Kumparan Logo
Konten Media Partner

7 Cara Mengobati Mata Bintitan yang Ampuh

Kata Dokter

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mata bintitan terjadi karena infeksi mata sehingga muncul benjolan pada kelopak mata. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mata bintitan terjadi karena infeksi mata sehingga muncul benjolan pada kelopak mata. Foto: Unsplash

Bintitan adalah infeksi mata yang menyebabkan munculnya benjolan kecil pada kelopak mata yang terasa gatal, nyeri, dan mengganjal. Bintitan biasanya terbentuk di bagian luar kelopak mata, tetapi terkadang juga bisa terjadi pada kelopak mata bagian dalam.

Bintitan umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan tidak memiliki dampak buruk terhadap penglihatan. Namun, kondisi ini sebaiknya tidak dibiarkan dan segera diobati. Lantas, bagaimana cara mengobati mata bintitan?

Kenapa Bisa Terjadi Bintitan di Mata?

Penyebab utama bintitan adalah infeksi bakteri Stafilokokus yang menyerang kelenjar minyak di dalam kelopak mata. Infeksi bakteri ini menyebabkan kelenjar sebagai pengantar produksi air mata menjadi menumpuk, sehingga memudahkan terjadinya bintitan.

Menurut VeryWell Health, adapun beberapa faktor penyebab yang dapat meningkatkan risiko bintitan, antara lain:

  • Tidak membersihkan sisa kosmetik pada mata sebelum tidur atau menggunakan kosmetik yang sudah kadaluarsa.

  • Sering menyentuh mata dengan tangan yang kotor.

  • Adanya kuman dan kulit mati yang terperangkap di ujung kelopak mata

  • Menggunakan lensa kontak yang tidak steril.

  • Mengalami blefaritis atau peradangan pada ujung kelopak mata.

  • Menderita penyakit diabetes .

Cara Mengobati Mata Bintitan

Ilustrasi salah satu cara mengobati bintitan adalah dengan menggunakan obat tetes mata. Foto: Unsplash

Ada berbagai cara mengobati mata bintitan yang bisa dilakukan sesuai kebutuhan, di antaranya:

1. Menggunakan Obat Pereda Nyeri

Mata bintitan sering kali menyebabkan rasa nyeri. Untuk mengatasi nyeri tersebut, penderita dapat menggunakan obat golongan antiinflamasi non-steroid (NSAID) untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri pada mata bintitan.

Beberapa obat NSAID yang biasa digunakan untuk mengatasi mata bintitan adalah ibuprofen dan natrium diklofenak. Obat ini juga bisa ditemui dalam bentuk obat tetes mata, seperti Flamar Eye Drop.

2. Menggunakan Lidah Buaya

Menurut jurnal Aloe Vera Extract Activity on Human Corneal Cells oleh Pharmaceutical Biology, lidah buaya merupakan bahan alami yang dapat membantu meredakan peradangan pada mata. Pemberian gel lidah buaya secara topikal dapat meringankan gejala yang menyertainya, seperti mata bengkak.

3. Menggunakan Kantong Teh Hangat

Ilustrasi kantong teh untuk mengompres mata bintitan. Foto: Unsplash

Kantong teh adalah obat alami yang dapat membantu mengatasi mata bengkak dan gatal akibat peradangan. Adapun teh yang digunakan adalah teh hijau atau teh hitam.

Sebuah studi Efficacy of Green Tea Extract for Treatment of Dry Eye and Meibomian Gland Dysfunction oleh Mahmood Nejabat menyebutkan, teh hijau dapat mengurangi peradangan karena mengandung bioflavonoid, yaitu senyawa yang mampu melawan infeksi bakteri.

Cara penggunaan kantong teh untuk mengatasi mata bengkak dan gatal cukup mudah. Basahi kantong teh hijau atau teh hitam dengan air hangat, kemudian tempelkan pada mata yang terinfeksi selama 5-10 menit. Ulangi cara ini seperlunya sampai gejala berkurang.

4. Mencuci Mata dengan Air Mawar

Air mawar memiliki sifat antiinflamasi dan menghidrasi yang dapat mengatasi kondisi mata kering dan meradang. Mengutip jurnal Pharmacological Effects of Rosa Damascena oleh Mohammad Hossein Boskabady, air mawar dapat digunakan untuk mencuci kelopak mata yang bengkak dan terasa gatal.

5. Kompres Dingin

Apabila mata bengkak dan gatal disebabkan oleh iritasi, kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan pada mata. Caranya, cukup gunakan handuk bersih dan basahi dengan air dingin. Kemudian, tempelkan handuk pada kelopak mata selama 5-10 menit. Cara ini bisa diulangi sesuai kebutuhan.

6. Penggunaan Obat Antibiotik

Ilustrasi salep antibiotik untuk mata bintitan. Foto: Pexels

Seperti yang telah disebutkan, mata bintitan biasanya terjadi akibat infeksi bakteri. Dokter umumnya akan meresepkan obat tetes mata antibiotik atau salep antibiotik untuk dioleskan ke kelopak mata.

Antibiotik berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab mata bintitan dan mencegah infeksi menyebar lebih jauh. Adapun beberapa contoh obatnya, yaitu:

  • Salep mata Eritromisin: salep dapat dioleskan hingga 6 kali sehari selama beberapa hari sesuai anjuran dokter.

  • Salep mata Basitrasin: salep dapat dioleskan 1-3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter.

Sebelum mengoleskan salep antibiotik tersebut ke area yang terinfeksi, bersihkan kelopak mata dengan hati-hati menggunakan air mengalir. Penggunaan salep antibiotik jangan digunakan kurang atau melebihi dosis yang dianjurkan.

Jika infeksi kelopak mata terus berlanjut atau menyebar di luar kelopak mata, dokter dapat merekomendasikan penggunaan antibiotik dalam bentuk tablet. Beberapa contoh obatnya antara lain Eritromisin, Ciprofloxacin, dan Gentamisin.

Perlu dipahami, penggunaan antibiotik harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan meresepkan obat antibiotik berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan kondisi bintitan yang dialami. Pastikan juga untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.

7. Penggunaan Obat Kortikosteroid

Pada kasus mata bintitan yang parah, kondisi ini bisa diatasi dengan penggunaan obat-obatan yang mengandung steroid, yaitu kortikosteroid. Kortikosteroid adalah obat yang mengandung hormon steroid sintetis.

Kortikosteroid tersedia dalam bentuk krim topikal, obat tetes mata, dan obat oral. Obat ini dapat digunakan untuk meredakan pembengkakan dan peradangan pada mata bintitan. Namun, penggunaan obat ini sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Dokter juga mungkin akan merekomendasikan suntikan kortikosteroid untuk mengatasi bintitan serta mempercepat proses penyembuhan. Obat ini bisa mengurangi peradangan dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat melawan infeksi penyebab bintitan.

Baca Juga: 4 Obat Mata Bintitan: Antibiotik hingga Antinyeri

Berapa Lama Bintitan Akan Sembuh?

Bintitan merupakan kondisi yang umum terjadi dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Sebagian besar kasus mata bintitan bisa sembuh dalam waktu 7-14 hari, terutama jika bintitan sudah pecah dan mengeluarkan nanah.

Bintitan jarang menjadi tanda dari penyakit mata yang serius, tetapi kondisi ini bisa terasa menyakitkan selama proses penyembuhan. Untuk menghindari mata bintitan bertambah parah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Jangan pernah memencet atau memecahkan bintitan karena dapat memicu penyebaran infeksi.

  • Biarkan mata selalu dalam keadaan bersih dan jangan menggunakan riasan wajah terlebih dahulu.

  • Rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun untuk menghindari tidak sengaja menyentuh mata dalam keadaan tangan kotor.

Jika bintitan terus membesar atau tidak membaik dalam waktu dua minggu setelah pengobatan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Dalam kasus tertentu, dokter mungkin akan melakukan pembedahan untuk mengeluarkan nanah dan membersihkan jaringan yang membengkak.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu bintitan?

chevron-down

Bintitan adalah infeksi mata yang menyebabkan munculnya benjolan kecil pada kelopak mata yang terasa gatal, nyeri, dan mengganjal.

Apakah bintitan berbahaya?

chevron-down

Bintitan umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan tidak memiliki dampak buruk terhadap penglihatan. Namun, kondisi ini sebaiknya tidak dibiarkan dan segera diobati.

Apa penyebab bintitan?

chevron-down

Penyebab utama bintitan adalah infeksi bakteri Stafilokokus yang menginfeksi kelenjar minyak di dalam kelopak mata.