5 Cara Membersihkan Vagina yang Aman dan Benar
ยทwaktu baca 4 menit

Vagina merupakan organ tubuh yang mampu membersihkan dirinya sendiri melalui cairan alami. Bahkan, Anda sebenarnya tidak memerlukan produk pembersih khusus untuk membersihkan organ intim tersebut.
Namun, sebagian orang mungkin ingin membersihkan vulva, yaitu bagian terluar dari alat kelamin yang mengelilingi uretra dan vagina. Dalam hal ini, bibir vulva harus dibersihkan dengan lembut dan tidak berlebihan.
Menjaga kebersihan vagina dan vulva dapat membantu wanita terhindar dari banyak penyakit yang menyerang organ intim, termasuk infeksi jamur ataupun bakteri.
Namun, membersihkan vagina tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada beberapa cara yang harus diperhatikan agar keseimbangan pH vagina tetap terjaga dan tidak menyebabkan keluhan tertentu. Lantas, bagaimana cara membersihkan vagina?
Cara Membersihkan Vagina
Vagina mempunyai mekanisme pertahanan diri untuk mencegah infeksi serta menjaga agar daerah tersebut tetap sehat dan bersih, sehingga Anda tidak perlu melakukan pembersihan khusus setiap harinya.
Kulit dan selaput organ kewanitaan sangat sensitif dan ditumbuhi bakteri baik sebagai penghuni tetap yang akan "mengusir" mikroorganisme dari tempat lain. Lendir yang dihasilkan vagina adalah cairan pembersih alami yang juga berperan sebagai pertahanan dari infeksi.
Daerah vagina mempunyai bau khas yang normal dan sulit dihilangkan atau ditutupi dengan parfum apa pun. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, penggunaan bahan kimia tertentu, seperti sabun pembersih vagina yang mengandung parfum, dapat membunuh bakteri baik atau mengiritasi vagina.
Kondisi tersebut akhirnya dapat merusak sistem pertahanan vagina dan memudahkan terjadinya infeksi. Ketika hal itu terjadi, penyemprotan vagina dengan air mengalir dapat menyebabkan penyebaran infeksi dari vagina ke rahim bahkan sampai rongga panggul.
Meski demikian, ada beberapa perawatan yang aman dilakukan untuk membantu menjaga vagina tetap bersih dan sehat. Dirangkum dari Healthline, berikut adalah beberapa cara membersihkan vagina yang harus diperhatikan wanita.
1. Membersihkan Vagina dengan Benar
Cara membersihkan vagina pada dasarnya adalah dengan membersihkan bagian depan terlebih dahulu setelah itu bagian belakang. Hal ini berlaku setelah buang air kecil ataupun buang air besar. Bersihkan terlebih dahulu bagian vagina hingga tuntas menggunakan air bersih, kemudian baru membersihkan daerah anus.
Cara tersebut dapat meminimalisasi masuknya bakteri yang berasal dari anus ke vagina yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih hingga infeksi bakteri.
Sementara itu, untuk membersihkan vulva, Anda bisa membasuh bagian luar vagina tersebut dengan air hangat. Jika perlu, gunakan sabun lembut tanpa pewangi. Setelahnya, Anda harus membilas area vulva secara menyeluruh dan kemudian mengeringkan area tersebut.
Perlu diingat, jangan pernah memasukkan sabun ke dalam vagina dan tidak perlu terlalu sering menggunakan sabun khusus organ kewanitaan untuk membersihkan vagina. Pasalnya, kondisi ini dapat memicu reaksi alergi, iritasi, dan vagina kehilangan bakteri baiknya.
2. Menghindari Penggunaan Sabun yang Mengandung Parfum
Hindari penggunaan sabun yang mengandung parfum untuk membersihkan vagina. Sebab, hal ini berpotensi menyebabkan vagina mengalami iritasi dan alergi.
Selain itu, hindari juga membersihkan vagina dengan larutan antiseptik. Penggunaan sabun berpewangi maupun antiseptik dapat berpengaruh terhadap keseimbangan bakteri baik maupun pH pada vagina, serta bisa menyebabkan iritasi.
Jika ingin menggunakan sabun untuk membersihkan vagina, disarankan memakai sabun yang memiliki bahan yang lembut dan pH seimbang. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa pemakaian sabun hanya untuk area luar.
Baca Juga: Vagina Gatal: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
3. Mengeringkan Vagina dengan Handuk Bersih
Setelah membersihkan vagina, langkah selanjutnya adalah mengeringkan vagina dengan handuk bersih atau tisu yang berbahan lembut. Hal ini penting dilakukan karena jamur dan bakteri akan sangat mudah berkembang ketika dalam keadaan lembap.
Ketika menggunakan tisu untuk mengeringkan area vagina, pastikan tidak terdapat sisa serat tisu yang menempel. Sisa tisu yang menempel di area kewanitaan tersebut dapat menjadi tempat perkembangan bakteri.
4. Penggunaan Pakaian Dalam
Untuk kesehatan vagina, pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari katun dan hindari penggunaan bahan sintetis. Pakaian dalam berbahan katun bermanfaat untuk menyerap keringat dengan baik.
Manfaat lainnya dari pakaian dalam katun adalah dapat membantu mengurangi kelembapan berlebih pada organ kewanitaan. Sebab, kondisi lembap dan hangat sangat ideal untuk pertumbuhan bakteri jahat.
Untuk mencegah bakteri tumbuh berlebihan dan menginfeksi vagina, sangat direkomendasikan untuk mengganti pakaian dalam setelah selesai beraktivitas. Gantilah pakaian Anda saat basah sesegera mungkin, seperti pakaian olahraga yang basah karena keringat.
Selain itu, jangan menggunakan celana jeans tanpa memakai celana dalam. Gantilah pakaian dalam setiap hari dan jangan terlalu sering menggunakan celana yang ketat karena dapat menyebabkan area selangkangan menjadi lembap, sehingga jamur mudah berkembang biak.
5. Menghindari Penggunaan Panty Liner
Pemakaian pembalut harian atau panty liner dapat meningkatkan jumlah lendir sebagai respons vagina untuk pertahanan diri. Oleh karena itu, pakailah pembalut harian hanya pada saat-saat lendir keluar berlebihan.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu vulva?

Apa itu vulva?
Vulva yaitu bagian terluar dari alat kelamin yang mengelilingi uretra dan vagina.
Apa manfaat menjaga kebersihan vagina?

Apa manfaat menjaga kebersihan vagina?
Menjaga kebersihan vagina dan vulva dapat membantu wanita terhindar dari banyak penyakit yang menyerang organ intim, termasuk infeksi jamur ataupun bakteri.
Apakah vagina harus dibersihkan dengan sabun?

Apakah vagina harus dibersihkan dengan sabun?
Hindari penggunaan sabun yang mengandung parfum untuk membersihkan vagina. Sebab, hal ini dapat menyebabkan vagina mengalami iritasi dan alergi.
