5 Penyebab Cegukan dan Cara untuk Mengatasinya
·waktu baca 4 menit

Cegukan termasuk ke dalam kondisi normal yang dapat dialami oleh siapa pun. Namun, penyebab cegukan yang paling utama karena adanya masalah pada diafragma yang dipicu oleh kesalahan makanan, stres, hingga penyakit medis yang lainnya.
Untuk mengatasi kondisi ini, ada beberapa cara agar cegukan berhenti, mulai dari menahan napas selama beberapa detik, mengambil napas dalam-dalam selama beberapa detik, minum air hangat dengan madu, dan lain sebagainya.
Supaya lebih paham, simak artikel di bawah ini tentang penyebab dan cara agar cegukan berhenti.
Penyebab Cegukan
Cegukan adalah kondisi yang sering terjadi secara tiba-tiba dan sering kali membuat seseorang tidak nyaman serta terganggu. Dalam dunia medis, cegukan dikenal dengan istilah singultus.
Menurut laman Mayo Clinic, cegukan terjadi ketika otot diafragma yang memisahkan perut dan dada berkontraksi. Ketika otot diafragma berkontraksi, udara akan masuk dengan cepat ke dalam paru-paru, sehingga katup saluran pernapasan menutup. Itu sebabnya, timbul suara ‘hik’ yang menimbulkan tidak nyaman.
Saat kontraksi terjadi, udara yang masuk secara tiba-tiba dan pita suara yang menutup dapat menyebabkan seseorang mengeluarkan suara yang khas. Adapun beberapa penyebab terjadinya kontraksi pada otot diafragma, di antaranya:
1. Makan terlalu cepat
Menurut laman Better Health, penyebab cegukan yang paling umum adalah kebiasaan makan terlalu cepat. Ketika makanan yang dikonsumsi terlalu berlebihan, perut menjadi besar dan mendorong diafragma berkontraksi.
Tidak hanya itu, makan terlalu cepat juga bisa menyebabkan banyak udara masuk ketika sedang menelan.
2. Kerusakan pembuluh darah di otak
Penyebab cegukan yang lainnya adalah kerusakan pembuluh darah di otak. Kerusakan ini dapat dipicu oleh masalah kesehatan, yakni stroke. Oleh karena itu, ada baiknya cegukan berkepanjangan segera dikonsultasikan dengan dokter sebelum terlambat.
3. Makanan tertentu
Dikutip dari Mayo Clinic, cegukan dapat bisa disebabkan oleh makanan tertentu yang dikonsumsi. Adapun beberapa makanan yang menyebabkan cegukan, di antaranya makanan kering dan terlalu pedas. Makanan kering ini lebih sulit ditelan dan rentan menyebabkan lapisan kerongkongan terluka.
4. Perubahan suhu mendadak di kerongkongan
Perubahan mendadak di kerongkongan berpotensi menyebabkan cegukan, karena suhu yang naik atau turun secara mendadak akan ‘menggelitik’ saraf kerongkongan dan merangsang kontraksi diafragma secara berlebihan.
5. Cedera pada otak
Penyebab cegukan terus-menerus bisa terjadi karena cedera pada otak. Hal ini terjadi karena adanya pembengkakan pembuluh arteri yang terdapat di otak kecil, sehingga terjadi cegukan.
Tidak hanya itu, kondisi neuromyelitis optica yang memengaruhi saraf tulang belakang dan mata juga bisa menjadi pemicu terjadinya cegukan yang berkepanjangan.
Selain penyebab-penyebab yang ada di atas, cegukan juga bisa disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan pada tubuh. Dalam jurnal Singultus karangan Justin A. Cole dan Michael C. Plewa, berikut beberapa gangguan yang bisa menyebabkan terjadinya cegukan, seperti:
Gangguan pencernaan, seperti gastritis, penyakit asam lambung, radang usus, hepatitis, dan lain-lain
Gangguan ginjal, seperti gagal ginjal kronis
Gangguan kardiovaskular, seperti gagal jantung, penyakit jantung kronis, serangan jantung, perikarditis
Gangguan metabolik, seperti kecanduan alkohol, diabetes, atau gangguan elektrolit
Gangguan saraf yang disebabkan oleh peradangan atau tumor ataupun kista
Gangguan di rongga dada, seperti pneumonia, bronkitis, tuberkulosis, asma, dan lain-lain
Gangguan mental, seperti gangguan kepribadian, kecemasan, dan stres
Cara Agar Cegukan Berhenti
Ada beberapa cara agar cegukan berhenti, mulai dari mengatur tempo pernapasan, memberi tekanan pada beberapa titik tubuh tertentu, dan lain sebagainya. Supaya lebih jelas, berikut informasi lengkapnya, seperti yang dijelaskan dalam laman National Health Service.
1. Menggunakan teknik pernapasan
Langkah pertama yang dapat dilakukan agar cegukan berhenti adalah memanfaatkan teknik pernapasan dan mengatur postur tubuh supaya otot pada bagian diafragma bisa lebih rileks. Berikut beberapa langkahnya.
Bernapas dengan teratur. Tarik napas dalam hitungan 5 detik lalu hembuskan secara perlahan
Menahan napas selama 10-20 detik dan mengembuskannya secara perlahan. Lakukan sebanyak beberapa kali
Menekan dada secara perlahan agar dapat memberikan tekanan pada bagian diafragma
Gunakan Valsava manuver dengan cara mengembuskan napas sambil mencubit hidung dan menutup mulut
2. Memanfaatkan makanan dan minuman tertentu
Cara mengatasi cegukan juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan makanan dan minuman tertentu. Tujuannya untuk merangsang vagus dan saraf phrenic, sehingga seseorang bisa berhenti cegukan.
Berikut beberapa cara menghilangkan cegukan dengan memanfaatkan makanan dan minuman tertentu.
Minum air es secara perlahan untuk membantu merangsang saraf vagus
Berkumur dengan air es selama 30 detik untuk memberikan stimulasi pada saraf vagus
Menyedot es batu selama beberapa menit kemudian telanlah ketika ukurannya menyusut dan memungkinkan untuk masuk ke dalam tubuh
Minum segelas air hangat secara perlahan tanpa berhenti bernapas
Makan sejumput gula pasir. Letakkan gula pasir di lidah selama 5-10 detik kemudian telan secara perlahan
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara agar cegukan berhenti?

Bagaimana cara agar cegukan berhenti?
Ada beberapa cara agar cegukan berhenti, mulai dari mengatur tempo pernapasan, memberi tekanan pada beberapa titik tubuh tertentu, dan lain sebagainya.
Cegukan itu pertanda apa?

Cegukan itu pertanda apa?
Namun, penyebab cegukan yang paling utama karena adanya masalah pada diafragma yang dipicu oleh kesalahan makanan, stres, hingga penyakit medis yang lainnya.
Minum apa biar cegukan hilang?

Minum apa biar cegukan hilang?
Minum air es secara perlahan untuk membantu merangsang saraf vagus.
