4 Rekomendasi Obat Kesemutan di Apotek yang Efektif

Konten Media Partner
6 Oktober 2022 14:43
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi obat kesemutan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat kesemutan. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Hampir setiap orang pernah mengalami kesemutan, yaitu geli atau mati rasa yang dibarengi dengan perasaan, seperti tertusuk jarum pada bagian tubuh tertentu. Dalam dunia medis, kesemutan lebih dikenal dengan istilah paresthesia.
ADVERTISEMENT
Kesemutan dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, tapi paling sering terjadi di kaki, tangan, dan kepala. Biasanya, kesemutan terjadi jika kaki dan tangan tertindih sesuatu dalam waktu yang cukup lama.
Umumnya, kesemutan bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, ada kalanya kesemutan berlangsung lebih lama dan sering, sehingga mengganggu aktivitas.
Lalu, apa saja obat kesemutan yang bisa dikonsumsi untuk meredakan gejalanya? Simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Kesemutan pada Kaki dan Tangan

Ilustrasi kesemutan atau kram.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesemutan atau kram. Foto: Shutterstock
Obat kesemutan tergantung pada penyebabnya. Mengutip Healthline, kesemutan sementara pada kaki dan tangan disebabkan oleh tekanan pada saraf atau terhambatnya sirkulasi darah.
Kondisi tersebut bisa terjadi ketika tidur dengan tangan tertindih, duduk bersila dalam waktu yang lama, atau menekuk kaki terlalu lama. Kesemutan juga bisa terjadi karena gerakan berulang saat olahraga.
ADVERTISEMENT
Sensasi seperti tertusuk dan mati rasa akibat kesemutan itu akan hilang dengan cara mengubah posisi kaki atau tangan. Posisi tersebut akan mengurangi tekanan pada saraf dan membuat sirkulasi darah menjadi lancar kembali.

Obat Kesemutan

Kesemutan dapat ditangani dengan mengonsumsi obat analgesik yang dikhususkan untuk mengobati saraf. Berikut rekomendasi beberapa obat kesemutan di apotek yang dapat diminum untuk meredakan gejala:

1. Neurobion

Neurobion merupakan suplemen yang diklaim ampuh mengatasi nyeri atau gangguan saraf yang disertai dengan gejala kesemutan, mati rasa atau kebas, otot kaku, atau kram otot. Vitamin B1, B6, dan B12 yang terkandung dalam suplemen ini mampu mencukupi kekurangan vitamin B neurotropik di dalam tubuh.
Untuk mengurangi gejala kesemutan, cukup konsumsi Neurobion 1x sehari 1 tablet atau sesuai anjuran dokter. Jika terjadi reaksi alergi, disarankan untuk berhenti mengonsumsinya.
Ilustrasi obat kesemutan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat kesemutan. Foto: Pixabay

2. Neurobion Forte

ADVERTISEMENT
Neurobion Forte merupakan suplemen yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi kebas serta kesemutan akibat kerusakan sel saraf (neuropati). Sama seperti produk Neurobion yang dijelaskan sebelumnya, Neurobion Forte juga diperlukan untuk mencukupi kebutuhan vitamin neurotropik.
Neurobion Forte mengandung berbagai zat aktif, yaitu vitamin B1 yang bekerja dengan memproses karbohidrat, vitamin B6 yang berfungsi membantu memproses protein dan asam amino, sedangkan vitamin B untuk membantu memelihara keutuhan jaringan saraf.
Obat ini dikonsumsi dengan dosis 1 tablet 1x sehari atau sesuai anjuran dokter dan tidak diperuntukkan bagi wanita hamil dan menyusui serta penderita gangguan ginjal dan hati.
Neurobion Forte juga menimbulkan efek samping berupa ruam kulit, diare, penglihatan kabur, gatal, dan sakit pada dada. Oleh sebab itu, konsumsilah Neurobion Forte sesuai dosis yang dianjurkan.
ADVERTISEMENT

3. Neurovit E

Vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, serta vitamin E yang terkandung di dalam Neurovit E diklaim ampuh untuk mengatasi kesemutan, radang saraf, kelumpuhan saraf, nyeri saraf, dan nyeri punggung.
Neurovit E dapat dikonsumsi sesudah makan sebanyak 1 tablet per hari. Multivitamin ini tidak menimbulkan efek samping jika digunakan sesuai anjuran.

4. NEO rheumacyl Neuro

Tiap tablet NEO rheumacyl Neuro mengandung ibuprofen yang efektif meredakan nyeri saraf otot, pegal, kram, dan kesemutan, serta vitamin B1, B6, dan B12 yang dapat menjaga kesehatan syaraf.
Obat ini dapat dikonsumsi tiga kali sehari atau sesuai anjuran dokter dan tidak diperuntukkan bagi ibu hamil, seseorang dengan riwayat tukak peptik yang berat dan aktif, serta pasien bronkospasme.

Apakah Berbahaya Jika Sering Kesemutan?

Ilustrasi kesemutan atau kram.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesemutan atau kram. Foto: Shutterstock
Seperti yang disebutkan, kesemutan umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri. Namun, jika sering terjadi dan berkepanjangan, kesemutan dapat mengindikasikan penyakit serius, antara lain:
ADVERTISEMENT

1. Radikulopati

Mengutip Cleveland Clinic, radikulopati disebabkan oleh saraf terjepit di tulang belakang yang mengakibatkan akar saraf menjadi tertekan, teriritasi, atau meradang. Kondisi ini akan menyebabkan area di sekitar saraf terjepit terasa nyeri, mati rasa, atau kesemutan.
Radikulopati dapat ditangani dengan melakukan terapi tertentu. Namun, jika penanganan tersebut tak kunjung meredakan gejalanya, dokter mungkin akan melakukan tindakan operasi pada pasien.

2. Neuropati

Neuropati terjadi karena kerusakan saraf kronis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh hiperglikemia atau gula darah tinggi, cedera gerakan berulang, penyakit autoimun, penyakit neurologis, penyakit ginjal. hingga penyakit hati.
Selain kedua penyakit di atas, kesemutan juga bisa menjadi gejala penyakit lain, seperti:
  • Cedera atau kecelakaan yang menyebabkan kerusakan saraf.
  • Stroke.
  • Saraf terjepit, biasanya terjadi di area leher, bahu, atau lengan.
  • Sciatica.
ADVERTISEMENT
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(ADS)
Apa penyebab kesemutan?
chevron-down
Kesemutan obatnya apa?
chevron-down
Sering kesemutan minum vitamin apa?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·