Kumparan Logo
Konten Media Partner

5 Obat Penurun Panas Dewasa yang Paling Ampuh

Kata Dokter

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi termometer digital untuk mengecek suhu tubuh. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi termometer digital untuk mengecek suhu tubuh. Foto: Unsplash

Ketika orang dewasa demam, obat yang dibutuhkan berbeda dengan anak-anak. Sebab, ada beberapa kandungan serta dosis yang ampuh untuk anak-anak, tapi tidak bagi orang dewasa. Karenanya, penting untuk mengetahui apa saja obat demam dewasa paling ampuh untuk meredakan gejala demam.

Selain mengonsumsi obat-obatan yang sudah direkomendasikan, menurunkan panas juga bisa dilengkapi dengan istirahat total, mengatur pola makan yang sehat, hingga perbanyak mengonsumsi cairan.

Apa Saja Gejala Demam?

Ilustrasi seorang anak yang mengalami gejala demam. Foto: Pexels

Demam adalah suatu kondisi ketika suhu tubuh meningkat lebih tinggi secara berkala di atas nilai normal. Demam sendiri bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis tertentu.

Ketika suhu tubuh naik beberapa derajat di atas normal, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang melawan infeksi tertentu. Selain tanda infeksi, demam juga bisa menjadi efek samping dari obat-obatan dan vaksinasi.

Gejala yang muncul saat demam dapat bervariasi tergantung dari penyebab yang mendasari nya. Mengutip laman Cleveland Clinic, berikut adalah beberapa gejala umum yang bisanya muncul ketika seseorang mengalami demam.

1. Kenaikan Suhu Tubuh

Suhu tubuh yang dianggap demam bisa berbeda-beda dari satu individu ke individu lainnya. Namun, suhu tubuh yang umumnya menjadi tanda demam adalah 37,8 C atau lebih.

2. Menggigil dan Gemetar

Saat mengalami demam, tubuh cenderung merasa dingin, sehingga Anda mungkin merasa menggigil atau gemetar. Kondisi ini adalah respons alami tubuh terhadap perubahan suhu.

3. Sakit Kepala

Demam sering kali disertai dengan sakit kepala yang sangat mengganggu. Sakit kepala ini bisa berkisar dari nyeri ringan hingga lebih parah.

4. Nyeri Otot

Anda mungkin merasa nyeri otot atau badan pegal-pegal saat mengalami demam. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya hilang setelah beristirahat.

5. Kehilangan Nafsu Makan

Selama demam, Anda mungkin kehilangan nafsu makan atau merasa tidak ingin makan. Kondisi ini biasanya merupakan respons tubuh terhadap infeksi.

6. Dehidrasi

Demam dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Oleh karena itu, penting untuk tetap terhidrasi dengan baik saat mengalami demam.

7. Kelemahan

Demam dapat menyebabkan tubuh lebih cepat lelah. Anda mungkin merasa lemas atau tidak berenergi untuk beraktivitas.

Selain gejala umum di atas, pada bayi dan anak-anak mungkin mengalami gejala tambahan saat mengalami demam, seperti:

  • Sakit telinga, di mana pada bayi kondisi ini bisa dilihat dari caranya menarik-narik bagian telinga.

  • Bayi dan anak-anak mungkin menjadi rewel, merengek, atau menangis selama demam.

  • Perubahan warna kulit, seperti menjadi lebih pucat atau kemerahan.

  • Beberapa anak mungkin merasa haus yang berlebihan selama demam dan ingin minum lebih banyak dari biasanya.

  • Penurunan frekuensi buang air kecil.

Penyebab Demam

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami demam bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Foto: Unsplash

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan demam, termasuk berbagai kondisi kesehatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Mengutip laman Mayo Clinic, adapun beberapa penyebab umum demam, antara lain:

  • Infeksi bakteri, seperti Streptokokus, Staphylococcus, atau infeksi saluran kemih.

  • Infeksi virus, seperti influenza (flu), COVID-19, pilek, dan berbagai infeksi virus lainnya yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh.

  • Infeksi saluran pencernaan, seperti bakteri Salmonella atau Escherichia coli.

  • Infeksi saluran kemih, seperti pielonefritis (infeksi pada salah satu atau kedua ginjal).

  • Infeksi kulit, seperti selulitis atau abses dapat menyebabkan demam saat sistem kekebalan tubuh berusaha melawan infeksi.

  • Efek samping terhadap obat-obatan tertentu.

  • Efek samping vaksinasi tertentu, seperti vaksin flu atau vaksin COVID-19.

  • Penyakit autoimun, yaitu penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuhnya sendiri.

  • Beberapa jenis kanker dapat memicu demam sebagai respons tubuh terhadap pertumbuhan sel-sel kanker.

Obat Penurun Panas Dewasa

Ilustrasi termometer yang menunjukkan kondisi tubuh cukup panas. Foto: Unsplash

Menyadur laman Healthline, demam adalah tanda bahwa sistem imun tubuh sedang bekerja melawan infeksi virus, bakteri, jamur, atau zat lain yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, penyebab demam pun cukup bervariasi, ada yang disebabkan karena imunisasi, tipus, cacar air, Covid-19, dan lain sebagainya.

Ketika demam, suhu tubuh akan meningkat mencapai 38°C. Pada kondisi ini, demam tidak perlu diobati, karena tubuh masih bisa menghalau infeksi virus dan bakteri.

Apabila suhu tubuh semakin meningkat mencapai 40°C, diperlukan penanganan yang tepat karena kondisi ini menyebabkan gangguan fungsi otak hingga kejang.

Dalam memilih obat penurun panas seperti apa yang tepat dikonsumsi oleh orang dewasa, ketahuilah bahwa obat dengan kandungan paracetamol dan ibuprofen. Jika demam tidak kunjung mereda, disarankan untuk memeriksa kondisi tersebut ke dokter.

Menyadur berbagai sumber, berikut beberapa rekomendasi obat penurun panas dewasa yang ampuh.

1. Sumagesic

Sumagesic adalah obat pereda nyeri dan penurun panas yang mengandung bahan aktif paracetamol. Sumagesic bekerja dengan cara menghalangi sinyal kimia otak yang membuat Anda merasa sakit.

Bahan aktif paracetamol yang ada di dalamnya juga memengaruhi sinyal kimia otak di bagian yang mengatur suhu tubuh.

Sayangnya, penggunaan Sumagesic untuk menurunkan panas kerap menyebabkan beberapa efek samping yang kurang nyaman dirasakan, mulai dari sakit kepala, konstipasi, kulit kemerahan, reaksi alergi, muntah, hingga mual.

Untuk hasil yang maksimal, Sumagesic dapat dikonsumsi 1 tablet 3-4 kali sehari.

2. Sanmol Tablet

Obat penurun panas selanjutnya adalah Sanmol Tablet. Menurut laman MIMS Indonesia, Sanmol adalah obat dengan kandungan paracetamol yang berfungsi sebagai analgetik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam).

Sanmol nantinya bekerja dengan cara mengurangi produksi zat kimia prostaglandin. Sekadar informasi, prostaglandin adalah senyawa yang dihasilkan tubuh sebagai respons terhadap rasa nyeri dan sakit.

Sanmol Tablet termasuk ke dalam golongan obat bebas yang dapat ditemukan dengan mudah di apotek hingga supermarket. Untuk dosisnya, Sanmol Tablet sebaiknya dikonsumsi 1-2 tablet dan diminum 3-4 kali sehari.

3. Panadol

Panadol termasuk obat penurun panas yang cukup populer di kalangan orang dewasa hingga anak-anak. Obat ini dapat digunakan untuk menurunkan demam yang disertai dengan gejala flu, demam setelah vaksinasi, meredakan sakit kepala, hingga nyeri otot.

Untuk orang dewasa, Panadol yang sebaiknya dikonsumsi adalah Panadol Extra Paracetamol. Menurut laman resmi Panadol, orang dewasa sebaiknya mengonsumsi Panadol ini sebanyak 1-2 kaplet, 3-4 kali sehari. Adapun beberapa efek samping yang dapat dirasakan, seperti gatal-gatal, kemerahan, hingga sariawan.

4. Bodrex

Bodrex adalah salah satu obat yang bermanfaat untuk meringankan sakit kepala, sakit gigi, dan demam. Mirip dengan obat penurun panas yang lainnya, Bodrex mengandung paracetamol yang bekerja dengan cara memengaruhi pusat pengontrol suhu tubuh di otak dan mengurangi produksi prostaglandin.

Selain kandungan paracetamol, Bodrex juga mengandung kafein. Karena kedua bahan aktif tersebut, ada beberapa efek samping yang dirasakan ketika dikonsumsi, mulai dari gangguan penglihatan, mual, nyeri perut, dan lain sebagainya. Obat ini dapat dikonsumsi dengan dosis 1 tablet, 3-4 kali sehari.

5. Biogesic Paracetamol

Biogesic adalah obat yang digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri sendi, nyeri haid, sakit gigi, serta sakit punggung. Obat ini bekerja dengan meningkatkan ambang rasa sakit tubuh.

Biogesic tablet sebaiknya dikonsumsi 3 kali sehari 1-2 tablet. Adapun efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan Biogesic Paracetamol ini, yakni mual, muntah, sembelit, hingga diare.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Demam?

Ilustrasi seseorang yang mengalami demam harus beristirahat total. Foto: Pexels

Selain mengonsumsi obat-obatan, demam juga bisa diredakan dengan sendirinya, terlebih jika suhu tubuh tidak terlalu meningkat drastis.

Menyadur laman Medical News Today, berikut beberapa langkah pengobatan yang dapat meredakan demam selain menggunakan obat-obatan.

  • Perbanyak mengonsumsi air putih agar tidak mudah kehilangan cairan dan dehidrasi.

  • Kompres hangat area kening dan jaga suhu ruangan agar tetap sejuk.

  • Istirahat yang cukup dan kurangi aktivitas yang dapat membuat tubuh mudah lelah.

  • Kenakan pakaian-pakaian yang ringan dan mudah menyerap keringat.

Baca Juga: 3 Penyebab Demam yang Tak Kunjung Sembuh dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Demam

Ilustrasi salah satu cara mencegah demam adalah melakukan vaksinasi. Foto: Pexels

Meski tidak selalu dapat dicegah, ada langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena demam. Dikutip dari laman Johns Hopkins Medicine, adapun beberapa cara mencegah demam yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Melakukan vaksinasi untuk melindungi diri dari penyakit infeksi menular, seperti vaksinasi influenza, COVID-19, dan lainnya.

  • Cuci tangan dengan bersih menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah berada di tempat umum.

  • Hindari menyentuh hidung, mulut, atau mata dengan tangan yang tidak bersih.

  • Tutup mulut dan hidung saat Anda batuk atau bersin. Jika memungkinkan, batuk atau bersin ke siku untuk menghindari penyebaran kuman ke orang lain.

  • Jangan berbagi gelas, botol air minum, peralatan makan, atau barang-barang pribadi lainnya dengan orang lain.

  • Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal Anda.

  • Terapkan gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, tidur yang cukup, dan mengelola stres. Hal ini dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu melindungi Anda dari infeksi.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu demam?

chevron-down

Demam adalah tanda bahwa sistem imun tubuh sedang bekerja melawan infeksi virus, bakteri, jamur, atau zat lain yang masuk ke dalam tubuh.

Apa penyebab demam?

chevron-down

Penyebab demam pun cukup bervariasi, ada yang disebabkan karena imunisasi, tipus, cacar air, Covid-19, dan lain sebagainya.

Apa kegunaan obat biogesic?

chevron-down

Biogesic adalah obat yang digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri sendi, nyeri haid, sakit gigi, serta sakit punggung. Obat ini bekerja dengan meningkatkan ambang rasa sakit tubuh.