yang parah. Gejala batu ginjal mungkin tidak terjadi sampai batu mulai bergerak ke bawah ureter. Sakit parah ini disebut kolik ginjal yang memungkinkan mengalami nyeri di satu sisi punggung atau bagian perut.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAN)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud batu ginjal?

chevron-down

Batu ginjal adalah penyakit yang menyebabkan kumpulan kristal dan biasanya terbentuk di dalam ginjal.

Apa yang dimaksud Ureterorenoskopi?

chevron-down

Penghancuran batu ginjal yang dilakukan dengan memasukkan alat tipis dan lentur melalui uretra, kandung kemih, dan kemudian ke ureter pasien untuk mencapai batu.

Apa penyebab batu ginjal?

chevron-down

Dehidrasi, kegemukan, diet dengan kadar protein, garam, atau glukosa yang tinggi, kondisi hiperparatiroid, minum obat seperti diuretik triamterene, obat anti kejang, dan antasida berbasis kalsium.