Penyebab Sakit Betis Tak Kunjung Sembuh dan Cara Menghilangkannya
ยทwaktu baca 4 menit

Sakit betis tak kunjung sembuh umumnya berupa nyeri tumpul atau tajam yang terjadi pada betis di bagian belakang lutut hingga ke pergelangan kaki. Biasanya, sakit betis yang terasa parah atau berkelanjutan merupakan pertanda bahwa aliran darah pada otot betis tidak berjalan lancar.
Nyeri yang dirasakan ketika mengalami sakit betis bisa berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung penyebab yang mendasarinya. Jika penderita merasakan nyeri saat melakukan aktivitas fisik, penyebab sakit betis umumnya adalah masalah otot.
Namun, apabila nyeri tersebut datang tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, bisa jadi sakit betis disebabkan oleh masalah pada pembuluh darah. Lebih jelasnya, simak informasi di bawah ini.
Penyebab Sakit Betis Tak Kunjung Sembuh
Sakit betis dapat dialami oleh semua kalangan, baik pria maupun wanita. Kondisi ini umumnya lebih sering terjadi pada atlet atau orang yang memiliki banyak aktivitas fisik sehari-hari.
Orang yang berusia di atas 65 tahun juga berisiko lebih tinggi mengalami sakit betis karena kelemahan otot atau kondisi kesehatan tertentu.
Dirangkum dari Cleveland Clinic, adapun beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sakit betis, yaitu:
Efek samping obat-obatan tertentu, seperti obat penurun kolesterol.
Penyakit seperti hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), penyakit hati, penyakit ginjal, diabetes atau penyakit arteri perifer.
Edema, yakni pembengkakan karena penumpukan cairan di kaki bagian belakang bawah.
Elektrolit rendah karena dehidrasi atau efek prosedur cuci darah.
Kehamilan.
Merokok atau menggunakan produk tembakau.
Sakit betis dapat bersifat akut atau membutuhkan waktu kurang dari 6 minggu untuk sembuh, serta bersifat kronis yang bisa bertahan lebih dari 6 minggu. Sakit betis yang tak kunjung sembuh biasanya termasuk sakit betis kronis.
Sakit betis kronis bisa hilang timbul atau bertahan lama. Dikutip dari MedlinePlus, ada banyak kondisi yang menjadi penyebab sakit betis tak kunjung sembuh, yaitu:
Klaudikasio, yakni nyeri yang timbul saat melakukan aktivitas akibat sirkulasi darah yang tidak lancar. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh arteri menyempit sehingga mencegah otot betis menerima cukup darah dan oksigen.
Memar pada betis bisa disebabkan oleh cedera yang merusak jaringan otot. Memar betis yang parah dapat menyebabkan sindrom kompartemen, yakni kondisi berbahaya yang mencegah aliran darah mencapai otot kaki.
Trombosis vena dalam, yakni kondisi serius yang menyebabkan penggumpalan darah pada satu atau lebih pembuluh darah vena dalam di kaki bagian bawah. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini dapat menyebabkan sakit betis.
Ketegangan otot betis terjadi saat Anda menggunakan atau meregangkan otot betis secara berlebihan. Peregangan berlebihan yang parah dapat menyebabkan otot betis sobek.
Tendonitis, yakni peradangan tendon yang dapat menyebabkan tekanan pada otot betis. Tendon merupakan jaringan tebal yang berfungsi menempelkan otot betis ke tulang di kaki Anda. Jika tendon meradang, kondisi ini dapat membuat betis terasa nyeri.
Skiatika, yakni nyeri yang menjalar dari pinggang hingga tungkai bawah. Kondisi ini terjadi akibat masalah pada saraf siatik (saraf yang mengontrol otot-otot di kaki bagian bawah). Skiatika dapat menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di betis.
Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Kaki Pegal di Malam Hari dengan Mudah dan Efektif
Cara Menghilangkan Sakit Betis
Dalam kebanyakan kasus, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit betis. Menurut Arthritis Foundation, berikut adalah beberapa cara menghilangkan sakit betis dengan perawatan rumahan yang aman.
Istirahat. Hindari melakukan banyak aktivitas fisik saat sakit betis, seperti berjalan atau berlari. Istirahatkan kaki yang sakit agar tidak memperburuk masalah.
Kompres es. Gunakan kompres es atau kompres dingin pada otot betis selama 20 menit setiap dua jam. Jangan mengoleskan es langsung ke kulit karena dapat mengiritasi. Penggunaan kompres es dapat membantu meredakan peradangan dan ketegangan otot betis.
Perban kompresi. Gunakan perban kompresi atau perban elastis pada betis. Perban ini dapat membantu mengurangi aliran darah ke area yang terasa sakit dan meredakan pembengkakan.
Elevasi. Elevasi adalah meninggikan bagian tubuh yang mengalami cedera melebihi ketinggian jantung. Angkat kaki Anda yang sakit ke posisi yang lebih tinggi di atas ketinggian jantung. Cara ini dapat membantu mendorong pengeluaran cairan yang menyebabkan pembengkakan pada betis.
Jika Anda memiliki sakit betis karena kram otot, meregangkan betis secara lembut dapat membantu. Selain itu, ada beberapa perawatan tambahan yang bisa dilakukan tergantung pada kondisi sakit betis, seperti:
Mengonsumsi obat pereda nyeri dan peradangan, seperti ibuprofen dan deksametason.
Terapi fisik atau fisioterapi yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang bermasalah.
Di sisi lain, jika sakit betis yang Anda rasakan adalah akibat dari klaudikasio, ada beberapa perawatan khusus yang biasanya disarankan oleh dokter, seperti:
Pengaturan diet untuk mengurangi asupan sodium (garam), kolesterol, lemak jenuh, dan gula.
Latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan otot betis.
Penggunaan obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, kolesterol, dan diabetes.
Penggunaan obat untuk mencegah atau mengobati penggumpalan darah.
Penggunaan obat untuk meningkatkan aliran darah di kaki.
Berhenti merokok dan menggunakan produk tembakau.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Sakit betis tak kunjung sembuh itu seperti apa?

Sakit betis tak kunjung sembuh itu seperti apa?
Sakit betis tak kunjung sembuh umumnya berupa nyeri tumpul atau tajam yang terjadi pada betis di bagian belakang lutut hingga ke pergelangan kaki.
Siapa yang paling berisiko mengalami sakit betis?

Siapa yang paling berisiko mengalami sakit betis?
Kondisi ini umumnya lebih sering terjadi pada atlet atau orang yang memiliki banyak aktivitas fisik sehari-hari. Orang yang berusia di atas 65 tahun juga berisiko lebih tinggi mengalami sakit betis karena kelemahan otot atau kondisi kesehatan tertentu.
Apa penyebab ketegangan pada otot betis?

Apa penyebab ketegangan pada otot betis?
Ketegangan otot betis terjadi saat Anda menggunakan atau meregangkan otot betis secara berlebihan. Peregangan berlebihan yang parah dapat menyebabkan otot betis sobek.
