Kumparan Logo
Konten Media Partner

5 Obat Alergi Dingin di Apotik yang Ampuh Atasi Gejala

Kata Dokter

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat alergi dingin. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat alergi dingin. Foto: Pexels

Alergi dingin merupakan reaksi tubuh akibat terpapar suhu dingin. Sebagian besar kasusnya tidak berbahaya dan dapat diobati dengan obat untuk alergi dingin.

Alergi dingin atau yang disebut sebagai urtikaria dingin adalah gangguan yang ditandai dengan munculnya ruam merah pada kulit (biduran) yang disertai dengan gatal. Kondisi ini timbul akibat paparan suhu dingin selama beberapa waktu.

Kulit yang sensitif terhadap paparan suhu dingin akan memerah kemudian menimbulkan bentol yang disertai gatal. Alergi dingin bisa sangat mengganggu aktivitas penderitanya.

Namun, kondisi ini tak perlu dikhawatirkan karena alergi dingin bisa diatasi dengan pemberian obat alergi dingin yang ampuh. Obat-obatan untuk alergi dingin tersebut mudah ditemukan di apotik.

Penyebab Alergi Dingin

Ilustrasi seseorang yang memiliki alergi dingin. Foto: Pexels

Alergi dingin adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami reaksi alergi pada kulit ketika terpapar suhu dingin. Menurut Immunology and Allergy Clinics of North America, belum diketahui secara pasti penyebab dari alergi dingin.

Namun, kebanyakan orang dengan alergi dingin memiliki jenis kulit yang sangat sensitif terhadap suhu dingin. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh faktor genetik, di mana sel-sel kulit penderita lebih reaktif terhadap perubahan suhu.

Ketika kulit yang sensitif terpapar suhu dingin, terjadi pelepasan histamin dan bahan kimia lainnya ke dalam aliran darah. Histamin adalah zat kimia yang diproduksi tubuh sebagai respons alergi dan dapat menyebabkan sejumlah gejala, seperti ruam kulit gatal-gatal.

Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami alergi dingin, yaitu:

  • Usia. Alergi dingin paling sering terjadi pada orang dewasa muda.

  • Kondisi kesehatan tertentu. Dalam beberapa kasus alergi dingin, kondisi ini dapat disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, seperti hepatitis atau kanker.

  • Faktor genetik. Dalam kasus yang jarang, alergi dingin dapat diturunkan secara genetik. Kondisi ini biasanya memiliki gejala yang mirip dengan flu dan ruam kulit yang terasa sakit.

Gejala Alergi Dingin

Ilustrasi seseorang yang terkena alergi dingin akan mengalami ruam dan gatal pada kulit. Foto: Unsplash

Gejala alergi dingin dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Dikutip dari Mayo Clinic, adapun beberapa gejala alergi dingin secara umum, yaitu:

  • Biduran atau ruam kemerahan pada kulit yang terasa gatal.

  • Reaksi kulit yang memburuk saat kulit terpapar suhu panas. Kondisi ini dapat mengakibatkan sensasi gatal yang lebih intens.

  • Tangan membengkak ketika menyentuh atau memegang benda dingin.

  • Bibir membengkak setelah mengonsumsi makanan atau minuman dingin.

Dalam kasus yang parah, alergi dingin dapat menyebabkan gejala yang lebih serius, seperti:

  • Anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang dapat menyebabkan syok, pingsan, denyut jantung lebih cepat, serta pembengkakan pada anggota tubuh tertentu.

  • Pembengkakan pada lidah dan tenggorokan. Kondisi ini dapat menghambat kemampuan seseorang untuk bernapas.

Gejala alergi dingin biasanya muncul dengan cepat setelah kulit terpapar suhu dingin. Reaksi alergi yang paling serius sering kali terjadi ketika seseorang terpapar secara langsung, seperti berenang di air dingin.

Obat Alergi Dingin yang Ampuh

Ilustrasi obat-obatan untuk mengatasi alergi dingin. Foto: Pexels

Ada berbagai macam jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh penderita alergi dingin. Obat-obat ini bisa menenangkan reaksi alergi serta mengatasi beberapa gejala yang menyertainya.

Mengutip jurnal Cold Urticaria: Clinical Features and Natural Course in a Tropical Country, berikut beberapa pilihan obat alergi dingin yang ampuh yang bisa diperoleh di apotek.

1. Antihistamin

Ilustrasi contoh obat antihistamin yang dimanfaatkan sebagai obat alergi dingin adalah cetirizine. Foto: Pexels

Antihistamin merupakan jenis obat yang dimanfaatkan untuk mengatasi alergi. Antihistamin membantu menghentikan produksi histamin.

Histamin adalah senyawa organik yang diproduksi oleh sel-sel darah putih ketika tubuh mengalami infeksi ataupun alergi. Histamin akan menimbulkan sejumlah gejala pada penderitanya, termasuk ruam merah dan gatal-gatal.

Dengan dihentikannya produksi histamin, gejala alergi dingin akan mulai menghilang. Obat antihistamin sendiri terdiri dari berbagai macam bentuk, mulai dari tablet, krim, hingga suntikan yang diberikan untuk alergi yang parah.

Contoh obat antihistamin yang umumnya diberikan kepada penderita alergi dingin:

  • Fexofenadine

  • Desloratadine

  • Loratadine

  • Cetirizine

  • Diphenhydramine

2. Antileukotriene

Obat leukotriene antagonist atau antileukotriene adalah jenis obat alergi dingin yang bekerja dengan menghambat fungsi leukotrien. Leukotrien adalah bahan kimia yang dilepaskan tubuh saat terpapar alergi.

Obat ini sering digunakan untuk menangani asma. Namun, obat ini juga bisa membantu mengatasi berbagai macam alergi, seperti alergi yang disebabkan oleh berbagai macam alergen, termasuk alergi dingin.

Dikutip dari jurnal The Employment of Leukotriene Antagonists in Cutaneous Diseases Belonging to Allergological Field oleh Vincenzo Montinaro, dkk, antileukotriene bekerja sama efektifnya dengan antihistamin serta sering digunakan pada kasus alergi dingin yang parah.

3. Kortikosteroid Sistemik

Kortikosteroid sistemik merupakan salah satu obat yang bisa menangani alergi. Obat ini bisa digunakan dengan cara diminum maupun disuntikkan. Obat kortikosteroid bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi peradangan.

Ada banyak jenis obat kortikosteroid sistemik yang bisa diberikan kepada penderita alergi dingin. Salah satu obat kortikosteroid yang umum digunakan adalah prednisone.

Obat kortikosteroid bisa menimbulkan berbagai macam efek samping, seperti mual, muntah, diare, sembelit, jerawat, hilang nafsu makan, dan lain-lain. Prednison dianjurkan untuk dikonsumsi dengan susu atau makanan tertentu untuk mencegah terjadinya nyeri pada lambung.

4. Obat Cyclosporine

Ilustrasi obat cyclosporine adalah salah satu jenis obat alergi dingin. Foto: Pexels

Obat cyclosporine adalah jenis obat golongan imunosupresan yang bisa diberikan kepada penderita alergi dingin apabila obat antihistamin tidak menanggapi.

Cyclosporine bekerja dengan cara menurunkan respons sistem imun, sehingga mengurangi peradangan dan reaksi terhadap alergi.

Obat cyclosporine tersedia dalam bentuk kapsul, sirup, suntik, dan lain-lain. Obat ini menimbulkan efek samping berupa sakit kepala, pusing, hipertensi, mual atau muntah, dan lain-lain.

5. Omalizumab

Sama halnya dengan cyclosporine, omalizumab merupakan obat alergi dingin yang digunakan sebagai alternatif apabila obat antihistamin dan jenis obat-obatan lainnya tidak mempan untuk mengatasi alergi yang timbul.

Omalizumab tidak bisa diberikan dan digunakan sembarangan. Biasanya, obat ini diberikan oleh dokter untuk mengobati gejala alergi dingin yang bertahan dalam waktu yang lama.

Pantangan Alergi Dingin

Ilustrasi minuman dingin adalah salah satu pantangan alergi dingin. Foto: Pexels

Selama alergi dingin berlangsung, ada beberapa hal yang perlu dihindari oleh penderita agar gejala yang dirasakan tidak menjadi lebih parah. Berikut beberapa pantangan alergi dingin:

  • Menghindari paparan suhu dingin dengan menggunakan jaket, topi, sarung tangan, atau selimut.

  • Hindari penggunaan air dingin ketika mandi.

  • Hindari minuman-minuman dingin atau yang mengandung es.

  • Hindari makanan yang mengandung histamin yang tinggi, seperti bayam, tomat, terong, stroberi, ceri, makanan fermentasi, olahan susu, makanan olahan, dan lain-lain.

  • Hindari paparan infeksi yang bisa memperparah gejala alergi dingin.

  • Hindari stres yang memungkinkan timbulnya gatal-gatal yang parah.

Apakah Bahaya Alergi Dingin?

Ilustrasi salah satu bahaya dari alergi dingin adalah jantung berdebar-debar. Foto: Unsplash

Pada sebagian besar kasusnya, alergi dingin mudah diatasi dengan pemberian obat alergi dingin, seperti antihistamin dan jenis obat lainnya. Namun, pada kasus lainnya, alergi dingin bisa menjadi serius.

Alergi dingin bisa menimbulkan gejala yang membutuhkan perawatan medis, seperti:

  • Anafilaksis atau reaksi alergi akut yang parah

  • Mengi dan sesak napas

  • Pembengkakan pada lidah dan tenggorokan

  • Jantung berdebar-debar

  • Penurunan tekanan darah

  • Pingsan

  • Syok

Di samping itu, alergi dingin berisiko menimbulkan gangguan yang mengancam jiwa termasuk mati lemas akibat pembengkakan jaringan faring yang disebabkan oleh makanan atau minuman dingin, syok karena berenang di air dingin, dan syok anafilaksis.

Oleh karena itu, alergi dingin perlu segera diatasi sesuai dengan anjuran dokter. Jika obat alergi dingin tidak membantu, segera periksakan kembali ke dokter untuk mendiskusikan penanganan yang lebih tepat.

Baca Juga: 7 Penyebab Biduran yang Penting untuk Diwaspadai

Cara Mencegah Alergi Dingin Muncul Kembali

Ilustrasi salah satu cara mencegah alergi dingin muncul kembali adalah minum obat antihistamin. Foto: Pexels

Alergi dingin merupakan kondisi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk membantu mengurangi risiko timbulnya reaksi alergi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Dikutip dari Healthline, berikut adalah beberapa cara mencegah alergi dingin muncul kembali.

1. Kenakan Pakaian Hangat saat Cuaca Dingin

Saat cuaca dingin, pastikan untuk mengenakan pakaian hangat yang melindungi tubuh, seperti jaket, topi, sarung tangan, kaos kaki, dan syal. Cobalah untuk menutupi seluruh bagian kulit Anda yang terbuka sehingga suhu dingin tidak langsung bersentuhan dengan kulit.

2. Mandi dengan Air Hangat

Gunakan air hangat ketika Anda ingin mandi atau berendam. Selain mencegah timbulnya reaksi alergi, air hangat dapat membantu menjaga kulit tetap lembap dan nyaman. Namun, pastikan suhu air tidak terlalu panas agar kulit Anda tidak mengalami iritasi.

3. Minum Obat Antihistamin

Konsumsi obat antihistamin yang dijual bebas di apotek dapat membantu mengurangi respons alergi kulit terhadap suhu dingin. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui jenis antihistamin yang tepat untuk Anda.

Penggunaan obat antihistamin sebelum terpapar suhu dingin dapat membantu mencegah gejala alergi dingin yang parah.

4. Patuhi Instruksi Dokter dan Konsumsi Obat Sesuai Resep

Jika Anda telah didiagnosis dengan alergi dingin dan dokter meresepkan obat-obatan tertentu, pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter.

Obat-obatan ini mungkin termasuk antihistamin atau bahkan autoinjector epinefrin, seperti EpiPen. Pastikan Anda menggunakan obat sesuai resep untuk mencegah munculnya efek samping yang serius.

5. Hindari Minuman dan Makanan Dingin

Hindari minuman dingin dan makanan beku, seperti es krim, es campur, dan sebagainya. Konsumsilah minuman dan makanan bersuhu ruangan. Hal ini dapat membantu mencegah pembengkakan tenggorokan dan reaksi alergi dingin lainnya.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu urtikaria dingin?
chevron-down

Urtikaria dingin adalah gangguan yang ditandai dengan munculnya ruam merah pada kulit (biduran) yang gatal akibat paparan suhu dingin.

Bagaimana cara kerja obat antihistamin?
chevron-down

Obat antihistamin membantu menghentikan produksi histamin yang menyebabkan reaksi alergi.

Apa efek samping dari obat cyclosporine?
chevron-down

Efek samping dari cyclosporine adalah sakit kepala, pusing, hipertensi, mual atau muntah, dan lain-lain.