Kumparan Logo
Konten Media Partner

5 Obat Tradisional Nyeri Otot Paha dan Betis yang Efektif Redakan Gejala

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apa saja obat tradisional nyeri otot paha dan betis? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja obat tradisional nyeri otot paha dan betis? Foto: Unsplash

Ada banyak obat tradisional nyeri otot dan betis yang dapat dikonsumsi untuk meredakan gejala. Mulai dari cuka apel, pisang, kunyit, kurkumin, hingga jahe. Dibandingkan dengan obat-obatan dari apotek, obat tradisional lebih minim efek samping.

Nyeri otot pada paha dan betis umumnya tidak berbahaya. Namun, jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda dari munculnya suatu masalah kesehatan.

Lantas, apa saja obat tradisional nyeri otot paha dan betis? Simak informasinya pada artikel berikut ini.

Obat Tradisional Nyeri Otot Paha dan Betis

Chamomile tea jadi salah satu obat tradisional untuk meredakan nyeri otot dan paha. Foto: Unsplash

Nyeri otot adalah kondisi yang kerap dialami bagi mereka yang sering melakukan aktivitas berat dan sudah memasuki lanjut usia. Kondisi ini menyebabkan berbagai macam gejala, seperti rasa pegal yang menusuk, demam karena adanya infeksi otot, dan lain sebagainya.

Dalam istilah medis, nyeri otot disebut dengan istilah myalgia. Pada beberapa kasus, nyeri otot dapat melibatkan lebih dari satu otot, bahkan bisa terasa di seluruh tubuh.

Nyeri otot bisa terasa sangat parah dan berlangsung dalam waktu yang lama, bahkan bisa berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Apa saja obat-obat tradisional nyeri otot paha dan betis? Menyadur laman Mayo Clinic, berikut informasinya.

1. Chamomile

Obat tradisional nyeri otot paha dan betis yang pertama adalah chamomile. Hal tersebut karena chamomile memiliki kandungan flavonoid yang bersifat antiperadangan, sehingga dapat menyembuhkan peradangan yang juga bisa menjadi penyebab dari nyeri otot.

Penggunaan chamomile dapat dilakukan dengan cara diseduh dan menjadikannya minuman layaknya teh. Tidak hanya itu, chamomile juga bisa dioleskan sebagai minyak esensial, langsung di area otot yang terasa kaku agar lebih cepat rileks.

2. Jahe

Obat tradisional yang selanjutnya adalah jahe. Sebagai informasi, jahe memiliki sifat anti inflamasi yang efektif untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan serta mampu membantu mengobati rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.

National Health Service menyebutkan bahwa cara mengonsumsi jahe untuk mengobati nyeri otot cukup beragam. Salah satunya adalah menyeduh jahe dan meminumnya secara rutin atau menambahkan jahe bubuk ke makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

3. Peppermint

Mirip dengan chamomile, daun peppermint juga bisa dimanfaatkan sebagai obat alami pereda nyeri otot. Menyadur laman WebMD, peppermint dapat membantu melemaskan otot yang kaku. Oleh karena itu, pengidap nyeri otot bisa menggunakannya dengan cara mengoleskan minyak esensial dari peppermint di area otot kram.

Tidak hanya itu, penggunaan minyak peppermint juga dapat memberikan efek dingin karena kandungan menthol yang ada di dalamnya. Efek dingin tersebut dapat memberikan manfaat untuk menghilangkan rasa sakit dan melemaskan otot yang tegang.

4. Kunyit

Menurut laman HCAH, kunyit menjadi salah satu bahan alami yang direkomendasikan untuk digunakan guna menyembuhkan nyeri otot. Tidak hanya itu, mengonsumsi kunyit juga baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengobati nyeri otot paha dan betis.

  • Pertama, campur 1 sendok teh bubuk kunyit dalam segelas air hangat

  • Kemudian, minum campuran tersebut

  • Untuk menambahkan rasa lezat, pengidap dapat menambahkan sedikit madu atau pemanis alami lainnya

Supaya lebih maksimal, kunyit ada baiknya dikonsumsi sebelum tidur, tepatnya di malam hari. Tujuannya agar tubuh bisa lebih rileks dan nyeri-nyeri otot di paha dan betis bisa lebih lemas.

5. Kayu manis

Studi yang diterbitkan Complementary Therapies in Medicine menemukan fakta bahwa kayu manis memiliki kandungan antioksidan serta sifat anti inflamasi yang baik untuk mengatasi peradangan sendi dan otot.

Selain itu, kayu manis juga memiliki nutrisi yang baik untuk nyeri otot paha dan betis, seperti serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, dan seng.

Baca Juga: Penyebab Sakit Betis Tak Kunjung Sembuh dan Cara Menghilangkannya

Penyebab Betis dan Paha Terasa Sakit dan Nyeri

Nyeri paha dan betis bisa disebabkan oleh cedera. Foto: Unsplash

Nyeri otot pada umumnya berkaitan dengan tekanan, penggunaan otot yang berlebihan, atau cedera fisik akibat latihan atau pekerjaan. Penyebab ini biasanya mudah untuk dikenali dan nyeri cenderung hanya terjadi pada otot di mana cedera berlebihan tersebut terjadi.

Menurut laman MedlinePlus, berikut penyebab-penyebab betis dan paha terasa sakit dan nyeri yang perlu diwaspadai.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti statin dan inhibitor ACE atau menambah dosis obat-obatan tersebut

  • Cedera yang terus-menerus terjadi

  • Sindrom kelelahan kronis

  • Ketidakstabilan elektrolit, yang disebabkan oleh kekurangan kalsium dan potasium

  • Dermatomiositis, kondisi otot yang melibatkan peradangan pada otot yang disertai dengan gatal-gatal pada kulit

  • Kram pada otot

  • Fibromialgia, kondisi yang ditandai dengan adanya nyeri kronis yang menyebar ke seluruh tubuh, biasanya disebabkan oleh keletihan, sakit kepala, gangguan tidur, hingga kecemasan

  • Aktivitas fisik yang salah dan tidak sesuai dengan yang sudah dianjurkan

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Nyeri paha dan betis apa obatnya?

chevron-down

Obat tradisional nyeri otot paha dan betis yang pertama adalah chamomile. Hal tersebut karena chamomile memiliki kandungan flavonoid yang bersifat anti peradangan.

Apa penyebab nyeri pada paha dan betis?

chevron-down

Penggunaan obat-obatan tertentu seperti statin dan inhibitor ACE atau menambah dosis obat-obatan tersebut.

Nyeri otot paha obatnya apa?

chevron-down

Kayu manis memiliki kandungan antioksidan serta sifat anti inflamasi yang baik untuk mengatasi peradangan sendi dan otot.