4 Obat Vertigo di Apotik yang Ampuh Meredakan Gejala
·waktu baca 9 menit

Vertigo adalah gangguan neurologis yang menyebabkan gejala muntah, mual, hingga sakit kepala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mengatasi kondisi ini, ada beberapa obat vertigo di apotik yang ampuh meredakan gejala, seperti obat antihistamin hingga betahistine.
Vertigo bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti migrain, penggunaan obat-obatan tertentu, aritmia, cedera kepala, stroke, infeksi pada bagian otak atau telinga, dan lain-lain.
Ingin tahu lebih lengkap apa saja rekomendasi obat vertigo di apotek dan pantangannya? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Gejala Vertigo
Vertigo adalah gangguan yang membuat seseorang merasa seperti lingkungan sekitarnya berputar atau bergerak secara tidak wajar. Menurut Mayo Clinic, gejala vertigo biasanya dipicu oleh perubahan posisi kepala atau pergerakan tertentu.
Adapun beberapa gejala vertigo yang bisa dirasakan penderita, yaitu:
Sensasi pusing dan sakit kepala
Merasa seolah-olah lingkungan di sekitar berputar-putar
Tidak seimbang atau goyah ketika berdiri atau berjalan
Sensasi seperti ditarik atau tertarik ke satu arah tertentu
Selain gejala utama di atas, vertigo sering kali disertai dengan gejala lain, seperti:
Mual dan muntah
Nistagmus atau gangguan penglihatan di mana bola mata bergerak secara tidak terkendali dan berulang
Berkeringat berlebihan selama serangan vertigo
Tinnitus atau telinga berdenging
Perasaan mabuk dan tidak nyaman
Telinga terasa penuh atau tertekan
Penyebab Vertigo
Vertigo terbagi menjadi dua jenis, yaitu vertigo perifer dan sentral. Kedua jenis vertigo ini memiliki penyebab yang berbeda.
Dikutip dari laman Penn Medicine, berikut adalah penyebab vertigo sesuai dengan jenisnya.
Penyebab Vertigo Perifer
Vertigo perifer disebabkan oleh gangguan keseimbangan pada telinga bagian dalam dan saraf vestibular yang mengontrol keseimbangan. Beberapa penyebab umum vertigo perifer meliputi:
BPPV atau benign paroxysmal positional vertigo, yaitu kelainan pada telinga bagian dalam. Vertigo ini terjadi ketika seseorang secara tiba-tiba mengubah posisi kepala, misalnya ketika bangun tidur atau berdiri dengan cepat. Pusing yang terjadi akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa menit.
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik aminoglikosida, cisplatin, diuretik, atau salisilat, dapat merusak struktur di telinga bagian dalam dan menyebabkan vertigo.
Cedera kepala atau cedera pada daerah telinga bagian dalam bisa memengaruhi keseimbangan dan menyebabkan vertigo.
Neuronitis vestibular, yaitu peradangan pada saraf vestibular yang menghubungkan telinga bagian dalam ke batang otak. Gangguan ini ditandai dengan sensasi berputar yang konstan dan dapat membuat penderita tidak bisa beraktivitas.
Labirinitis, yaitu kondisi di mana telinga bagian dalam mengalami peradangan atau infeksi. Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan tubuh dan menyebabkan vertigo.
Penyakit Meniere, yaitu kondisi yang mengakibatkan penumpukan cairan di telinga bagian dalam. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan menyebabkan serangan vertigo berulang.
Tekanan pada saraf vestibular, biasanya akibat tumor non-kanker seperti meningioma atau schwannoma, dapat memengaruhi keseimbangan dan menyebabkan vertigo.
Penyebab Vertigo Sentral
Vertigo sentral disebabkan oleh gangguan pada otak kecil yang terletak di belakang otak besar atau batang otak. Beberapa penyebab vertigo sentral meliputi:
Gangguan pada pembuluh darah, seperti aterosklerosis atau penyakit vaskular serebral, dapat mempengaruhi aliran darah ke otak dan menyebabkan vertigo.
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antikonvulsan, aspirin, atau alkohol, dapat menyebabkan vertigo sebagai efek samping.
Sklerosis ganda, yaitu penyakit autoimun yang dapat memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan berbagai gejala, termasuk vertigo.
Stroke yang memengaruhi daerah otak tertentu dapat menyebabkan vertigo dan gejala neurologis lainnya.
Tumor yang berkembang di area otak tertentu dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan menyebabkan vertigo.
Migrain vestibular, yaitu jenis migrain yang menyebabkan vertigo bersama dengan gejala sakit kepala. Vertigo ini bisa berlangsung dalam beberapa menit hingga beberapa hari.
Obat Vertigo di Apotik
Vertigo adalah salah satu kondisi yang bisa menyerang siapa saja dan terjadi secara tiba-tiba. Gejala vertigo ditandai dengan munculnya rasa pusing serta tubuh yang terasa berputar. Kondisi-kondisi tersebut yang menyebabkan terhambatnya aktivitas sehari-hari.
Vertigo bisa berlangsung selama beberapa jam saja. Namun, kondisi ini perlu segera ditangani apabila frekuensi vertigo yang dirasakan mulai meningkat. Sebab, ada beberapa masalah kesehatan berbahaya yang diawali dengan vertigo, salah satunya adalah stroke.
Lantas, apa saja obat vertigo di apotik yang ampuh untuk meredakan gejala? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Obat Antihistamin
Menurut jurnal Vertigo yang disusun oleh Stanton M dan Freeman AM, salah satu obat vertigo yang dapat dikonsumsi adalah obat antihistamin.
Obat ini dapat digunakan untuk meringankan gejala mual, muntah, dan vertigo yang tergolong ringan. Antihistamin bekerja dengan cara memblokir efek dari zat kimia yang disebut histamin.
Obat antihistamin dapat mencegah respons histamin pada ujung saraf sensorik dan pembuluh darah, sehingga efektif dalam meredakan gejala vertigo.
Adapun beberapa jenis obat antihistamin yang dapat digunakan untuk mengobati gejala vertigo, di antaranya:
Meclizine, obat antihistamin yang digunakan untuk mengurangi gejala vertigo yang disebabkan oleh permasalahan di telinga dalam.
Promethazine adalah jenis obat antihistamin yang dapat digunakan untuk meringankan vertigo.
Dimenhydrinate, obat antihistamin yang dapat menekan rasa pusing, mual, dan muntah yang dirasakan oleh penderita vertigo.
2. Obat Benzodiazepine
Obat vertigo di apotek yang selanjutnya adalah obat benzodiazepine. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati vertigo yang disebabkan oleh gangguan kecemasan.
Dalam laman Drugs, obat benzodiazepine bekerja dengan cara mendukung aktivitas gamma-aminobutyric acid (GABA).
Sebagai informasi, GABA adalah neurotransmitter yang berfungsi untuk mengurangi keaktifan dari sel saraf yang ada di otak, sehingga menimbulkan efek lebih tenang.
3. Difenhidramin
Menyadur laman National Health Service, difenhidramin adalah jenis obat antihistamin yang dapat digunakan untuk meringankan gejala pusing dan mual saat vertigo. Obat ini dapat dibeli secara bebas di apotek, namun tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.
4. Betahistin
Obat selanjutnya yang dapat dikonsumsi adalah betahistine. Obat ini termasuk ke dalam jenis obat-obatan yang biasa digunakan untuk kasus vertigo yang berat, khususnya kasus vertigo yang disebabkan oleh penyakit Meniere.
Cara kerja obat betahistin ini dengan melancarkan aliran darah di sekitar sistem vestibular, sehingga dapat mengatur keseimbangan tubuh dengan baik. Sama seperti obat-obat sebelumnya, betahistin sebaiknya dikonsumsi dengan resep dokter.
Selain menggunakan obat-obatan dari apotek, vertigo juga dapat diredakan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami, di antaranya teh jahe, almon, ginkgo biloba, dan lain sebagainya.
Pantangan Vertigo
Pantangan untuk pengidap vertigo pada umumnya berhubungan dengan makanan-makanan yang akan dikonsumsi. Sebab, tidak jarang vertigo disebabkan oleh makanan, mulai dari makanan tinggi gula, minuman beralkohol, hingga makanan tinggi garam.
Supaya lebih jelas, berikut beberapa pantangan vertigo seperti yang sudah dijelaskan dalam laman Livestrong.
1. Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Pantangan vertigo yang pertama adalah makanan dan minuman yang tinggi gula, terlebih gula sederhana dan terlalu manis, seperti roti, permen, dan sirup fruktosa.
Pilihan jenis karbohidrat yang sebaiknya dikonsumsi salah satunya adalah karbohidrat kompleks, seperti gandum utuh, nasi merah, hingga brokoli.
2. Makanan yang Mengandung Tiramin
Tiramin adalah asam amino yang diketahui dapat memicu migrain, serta kondisi lain yang dapat menyebabkan pusing dan vertigo. Makanan yang mengandung tiramin ini, di antaranya anggur merah, hati ayam, serta daging asap.
3. Alkohol
Menurut laman WebMD, alkohol termasuk ke dalam minuman yang sebaiknya dihindari oleh pengidap vertigo.
Hal ini karena konsumsi alkohol yang berlebihan dapat memengaruhi komposisi cairan di telinga dalam. Kemudian, telinga akan mengirimkan sinyal yang bertentangan ke otak, sehingga vertigo terus-menerus kambuh.
4. Makanan Tinggi Garam
Selain makanan tinggi gula, pengidap vertigo juga perlu mengurangi makanan tinggi garam. Sebab, garam dapat memengaruhi kadar air dalam tubuh serta pengaturannya.
Karena itu, mengurangi asupan garam penting untuk mengurangi frekuensi serangan vertigo. Adapun beberapa makanan tinggi garam, seperti pizza, sandwich, dan lainnya.
Cara Mengobati Vertigo secara Alami
Sebagai pertolongan pertama, ada beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan gejala vertigo. Dirangkum dari laman Medical News Today, berikut adalah beberapa cara mengobati vertigo secara alami.
1. Manuver Epley
Manuver Epley adalah teknik yang melibatkan serangkaian latihan gerakan kepala untuk meredakan gejala vertigo. Manuver ini bisa dilakukan setiap malam sebelum tidur selama beberapa hari atau hingga gejala vertigo mereda.
Adapun cara melakukan manuver Epley, yaitu:
Duduklah di tepi tempat tidur dengan kepala menoleh 45 derajat ke arah kiri.
Kemudian, berbaringlah telentang dengan cepat dan posisikan kepala menggantung di tepi tempat tidur. Pertahankan posisi ini selama 30 detik.
Putar kepala ke arah kanan dan tunggu selama 30 detik sampai pusing mereda.
Selanjutnya, miringkan tubuh ke samping kanan sambil melihat ke bawah selama 30 detik.
Duduklah kembali di tepi tempat tidur secara perlahan-lahan dan tundukkan kepala dengan dagu menempel di dada selama 10-15 menit.
Ulangi langkah-langkah di atas sebanyak 1-3 kali.
Contoh gerakan di atas merupakan cara mengatasi vertigo yang terjadi pada sisi telinga kiri. Perlu diingat, jika vertigo dimulai pada sisi telinga kanan, cara di atas harus dilakukan secara terbalik.
Misalnya, apabila vertigo dimulai pada telinga kanan, maka posisi kepala dan tubuh harus miring ke arah kiri.
2. Konsumsi Campuran Cuka Apel dan Madu
Kombinasi cuka apel dan madu telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk melancarkan aliran darah ke otak.
Cara penggunaannya, campurkan dua sendok teh madu dengan satu sendok teh cuka apel, lalu konsumsi campuran ini secara teratur. Kombinasi ini dapat membantu mengurangi gejala vertigo.
3. Konsumsi Teh Jahe
Jahe telah dikenal memiliki efek meredakan mual dan pusing yang biasanya menyertai gejala vertigo. Untuk memperoleh manfaatnya, Anda dapat merebus akar jahe selama beberapa menit, tambahkan madu, dan minum teh jahe ini dua kali sehari.
4. Perbanyak Minum Air Putih
Dehidrasi dapat menjadi penyebab gejala vertigo. Oleh sebab itu, pastikan Anda cukup terhidrasi dengan minum 8 hingga 12 gelas air putih per hari. Konsumsi air putih dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi, sehingga membantu mengurangi pusing dan gangguan keseimbangan.
5. Penggunaan Minyak Atsiri
Penggunaan minyak atsiri, seperti minyak esensial jahe, lavender, atau lemon, dapat membantu mengurangi gejala vertigo, seperti mual, sakit kepala, dan pusing.
Untuk memperoleh manfaatnya, Anda dapat menghirup minyak atsiri melalui diffuser, yaitu alat yang berfungsi untuk mengubah minyak esensial menjadi uap wangi.
Selain melalui diffuser, Anda juga bisa mencampurkan minyak esensial dengan minyak kelapa murni dan mengoleskannya ke kulit kepala dan leher untuk mengatasi gejala vertigo.
Baca Juga: 3 Penyebab Vertigo Mendadak dan Cara Mengatasinya
Cara Mencegah Vertigo
Serangan vertigo sering kali terjadi secara mendadak. Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi risiko serangan vertigo, seperti:
1. Hindari Melakukan Gerakan yang Mendadak
Vertigo sering kali dipicu oleh perubahan posisi kepala secara mendadak. Cobalah untuk menghindari gerakan yang mendadak, seperti mengangkat kepala atau berdiri terlalu cepat.
2. Ambil Posisi Duduk
Jika Anda merasa gejala vertigo mulai muncul, segera ambil posisi duduk. Ini dapat membantu mengurangi risiko jatuh akibat hilangnya keseimbangan.
3. Posisikan Kepala Lebih Tinggi saat Tidur
Saat tidur, cobalah untuk memposisikan kepala Anda lebih tinggi dari tubuh dengan menggunakan beberapa bantal tambahan. Posisi ini dapat membantu mengurangi serangan vertigo yang terjadi saat Anda berbaring.
4. Gerakkan Kepala secara Perlahan
Jika Anda merasa pusing atau muncul gejala vertigo, hindari gerakan kepala yang cepat atau tiba-tiba. Cobalah untuk menggerakkan kepala secara perlahan dan hati-hati untuk mengurangi gejalanya.
5. Batasi Konsumsi Garam
Jika Anda memiliki penyakit Meniere yang dapat menyebabkan vertigo, Anda harus membatasi konsumsi garam dalam makanan sehari-hari. Pasalnya, garam dapat memengaruhi keseimbangan cairan di bagian telinga dalam, yang dapat memicu serangan vertigo.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan vertigo?

Apa yang dimaksud dengan vertigo?
Vertigo adalah gangguan neurologis yang menyebabkan gejala muntah, mual, hingga sakit kepala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Vertigo sebaiknya minum obat apa?

Vertigo sebaiknya minum obat apa?
Obat vertigo di apotek yang selanjutnya adalah obat benzodiazepine.
Apakah di apotek ada obat vertigo?

Apakah di apotek ada obat vertigo?
Obat selanjutnya yang dapat dikonsumsi adalah betahistine. Obat ini termasuk ke dalam jenis obat-obatan yang biasa digunakan untuk kasus vertigo yang berat.
