5 Minuman dan Makanan untuk Penyakit Kuning yang Dapat Membantu Penyembuhan
·waktu baca 4 menit

Penyakit kuning adalah kondisi di mana kulit dan bagian putih mata mulai menguning. Mengatasinya tidak selalu harus dengan mengonsumsi obat tapi juga asupan baik itu minuman maupun makanan.
Makanan-makanan tersebut dapat membantu menjaga fungsi organ tubuh, sehingga tidak memengaruhi produksi bilirubin. Sebagai informasi, bilirubin adalah zat yang terbentuk dari penghancuran sel darah merah. Zat bilirubin ini juga yang menyebabkan munculnya penyakit kuning.
Ada beberapa makanan yang dapat dikonsumsi setiap harinya oleh pasien penyakit kuning, mulai dari yang mengandung serat, buah-buahan hingga kacang-kacangan. Ingin tahu lebih lengkap apa saja makanan untuk penyakit kuning, simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Minuman dan Makanan untuk Penyakit Kuning
Menyadur laman National Health Service, orang yang mengalami penyakit kuning akan muncul warna kuning pada sklera mata, mukosa dan kulit karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bilirubin termasuk zat yang berperan penting menyebabkan terjadinya penyakit kuning. Dalam keadaan normal, kadar bilirubin dalam darah tidak melebihi 1 mg/dL (17 µmol/L) dan bila kadar bilirubin dalam darah melebihi 1.8 mg/dL (30 µmol/L) akan menimbulkan ikterus atau penyakit kuning.
Apabila kadar bilirubin darah melebihi 2 mg%, ikterus atau zat berwarna kuning tersebut akan tampak. Ikterus juga terjadi karena peningkatan kadar bilirubin indirek (unconjugated) dan atau kadar bilirubin direk (conjugated).
Untuk mengurangi jumlah kadar bilirubin di dalam tubuh, ada beberapa makanan bagi penderita penyakit kuning yang dapat dikonsumsi. Menyadur laman Mayo Clinic, berikut di antaranya.
1. Makanan tinggi protein tanpa lemak
Makanan yang mengandung kadar protein tinggi namun tanpa lemak ternyata memiliki berbagai manfaat untuk penyakit kuning. Selain itu, pengidap penyakit kuning juga dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat dan asam lemak sehat.
Lebih jelasnya, berikut beberapa makanan tinggi protein tanpa lemak yang dapat dikonsumsi.
Ikan
Daging sapi
Putih telur
Sayur mayur
Produk dari susu
2. Sayuran dan buah
Selain makanan yang tinggi protein tanpa lemak, pengidap penyakit kuning juga disarankan untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Kedua makanan ini tinggi dengan kandungan antioksidan pada buah dan sayur yang dapat membantu meningkatkan fungsi hati, sekaligus mencegah hati dari gangguan atau kerusakan.
Berikut beberapa sayur dan buah yang disarankan untuk dikonsumsi oleh pengidap penyakit kuning:
Wortel
Lobak
Blueberry
Anggur
Pepaya
Brokoli
Kembang kol
Bayam
Alpukat
Tomat
Jeruk
Lemon
Sawi
Kubis
Bawang putih
3. Kacang dan polong-polongan
Menyadur laman WebMD, penyakit kuning juga disarankan untuk mengonsumsi kacang-kacang dan polong-polongan. Perlu diketahui, kacang-kacangan dan polong-polongan juga mengandung serat, lemak sehat, asam fenolat dan vitamin E. Kacang-kacangan yang dapat dikonsumsi dan baik untuk fungsi hati adalah kacang kenari dan polong.
4. Madu
Mencegah penyakit kuning juga bisa dilakukan dengan bantuan enzim pencernaan alias digestive enzyme. Lebih lengkap, digestive enzyme adalah suplemen dalam bentuk sediaan tablet yang mengandung campuran enzim dan ekstrak artichoke.
Salah satu makanan yang mengandung enzim pencernaan tersebut adalah madu. Pasien dapat menjadikan madu sebagai toping ketika mengonsumsi makanan yang manis atau dibuat sebagai minuman yang dicampurkan dengan perasan air lemon.
5. Air putih
Pengidap penyakit kuning juga dianjurkan mengonsumsi air putih. Sebab, kebutuhan cairan tubuh yang terpenuhi dengan baik dapat membantu fungsi hati dalam membuat zat berbahaya, seperti bilirubin.
Tidak hanya membantu penyakit kuning, mengonsumsi air putih juga dapat membantu melancarkan sistem pencernaan, sehingga zat bilirubin dapat dengan mudah dikeluarkan bersama dengan urine dan feses.
Penyebab Penyakit Kuning
Sebetulnya, penyakit kuning paling umum ditemukan pada bayi yang baru lahir. Tetapi tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga terjadi pada remaja hingga orang dewasa. Pada bayi, penyakit kuning terjadi karena penumpukan kadar bilirubin.
Biasanya, potensi penyakit kuning ini dapat dialami oleh bayi yang lahir dalam keadaan prematur, terinfeksi bakteri dan virus, hingga kekurangan cairan. Lantas, apa saja penyebab penyakit kuning pada bayi dan orang dewasa? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari laman Healthline.
Batu empedu. Adanya batu empedu yang menyumbat saluran empedu membuat bilirubin yang sudah diproduksi terperangkap di dalam kantung empedu dan tidak dapat keluar.
Thalasemia. Terjadinya kelainan darah ketika sel darah merah yang terbentuk tidak sempurna, sehingga mudah hancur.
Kanker pankreas. Jenis kanker yang berpotensi menyumbat saluran empedu dan menyebabkan terjadinya penyakit kuning.
Malaria. Kondisi ini ditandai dengan demam akut karena infeksi parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Kanker hati. Jenis kanker yang terjadi ketika sel-sel hati menjadi kanker dan mulai tumbuh di luar kendali.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Penyakit kuning harus makan apa?

Penyakit kuning harus makan apa?
Makanan yang mengandung kadar protein tinggi, namun tanpa lemak ternyata memiliki berbagai manfaat untuk penyakit kuning.
Apa itu penyakit kuning?

Apa itu penyakit kuning?
Penyakit kuning adalah munculnya warna kuning pada sklera mata, mukosa dan kulit karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah.
Berapa jumlah kadar normal bilirubin?

Berapa jumlah kadar normal bilirubin?
Dalam keadaan normal, kadar bilirubin dalam darah tidak melebihi 1 mg/dL (17 µmol/L).
