5 Cara Menyembuhkan Batuk Berdahak dan Tenggorokan Gatal
ยทwaktu baca 4 menit

Batuk berdahak dan tenggorokan gatal yang terjadi terus-menerus menyebabkan aktivitas sehari-hari mengalami gangguan. Ada berbagai cara menyembuhkan batuk berdahak dan tenggorokan gatal, mulai dari mandi air hangat hingga mengonsumsi minum teh.
Penyebab terjadinya batuk berdahak dan tenggorokan ini cukup beragam, salah satunya adalah adanya infeksi oleh virus atau bakteri. Ingin tahu lebih lengkap bagaimana cara menyembuhkan batuk berdahak dan tenggorokan gatal? Simak informasinya pada artikel ini.
Cara Menyembuhkan Batuk Berdahak dan Tenggorokan Gatal
Ketika saluran pernapasan terpapar infeksi dari suatu bakteri atau virus, gejala yang akan ditimbulkan tidak jauh dari batuk berdahak dan tenggorokan gatal. Kondisi tersebut tentunya dapat mengganggu aktivitas.
Batuk berdahak dapat diatasi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami hingga mengonsumsi obat-obatan. Lantas, bagaimana cara menyembuhkan batuk berdahak dan tenggorokan gatal? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Perbanyak mengonsumsi air putih
Cara menyembuhkan batuk berdahak dan tenggorokan gatal yang pertama adalah rutin mengonsumsi air putih. Menurut studi Rhinology International Journal, air putih dapat membantu mencairkan lendir dan menjaga agar tenggorokan tetap terhidrasi.
Maka itu, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan per hari dengan minum air putih setidaknya 7-8 gelas setiap harinya.
2. Mengonsumsi makanan yang tinggi probiotik
Probiotik adalah mikroorganisme yang dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Dengan mengonsumsi makanan yang tinggi probiotik, kondisi ini dapat membantu menyeimbangkan flora gastrointestinal atau bakteri yang hidup di usus.
Sederhananya, probiotik yang dikonsumsi dapat meredakan gejala batuk dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang, melalui penyeimbangan bakteri yang ada di dalam usus. Sehingga, tubuh bisa melawan infeksi atau alergen yang menyebabkan batuk.
Adapun makanan tinggi probiotik yang dapat dikonsumsi untuk mengurangi batuk berdahak dan tenggorokan gatal, mulai dari miso soup, natural yoghurt, kimchi, tempe, hingga kombucha.
3. Mandi air hangat
Cara menyembuhkan batuk berdahak dan tenggorokan gatal yang lainnya adalah mandi air hangat. Menurut laman National Health Service, mandi air hangat dapat membantu meredakan gejala batuk, karena uap panas dari air mandi akan menambahkan kelembaban di udara.
Dengan begitu, ketika pengidap batuk berdahak dan tenggorokan gatal menarik napas, kondisi ini dapat membantu melembabkan tenggorokan, meredakan sakit di tenggorokan, dan mengurangi gejala batuk sekaligus.
4. Mengonsumsi obat-obatan
Batuk berdahak bisa dihilangkan dengan mengonsumsi obat-obatan. Namun perlu diperhatikan lagi obat-obatan yang dikonsumsi tidak memberikan efek samping yang berbahaya.
Obat tersebut bisa dengan mudah ditemukan di apotek-apotek terdekat, berikut beberapa rekomendasinya:
Bisolvon
Allerin Expectorant
Decolgen Tablet
OBH Combi Batuk Berdahak
Laserin
5. Memanfaatkan bahan-bahan alami
Ada berbagai bahan alami yang bisa membantu mengatasi batuk berdahak dan tenggorokan gatal. Berikut beberapa pilihannya:
Kumur-kumur menggunakan air garam untuk membersihkan lendir yang menumpuk di ujung tenggorokan, serta kuman-kuman yang ada di tenggorokan.
Mengonsumsi wedang jahe agar tenggorokan terasa lebih nyaman.
Mengonsumsi campuran jeruk nipis dan kecap manis, tujuannya untuk melemaskan otot-otot pada saluran napas, sehingga dahak lebih mudah reda.
Merebus daun sirih dan jahe, lalu rutin mengonsumsinya minimal satu hari sekali untuk menghangatkan tenggorokan.
Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Paru-Paru Bermasalah yang Perlu Diwaspadai
Penyebab Tenggorokan Gatal dan Batuk Berdahak
Pada umumnya, batuk berdahak dan tenggorokan gatal disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Dikutip dari WebMD, ketika saluran pernapasan terpapar infeksi bakteri, tubuh secara tidak langsung akan memproduksi banyak lendir dan tidak jarang membuat tenggorokan menjadi lebih gatal.
Selain karena infeksi virus, batuk berdahak dan tenggorokan gatal juga bisa dipicu oleh masalah kesehatan lainnya, seperti pneumonia, bronkitis, hingga asma. Lebih jelasnya, simak penyebab tenggorokan gatal dan batuk berdahak di bawah ini, seperti yang dikutip dari Health Grades.
1. Bronkitis
Batuk berdahak bisa disebabkan oleh bronkitis, yaitu peradangan pada lapisan dalam dinding bronkus, yaitu saluran di bawah tenggorokan yang menyambung ke paru-paru. Bronkus yang ada di dalam paru-paru berfungsi untuk membawa udara dari dan ke paru-paru.
2. Pneumonia
Penyebab batuk berdahak dan tenggorokan gatal selanjutnya adalah pneumonia. Pneumonia adalah infeksi akut paru-paru yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri, dan beberapa kemungkinan lain oleh virus maupun jamur.
Kondisi ini menyebabkan proses sekresi lendir di sekitar paru-paru menjadi lebih intensif, sehingga paru-paru menghasilkan lendir yang cukup banyak tanpa disadari.
3. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
PPOK adalah penyakit yang menyebabkan pengidapnya kesulitan untuk bernapas, akibat paparan zat iritan dalam jangka waktu yang lama. Gejala yang dirasakan dari pengidap PPOK adalah batuk berdahak dan sesak napas. Kondisi ini terjadi karena paparan polusi udara, asap rokok, hingga asap kimia.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab tenggorokan gatal dan batuk berdahak?

Apa penyebab tenggorokan gatal dan batuk berdahak?
Selain karena infeksi virus, batuk berdahak dan tenggorokan gatal juga bisa dipicu oleh masalah kesehatan lainnya, seperti pneumonia, bronkitis, hingga asma.
Apa yang harus dilakukan saat tenggorokan gatal dan batuk?

Apa yang harus dilakukan saat tenggorokan gatal dan batuk?
Cara menyembuhkan batuk berdahak dan tenggorokan gatal yang lainnya adalah mandi air hangat. Menurut laman National Health Service, mandi air hangat dapat membantu meredakan gejala batuk.
Minum apa supaya batuk berdahak cepat sembuh?

Minum apa supaya batuk berdahak cepat sembuh?
Batuk berdahak bisa dihilangkan dengan mengonsumsi obat-obatan. Namun perlu diperhatikan lagi obat-obatan yang dikonsumsi tidak memberikan efek samping yang berbahaya.
