5 Cara Mengobati Kurap yang Sudah Lebar
ยทwaktu baca 4 menit

Kurap adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur. Kondisi ini menimbulkan berbagai macam gejala yang membuat pengidapnya tidak nyaman, salah satunya adalah munculnya area bersisik dengan warna kemerahan pada kulit. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui cara mengobati kurap yang sudah lebar.
Jika tidak diobati dengan tepat, kondisi ini bisa menyebabkan kulit semakin rusak, mulai dari terkelupas, merah, gatal, dan melepuh. Selain membahayakan diri sendiri, penyakit kulit ini juga bisa menyebar ke orang lain.
Lantas, bagaimana cara mengobati kurap yang sudah lebar? Simak informasinya pada artikel berikut ini.
Cara Mengobati Kurap yang Sudah Lebar
Kurap termasuk ke dalam gangguan kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Sebagai informasi, jamur yang menyerang kurap terbagi menjadi beberapa jenis, mulai dari genus Trycophyton, Microsporum, hingga Epidermopyton. Jamur-jamur tersebut dapat hidup di jaringan kulit mati, termasuk di kuku dan rambut.
Adapun beberapa gejala yang akan dialami, seperti munculnya bercak merah, kulit yang berubah menjadi bersisik, hingga rasa gatal di sekitar kulit. Jika dibiarkan terus-menerus, bercak tersebut akan membentuk lingkaran atau cincin yang pada umumnya dikenal dengan istilah ringworm.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kurap umumnya tidak berbahaya, tetapi penyakit ini membutuhkan waktu yang cukup lama hingga bisa sembuh sepenuhnya. Umumnya, kurap baru akan menunjukkan gejala usai 1-2 minggu terinfeksi jamur.
Lantas, bagaimana cara mengobati kurap yang sudah lebar? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari laman WebMD.
1. Lidah buaya
Cara mengobati kurap yang sudah lebar, yakni dengan mengoleskan salep lidah buaya di sekitar kulit yang sudah mengalami iritasi. Menurut Indian Journal of Dermatology, lidah buaya tidak hanya berfungsi untuk perawatan rambut, tetapi juga untuk penyembuhan kurap.
Lidah buaya dipercaya bisa menghilangkan kurap karena kandungan antiseptik di dalamnya. Supaya hasil yang diberikan semakin maksimal, pengidap dapat mengoleskan salep lidah buaya sebanyak 3-4 kali sehari.
2. Minyak kelapa
Selain lidah buaya, pengobatan kurap juga bisa dilakukan dengan mengoleskan minyak kelapa. Dalam penelitian Treatment of Dermal Infections with Topical Coconut Oil oleh Lindsey K, minyak kelapa dapat dijadikan sebagai obat alami untuk mengatasi infeksi kulit ringan hingga sedang yang disebabkan oleh jamur.
Penggunaan minyak kelapa untuk mengobati kurap juga sangat mudah. Hanya dengan mengoleskan minyak kelapa ke kulit yang sudah terinfeksi sebanyak 3 kali sehari. Lakukan perawatan ini secara rutin untuk mengurangi ruam kemerahan dan gatal-gatal.
3. Minyak oregano
Minyak oregano adalah minyak esensial yang mengandung dua zat antijamur, yaitu thymol dan carvacrol. Untuk mengobati kurap, oleskan minyak oregano pada kulit yang sudah terinfeksi sebanyak 3 kali sehari.
Namun, pemilik kulit sensitif perlu berhati-hati dan disarankan untuk mencampur minyak ini dengan minyak kelapa agar lebih encer.
4. Tea tree oil
Kurap dapat diobati dengan menggunakan tea tree oil. Mengutip jurnal Melaleuca alternifolia (Tea Tree) Oil: a Review of Antimicrobial and Other Medicinal Properties, tea tree oil adalah obat kurap alami yang memiliki sifat antijamur dan antibakteri.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengobati kurap dengan tea tree oil:
Encerkan minyak esensial dengan menambahkan 3-4 tetes untuk setiap 30 ml minyak pelarut.
Gosokkan sedikit minyak ke kulit dan tunggu hingga ada reaksi untuk mengetahui apakah kulit memiliki alergi atau tidak.
Setelah itu, oleskan tea tree oil langsung ke kulit terinfeksi sebanyak 2-3 kali per hari.
5. Kunyit
Menurut laman National Library of Medicine, kunyit adalah salah satu pilihan untuk menghilangkan kurap dengan alami. Penggunaan kunyit ini dapat dilakukan dengan mengoleskan secara langsung kunyit yang sudah dipotong ke area kulit yang terinfeksi kurap.
Penyebab Kurap Tak Kunjung Sembuh
Kurap disebabkan oleh infeksi jamur yang ditularkan dari satu orang ke orang lain. Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa jenis jamur yang dapat menyebabkan kurap adalah:
Trichophyton adalah suatu dermatofita yang hidup di tanah, binatang atau manusia.
Microsporum adalah genus jamur yang menyebabkan tinea capitis, tinea corporis, kurap, dan dermatophytosis lain.
Epidermophyton adalah genus jamur yang menyebabkan dangkal dan kulit mikosis, termasuk E. floccosum, penyebab tinea corporis (kurap), tinea cruris (gatal-gatal), tinea pedis (kaki atlet), dan onikomikosis atau tinea unguium, infeksi jamur kuku.
Beberapa jamur penyebab kurap yang sudah disebutkan di atas dapat ditularkan melalui berbagai macam cara. Berikut informasinya:
Penularan dari hewan ke manusia. Beberapa hewan seperti anjing, kucing, kelinci, dan sapi sangat mudah mengalami infeksi jamur pada kulitnya.
Penularan dari tanah ke manusia. Jamur penyebab kurap juga berada di tanah dan biasanya dapat tertular pada kaki yang tidak mengenakan alas sepatu.
Kontak langsung dengan kulit seseorang yang memiliki kurap.
Kontak tidak langsung dengan menyentuh atau memakai barang-barang yang sebelumnya telah digunakan oleh penderita kurap. Misalnya, handuk, pakaian, sprei, atau kursi.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara mengobati kurap yang sudah parah?

Bagaimana cara mengobati kurap yang sudah parah?
Cara mengobati kurap yang sudah lebar yakni dengan mengoleskan salep lidah buaya di sekitar kulit yang sudah mengalami iritasi.
Apa penyebab munculnya kurap?

Apa penyebab munculnya kurap?
Faktor utama yang menyebabkan terjadinya kurap adalah infeksi jamur. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jamur yang menyebabkan kurap terbagi menjadi beberapa jenis, mulai dari trichophyton, microsporum, hingga epidermophyton.
Apa itu jamur trichophyton?

Apa itu jamur trichophyton?
Trichophyton adalah suatu dermatofita yang hidup di tanah, binatang atau manusia.
