5 Obat Sakit Punggung yang Ampuh Atasi Gejala
ยทwaktu baca 5 menit

Sakit punggung adalah keluhan umum berupa rasa nyeri yang muncul pada bagian punggung dan sekitarnya. Kondisi ini biasanya membaik dalam beberapa minggu, tetapi terkadang bisa bertahan lebih lama atau mengalami kekambuhan.
Ada beragam faktor yang bisa menyebabkan sakit punggung. Dalam sebagian kasus, tidak selalu jelas kondisi apa yang menyebabkan sakit punggung dan sering kali rasa sakitnya membaik dengan sendirinya.
Pada dasarnya, penyebab sakit punggung adalah adanya gangguan pada sistem muskuloskeletal (struktur yang mendukung anggota badan, leher, dan punggung). Beberapa gangguan muskuloskeletal yang menyebabkan nyeri punggung, misalnya cedera dan spondilitis ankilosa.
Mengutip jurnal Ankylosing Spondylitis: Etiology, Pathogenesis, and Treatments oleh Wei Zhu, spondilitis ankilosa adalah peradangan kronis yang terjadi pada tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan tulang belakang terasa nyeri dan kaku.
Di sisi lain, kebanyakan sakit pada area punggung disebabkan oleh postur tubuh yang buruk saat duduk dan jarang berolahraga yang menyebabkan tulang punggung menjadi kaku.
Meskipun sakit punggung jarang menjadi gejala dari penyakit serius, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian penderitanya. Untuk meredakan nyeri akibat sakit punggung, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan penderita, salah satunya mengonsumsi obat sakit punggung.
Obat Sakit Punggung
Secara umum, sakit punggung dapat diatasi dengan mengobati penyebab yang mendasarinya. Kebanyakan kasus keluhan ini dapat diobati dengan obat-obatan antinyeri dan antiradang.
Obat sakit punggung dapat membantu pemulihan dari rasa nyeri di area punggung dengan mengendalikan rasa sakit saat tubuh beristirahat. Adapun beberapa rekomendasi obat sakit punggung yang bisa dikonsumsi adalah sebagai berikut.
1. Paracetamol
Paracetamol adalah obat analgesik (pereda nyeri) yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi peradangan, termasuk sakit punggung.
Mengutip jurnal Paracetamol: A Review of Guideline Recommendations oleh Ulderico Freo, dkk., Paracetamol bekerja dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, yakni zat yang dilepaskan oleh tubuh sebagai reaksi karena adanya kerusakan jaringan atau infeksi yang memicu nyeri dan peradangan.
Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini antara lain sakit kepala, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan jantung berdebar. Obat ini tersedia dalam sediaan tablet. Berikut anjuran dosisnya:
Dewasa: dosis 500 mg, diminum setiap 4-6 jam sekali. Dosis maksimal 4.000 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum dan sesudah makan.
Anak-anak 12-16 tahun: dosis 250-500 mg, diminum setiap 4-6 jam sekali. Dosis maksimal 3.000 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum dan sesudah makan.
2. Ibuprofen
Ibuprofen adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi peradangan dan rasa nyeri ringan hingga sedang, termasuk sakit punggung. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID).
Mengutip jurnal Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAIDs) oleh Ida Ghlichloo dan Valerie Gerriets, obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin di dalam tubuh untuk memberikan efek penghilang rasa sakit dan mengurangi peradangan.
Ibuprofen memiliki efek samping berupa sakit kepala, pusing, mual, muntah, dan sebagainya. Obat ini tersedia dalam sediaan tablet. Berikut anjuran dosisnya:
Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: dosis 200-400 mg, diminum sebanyak 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis 200 mg, diminum sebanyak 3-4 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
3. Naproxen
Sama seperti Ibuprofen, Naproxen adalah obat golongan NSAID yang efektif untuk mengatasi nyeri dan mengurangi kondisi peradangan, salah satunya sakit punggung.
Cara kerjanya juga hampir sama, yakni menghambat produksi prostaglandin di dalam tubuh, sehingga mampu mengurangi rasa nyeri dan peradangan.
Beberapa efek samping bisa muncul setelah mengonsumsi Naproxen antara lain sakit kepala, pusing, sakit perut, mulas, dan lainnya. Obat ini tersedia dalam sediaan tablet. Berikut anjuran dosisnya:
Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: dosis awal 500 mg, diikuti 500 mg setiap 12 jam atau 250 mg setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
4. Dexamethasone
Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid yang berfungsi untuk menghambat produksi zat yang menyebabkan peradangan pada tubuh. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi peradangan yang menyebabkan nyeri pada punggung, seperti spondilitis ankilosa.
Dexamethasone dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti sakit kepala, pusing, sakit perut, mual, muntah, mengantuk, dan lainnya. Obat ini tersedia dalam sediaan tablet. Berikut anjuran dosisnya:
Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: dosis 0,5 mg, diminum sebanyak 2-3 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Anak-anak usia 6-12 tahun: dosis 0,25 mg, diminum sebanyak 2-3 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
5. Eperisone
Eperisone adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa nyeri, kaku, dan tegang pada otot, termasuk sakit punggung. Eperisone termasuk dalam golongan obat relaksan otot yang harus ditebus sesuai resep dokter.
Eperisone umumnya digunakan untuk mengatasi sakit punggung yang disebabkan oleh cedera tulang belakang, saraf terjepit, atau spondilitis ankilosa. Obat ini dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti sakit kepala, mengantuk, lemas, mual, muntah, dan reaksi alergi. Berikut anjuran dosisnya:
Dewasa: dosis 50 mg, diminum sebanyak 3 kali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Baca Juga: Penyebab Sakit Punggung Bagian Atas dan Cara Mengatasinya
Apakah Nyeri Punggung Bisa Sembuh Sendiri?
Secara umum, sakit atau nyeri punggung yang tidak disebabkan oleh kondisi medis serius bisa sembuh dengan sendirinya. Ada dua jenis nyeri punggung, yaitu nyeri punggung akut dan kronis.
Nyeri punggung akut atau jangka pendek biasanya berlangsung beberapa hari hingga minggu. Sementara nyeri punggung kronis atau jangka panjang adalah kondisi nyeri yang berlangsung lebih dari enam minggu.
Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, sebagian besar nyeri punggung bersifat akut dan tidak memerlukan penanganan khusus. Kondisi ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Sementara pada nyeri punggung kronis, kondisi ini bisa memerlukan waktu hingga beberapa bulan untuk menghilangkan gejala. Konsultasikan ke dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat jika nyeri punggung berlangsung lebih dari delapan minggu.
Penderita nyeri punggung umumnya dapat mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengurangi gejala yang dirasakan. Dokter juga mungkin melakukan tindakan medis lain, seperti pemberian suntikan steroid atau antiradang untuk membantu mengurangi peradangan yang menyebabkan nyeri punggung.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab sakit punggung?

Apa penyebab sakit punggung?
Penyebab sakit punggung adalah adanya gangguan pada sistem muskuloskeletal (struktur yang mendukung anggota badan, leher, dan punggung).
Apa paracetamol bisa mengatasi sakit punggung?

Apa paracetamol bisa mengatasi sakit punggung?
Paracetamol adalah obat analgesik (pereda nyeri) yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi peradangan, termasuk sakit punggung.
Apa itu spondilitis ankilosa?

Apa itu spondilitis ankilosa?
Spondilitis ankilosa adalah peradangan kronis yang terjadi pada tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan tulang belakang terasa nyeri dan kaku.
