Kumparan Logo
Konten Media Partner

7 Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi pada Ibu Hamil

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apa saja penyebab keguguran yang paling sering terjadi? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja penyebab keguguran yang paling sering terjadi? Foto: Unsplash

Keguguran adalah kondisi ketika kehamilan terhenti secara spontan dan ditandai dengan keluarnya janin dari jalan lahir. Penyebab keguguran yang paling sering terjadi ialah karena kelainan hormon, sehingga janin tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Tidak hanya itu, ada beberapa faktor lainnya yang menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran, mulai dari faktor genetik, infeksi, usia ibu yang mengandung, hingga tekanan darah yang tinggi.

Ingin tahu penjelasan lebih lengkap dari faktor-faktor penyebab keguguran yang paling sering terjadi? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.

Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi

Penyebab-penyebab keguguran yang perlu diwaspadai. Foto: Unsplash

Menurut laman MedlinePlus, keguguran adalah berhentinya kehamilan secara spontan saat usia kehamilan belum mencapai 20 minggu. Kondisi ini sebagian besar terjadi pada awal kehamilan, terkadang bahkan sebelum wanita mengetahui bahwa dirinya sedang hamil.

Keguguran juga bisa disebut dengan lahir mati (stillbirth). Lahir mati dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, yakni lahir mati dini, lahir mati terlambat, hingga lahir mati aterm.

Salah satu gejala keguguran yang paling umum dialami adalah munculnya bercak darah. Tidak hanya itu, ada juga ciri-ciri keguguran lainnya, yakni aliran menstruasi yang sangat deras.

Berikut beberapa keguguran yang dirasakan oleh beberapa wanita, seperti yang dikutip dari Pregnancy Birthday Baby.

  • Nyeri punggung yang memburuk atau parah

  • Terkadang gejala disertai demam dan penurunan berat badan

  • Adanya jaringan yang terlihat seperti gumpalan darah yang keluar dari vagina

  • Munculnya pendarahan

  • Nyeri dan kram perut di bagian bawah

  • Tanda-tanda kehamilan menjadi lebih sedikit

Adapun beberapa penyebab keguguran yang perlu diketahui, berikut informasinya, seperti yang dikutip dari Mayo Clinic.

1. Masalah pada plasenta

Penyebab keguguran yang paling sering terjadi adalah masalah pada plasenta atau tali pusat. Sebagai informasi, plasenta adalah organ yang tumbuh di dalam rahim saat hamil, organ ini membantu bayi tumbuh dan berkembang dengan mengirimkan darah, oksigen, dan nutrisi melalui tali pusat.

Jika ada masalah pada plasenta, pertumbuhan dan perkembangan janin dapat terhambat, terganggu, bahkan terhenti hingga akhirnya menyebabkan keguguran.

2. Faktor genetik

World Health Organization menyebutkan bahwa kasus keguguran sering disebabkan oleh faktor genetik. Maka itu, disarankan untuk melakukan tes genetik sebelum merencanakan kehamilan, supaya tidak menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya keguguran.

Gen sendiri berupa DNA yang tersusun dari kromosom atau susunan rangka pembentukan makhluk hidup. Kromosom ini akan menentukan seseorang akan memiliki rambut seperti apa, warna mata apa, dan sebagainya.

Normalnya, setiap manusia memiliki 46 kromosom atau 23 pasang. Jika jumlahnya kurang atau lebih dari 23 pasang, risiko keguguran dapat meningkat karena janin tidak dapat berkembang dengan normal.

3. Gangguan sistem endokrin

Menurut laman United States Environmental Protection Agency, endokrin adalah kumpulan kelenjar yang memproduksi hormon dan berfungsi untuk membantu proses metabolisme. Gangguan pada sistem endokrin ini dapat mengakibatkan keguguran.

Adapun beberapa masalah yang menyerang endokrin, seperti sindrom polikistik ovarium, diabetes mellitus, penyakit tiroid (hiper atau hipotiroid), dan hiperprolaktinemia.

4. Mengonsumsi kafein yang berlebihan

Mengonsumsi kafein yang berlebihan dapat menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran. Foto: Unsplash

Penyebab lain dari keguguran yang lainnya adalah mengonsumsi kafein yang berlebihan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh BMC Pregnancy and Childbirth pada tahun 2008, mengonsumsi 200 miligram atau lebih kafein dapat meningkatkan risiko keguguran hingga dua kali lipat.

5. Posisi tidur

Posisi tidur menjadi penyebab keguguran yang perlu untuk diwaspadai, salah satunya adalah posisi tengkurap. Posisi tengkurap bisa membuat perut kehamilan menjadi tidak nyaman. Jika terlalu sering dilakukan, posisi tidur tengkurap dapat berbahaya bagi perkembangan janin.

Ketika ibu tidur dengan posisi tengkurap, hal ini bisa menekan janin dan memperlambat aliran oksigen serta nutrisi untuk janin. Jika dibiarkan begitu saja, hal tersebut bisa membuat janin menjadi keguguran.

Tidak hanya posisi tidur tengkurap, keguguran juga bisa terjadi apabila posisi tidur yang dilakukan oleh ibu hamil, yakni tidur telentang, posisi kepala yang lebih tinggi, hingga posisi kaki yang lebih tinggi.

6. Faktor usia ibu

Penyebab keguguran yang selanjutnya adalah faktor usia dari ibu yang mengandung. Menurut Healthline, risiko keguguran sebesar 12-15% terjadi pada usia 20 dan meningkat menjadi 25% pada usia 40 tahun. Sebab, seiring bertambah usia, insidensi terjadinya kelainan pada kromosom janin ikut meningkat.

Perlu diketahui, sel telur yang dihasilkan oleh wanita berusia di atas 35 tahun lebih buruk dibandingkan mereka yang berusia muda. Oleh karena itu, janin tidak bisa bertumbuh dan berkembang dengan maksimal.

7. Kebiasaan merokok

Ibu mengandung yang memiliki kebiasaan merokok memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keguguran ketimbang mereka yang bersih dari rokok.

Sebab, rokok mengandung ikotin dan lebih dari 5.000 zat kimia yang di antaranya bersifat karsinogenik dan juga zat berbahaya lainnya bagi tubuh dan janin.

Tidak hanya memicu keguguran, merokok juga akan menyebabkan dampak lain untuk kehamilan, seperti kehamilan ektopik, berat badan janin kecil, dan kelainan pembentukan organ janin sehingga berisiko cacat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu keguguran?
chevron-down

Keguguran adalah kondisi ketika kehamilan terhenti secara spontan dan ditandai dengan keluarnya janin dari jalan lahir.

Rawan keguguran usia berapa?
chevron-down

Keguguran adalah berhentinya kehamilan secara spontan saat usia kehamilan belum mencapai 20 minggu.

Apa ciri ciri keguguran muda?
chevron-down

Salah satu gejala keguguran yang paling umum dialami adalah munculnya bercak darah. Tidak hanya itu, ada juga ciri-ciri keguguran lainnya, yakni aliran menstruasi yang sangat deras.