3 Penyebab Vertigo Mendadak dan Cara Mengatasinya
·waktu baca 4 menit

Vertigo adalah gangguan keseimbangan yang biasanya dialami seseorang secara mendadak. Penyebab vertigo mendadak ini pun cukup beragam, mulai dari masalah pada sistem saraf pusat, infeksi virus, migrain, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.
Kondisi tersebut bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan tidak sedikit pengidapnya yang pada akhirnya pingsan karena tidak sanggup menahan rasa sakit kepala. Supaya lebih jelas, simak informasi tentang penyebab vertigo hingga cara penanganan yang tepat pada artikel di bawah ini.
Penyebab Vertigo Mendadak
Vertigo adalah sakit kepala yang biasanya disertai dengan pandangan seperti berputar dan berpotensi menyebabkan hilangnya keseimbangan tubuh. Kondisi ini termasuk ke dalam suatu gejala yang mengarah pada gangguan kesehatan. Oleh karena itu, kebanyakan penyebab vertigo mendadak ini karena adanya masalah kesehatan.
Menurut laman Medical News Today, vertigo terbagi ke dalam dua jenis, di antaranya periferal dan sentral. Vertigo periferal disebabkan oleh masalah di bagian telinga dalam yang mengontrol keseimbangan, atau disebut labirin vestibular. Sementara itu, vertigo sentral terjadi karena adanya masalah pada otak, yang biasanya terjadi di batang otak.
Lebih jelas, berikut beberapa penyebab vertigo mendadak yang perlu diwaspadai, seperti yang dikutip dari laman John Hopkins Medicine.
1. Meniere’s Disease
Vertigo bisa disebabkan oleh penyakit Meniere. Sebagai informasi, Meniere adalah kelainan telinga bagian dalam yang memengaruhi keseimbangan dan pendengaran. Tidak hanya itu, Menier juga biasanya ditandai dengan sensasi telinga berdengung atau tinnitus.
Sayangnya, penyebab dari kondisi ini belum bisa diketahui. Tetapi ada beberapa faktor yang memungkinkan mengapa penyakit Meniere ini berperan penting dalam menyebabkan berlebihnya cairan di telinga, seperti masalah pada drainase cairan, respons imun yang tidak normal, hingga infeksi virus.
2. Labirinitis
Labirinitis adalah peradangan pada bagian telinga dalam yang disebut dengan labirin. Menyadur laman Healthline, labirin terdiri dari saluran berisi cairan yang bersamaan dengan saraf membantu mengontrol keseimbangan dan pendengaran.
Adapun penyakit labirinitis biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri. Beberapa virus yang diketahui bisa menjadi penyebab labirinitis, yaitu influenza, herpes, campak, rubella, polio, hepatitis, atau varisela.
3. Multiple sclerosis
Penyebab vertigo yang lainnya adalah multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini berpotensi terjadi ketika sistem kekebalan secara keliru menyerang selubung pelindung yang menutupi serabut saraf, sehingga mengganggu komunikasi antara otak dan tubuh.
Selain vertigo, multiple sclerosis juga bisa menimbulkan beberapa gejala, salah satunya adalah tremor.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Vertigo?
Ketika mengalami vertigo, pengidapnya akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Itu sebabnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan ketika mengalami vertigo.
Ingin tahu apa saja cara yang dapat dilakukan untuk menangani vertigo? Berikut informasinya.
1. Melakukan prosedur reposisi canalith
Langkah penanganan yang dapat dilakukan ketika mengalami vertigo adalah melakukan prosedur reposisi canalith. Menurut laman National Health Service, reposisi canalith adalah prosedur yang dapat mengobati vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV). Berikut beberapa melakukan prosedur reposisi canalith.
Ambil posisi duduk tegak dan bersandar pada dinding dengan bantal di belakang kepala
Lalu, ulurkan kaki ke depan
Putar kepala sekitar 45 derajat ke sisi kanan
Dengan posisi yang sama, baringkan kepala di atas bantal. Tahan posisi selama 30 detik
Setelah itu, putar kepala ke arah kiri sekitar 90 derajat tanpa mengangkat leher
Kemudian, ubahlah posisi tubuh ke sebelah kiri sehingga posisi menjadi tidur berbaring di sisi kiri
Secara perlahan, kembalilah ke posisi awal, yakni posisi telentang dan segera bangkit ke posisi duduk tegak
2. Pertolongan pertama
Selain melakukan prosedur yang disebutkan di atas, ada juga beberapa pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Berikut penanganan pertama yang disarankan diterapkan, di antaranya:
Segera pejamkan mata untuk mengurangi sensasi berputar
Segera duduk saat vertigo muncul
Berbaringlah di ruangan yang tenang dan gelap
Tidur cukup
Berbaring dengan posisi kepala lebih tinggi
Jangan menggerakkan kepala secara tiba-tiba
Berjongkok saat hendak mengambil barang di posisi yang lebih rendah ketimbang membungkuk
Banyak minum
Baca Juga: Gejala Vertigo, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Apakah Vertigo Berbahaya?
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, vertigo adalah gejala yang ditimbulkan karena adanya gangguan kesehatan, salah satunya yakni gangguan pada saraf. Apabila tidak ditangani dengan langkah yang tepat, kondisi ini bisa menyebabkan cacat permanen dan bahkan mengancam jiwa.
Lebih lanjut, bahaya dari vertigo ini akan bergantung pada penyakit yang mendasarinya. Menurut laman National Institute of Health, berikut beberapa bahaya vertigo jika tidak ditangani dengan tepat.
Meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara
Menyebabkan jatuh karena kehilangan keseimbangan
Mengganggu indra pendengaran
Menjadi tanda penyakit stroke atau masalah lain pada otak
Mengganggu aktivitas sehari-hari
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu vertigo?

Apa itu vertigo?
Vertigo adalah sakit kepala yang biasanya disertai dengan pandangan seperti berputar dan berpotensi menyebabkan hilangnya keseimbangan tubuh.
Apakah vertigo itu berbahaya?

Apakah vertigo itu berbahaya?
Apabila tidak ditangani dengan langkah yang tepat, kondisi ini bisa menyebabkan cacat permanen dan bahkan mengancam jiwa.
Apa itu vertigo periferal?

Apa itu vertigo periferal?
Vertigo periferal disebabkan oleh masalah di bagian telinga dalam yang mengontrol keseimbangan, atau disebut labirin vestibular.
