7 Cara Mengatasi Flu pada Bayi secara Alami dan Efektif

Konten Media Partner
1 Februari 2023 12:11
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi yang sedang flu bisa diatasi dengan berbagai perawatan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi yang sedang flu bisa diatasi dengan berbagai perawatan. Foto: Unsplash
Flu adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza dan bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi. Bayi tidak dapat diberikan obat yang dijual bebas untuk menangani masalah ini, sehingga diperlukan pengobatan alternatif untuk meredakan gejala flu.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, gejala flu dapat berupa sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, dan kelelahan. Jika bayi Anda mengalami flu, ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Apa saja caranya?

Cara Mengatasi Flu pada Bayi secara Alami

Ada sejumlah pengobatan alami untuk membantu bayi yang sedang flu merasa lebih baik. Dirangkum dari Healthline dan Baby Center, berikut adalah beberapa cara mengatasi flu pada bayi secara alami yang bisa dilakukan.

1. Memenuhi Asupan Cairan Tubuh

Ilustrasi pemberian susu untuk memenuhi asupan cairan tubuh pada bayi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemberian susu untuk memenuhi asupan cairan tubuh pada bayi. Foto: Unsplash
Bayi harus diberi asupan cairan yang cukup untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Kebutuhan cairan yang tercukupi dapat membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan pada bayi.
Untuk bayi di bawah 6 bulan, pemberian ASI merupakan salah satu upaya terbaik yang bisa dilakukan. Sementara untuk bayi berusia di atas 6 bulan, Anda bisa memberikan ASI dan air putih hangat.
Selain mengencerkan sekresi hidung, memenuhi kebutuhan cairan pada bayi juga bermanfaat untuk menurunkan panas tubuh.

2. Menggunakan Humidifier

Humidifier atau pelembap udara dapat digunakan untuk membantu meredakan batuk dan pilek pada bayi dengan cara melembapkan udara yang kering. Alat ini dapat digunakan selama bayi tidur.
Humidifier bekerja dengan cara menghasilkan uap yang bisa membantu mengatasi hidung tersumbat pada bayi yang sedang flu. Namun, pastikan untuk membersihkan humidifier secara teratur agar tidak menampung jamur dan bakteri yang dapat memengaruhi kesehatan bayi.

3. Mengatur Posisi Tidur Bayi

Ilustrasi posisi tidur bayi supaya bisa bernapas lebih nyaman. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi posisi tidur bayi supaya bisa bernapas lebih nyaman. Foto: Unsplash
Bayi yang mengalami flu biasanya merasa rewel dan tidak nyaman ketika berbaring. Dalam kondisi ini, Anda bisa mengatur posisi tidur bayi dengan cara meninggikan bagian kepala tempat tidur agar bayi bisa bernapas lebih nyaman.
Selain itu, Anda juga bisa memosisikan bayi dalam posisi tengkurap sambil menepuk perlahan punggungnya. Cara ini dapat membantu melegakan pernapasan dan mengeluarkan ingus yang menyumbat hidung bayi.

4. Memandikan Bayi dengan Air Hangat

Sebelum tidur, Anda bisa memandikan bayi dengan air hangat, kemudian membantu bayi untuk menghirup uap air yang muncul dari air hangat tersebut. Uap yang dihasilkan dari air hangat dapat mengencerkan lendir dan melegakan saluran pernapasan.
Selain memandikan bayi, Anda juga bisa menggunakan baskom berisi air hangat untuk menuai manfaat yang sama. Taruhlah baskom tersebut di dekat kaki Anda, lalu dudukkan bayi di pangkuan Anda agar dia lebih mudah menghirup uap yang keluar dari baskom.

5. Mengoleskan Minyak Mustard

Ilustrasi minyak mustard. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minyak mustard. Foto: Pexels
Minyak mustard memiliki sifat antivirus dan efek menenangkan yang mampu mengurangi hidung tersumbat pada bayi dan gejala flu lainnya. Untuk memperoleh manfaatnya, Anda bisa memberikan pijatan menggunakan minyak mustard pada bayi.
Cara penggunaannya, campurkan 1/4 cangkir minyak mustard dengan 3-4 siung bawang putih yang dicincang halus, lalu panaskan sedikit. Tunggu hingga panasnya menghilang, lalu pijat bayi menggunakan minyak tersebut secara lembut. Anda bisa mengoleskannya di area hidung, dahi, pipi, dada, dan punggung bayi.

6. Meminum Jus Hangat

Untuk bayi berusia 6 bulan ke atas, Anda bisa memberikan bayi sedikit jus apel hangat atau air hangat tanpa pemanis untuk dikonsumsi. Jus hangat dapat membantu melunakkan lendir yang menyumbat hidung bayi.
Selain jus apel, Anda juga bisa menggunakan wortel untuk mengatasi flu pada bayi. Wortel mengandung nutrisi penting dan vitamin yang bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda bisa menghaluskan wortel yang sudah dikukus, kemudian campur dengan air suhu ruangan agar tekstur menjadi encer. Olahan wortel ini dapat diberikan untuk bayi 6 bulan ke atas yang sudah dikenalkan dengan makanan padat.
Sementara untuk anak yang lebih besar dan sudah bisa mencerna jus buah segar, Anda dapat memilih jus wortel untuk mengobati flu.

7. Mengonsumsi Sup Hangat

Sup hangat dengan bumbu bawang putih dapat diberikan kepada bayi yang terkena flu dan pilek. Bawang putih mengandung senyawa allicin yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga bisa melawan virus penyebab flu.
Ada beragam manfaat dari mengonsumsi sup hangat, seperti mengatasi hidung tersumbat dan melegakan saluran pernapasan. Namun, sup hangat hanya bisa diberikan untuk bayi berusia di atas 6 bulan.

Apakah Flu pada Bayi Bisa Sembuh Sendiri?

Pada dasarnya, infeksi virus influenza yang menyebabkan flu pada bayi dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu 5-7 hari. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sehingga sebaiknya bayi mendapatkan perawatan segera.
Selain itu, flu pada bayi juga tidak boleh dianggap remeh, terutama jika bayi mengalami gejala yang lebih serius. Segera periksakan bayi ke dokter jika mengalami demam tinggi, sesak napas, mengi, kejang, dan sering muntah.
Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga rentan terserang penyakit. Karenanya, pastikan untuk merawat dengan baik kondisi bayi ketika sakit dan tidak membiarkannya berlama-lama.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Apa itu flu?
chevron-down
Apa saja gejala flu?
chevron-down
Apa manfaat humidifier untu bayi?
chevron-down