Apa Saja Perbedaan Kehamilan Ektopik dan Kehamilan Normal?

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehamilan adalah masa yang sangat dinanti bagi banyak wanita ya, Ma. Kehamilan yang sehat diperlukan untuk perkembangan janin yang optimal. Sayangnya, tidak semua kehamilan yang dialami Mama-mama berjalan dengan lancar.
Ada beberapa Mama yang mengalami komplikasi, seperti misalnya kehamilan ektopik. Pada kehamilan ektopik, sel telur tertanam di tempat lain selain rahim, dan sering kali terjadi pada saluran tuba.
Kehamilan ini pun sangat berisiko bagi Mama dan janin. Jika Mama memaksakan kehamilan, dapat terjadi berbagai komplikasi yang membahayakan.
Lantas, apa saja perbedaan kehamilan ektopik dan kehamilan normal? Berikut penjelasan lengkapnya seperti yang diperoleh dari laman Embry Women Health.
Kehamilan Normal
Kehamilan normal adalah kondisi di mana embrio akan berkembang di dalam diri seorang wanita. Persalinan dapat terjadi 40 minggu dari haid terakhir, yaitu sekitar sembilan bulan. Terdapat tiga trimester yang akan dilalui para Mama dan setiap trimester terdiri dari 3 bulan.
Trimester pertama adalah minggu pertama atau minggu ke 0 dan berakhir pada waktu minggu ke 12. Trimester kedua berkisar antara awal minggu 13 hingga minggu 15 dan berakhir pada minggu ke 27 atau 28. Sementara, untuk trimester ketiga dan terakhir dimulai antara minggu 28 atau 29 dan diakhiri dengan persalinan.
Kondisi Tubuh dalam Kehamilan Normal
Beberapa perubahan fisik lumrah terjadi pada tubuh wanita, seperti:
1. Mual dan/atau muntah
Morning sickness bisa datang kapan saja dan biasanya dimulai setelah satu bulan masa kehamilan. Ini terjadi karena perubahan kadar hormon. Mama yang dapat kondisi ini, harus tetap mengonsumsi asupan yang bergizi meskipun dalam jumlah kecil. Selain itu, Mama juga harus memperbanyak minum air putih.
2. Kelelahan
Pada awal kehamilan, kadar progesteron akan melonjak yang berarti tubuh ingin tidur atau beristirahat. Mama disarankan untuk beristirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan yang bergizi, serta jangan lupa melakukan olahraga untuk mendapatkan energi.
3. Payudara Bengkak dan Nyeri
Perubahan hormonal setelah pembuahan membuat payudara Mama menjadi nyeri dan bengkak. Hal ini akan berlangsung sampai tubuh dapat menyesuaikan diri dengan perubahan hormonal dalam tubuh.
4. Buang Air Kecil
Darah dalam tubuh akan meningkat selama kehamilan yang menyebabkan ginjal memproses cairan ekstra.
Perkembangan Embrio
Pada kehamilan normal, sel telur dan sperma bersatu dalam tuba falopi dan sel telur atau zigot yang telah dibuahi akan melakukan perjalanan menuju rahim yang bisa memakan waktu seminggu.
Pembelahan sel dimulai 24-36 jam setelah pertemuan sel betina dan jantan. Setelah perkembangan sel, zigot akan menempel pada dinding rahim. Proses ini disebut implantasi.
Setelah itu, sel-sel akan berkembang dalam perjalanan untuk membentuk bayi selama sepuluh minggu pertama kehamilan. Tubuh dan sistem saraf terbentuk, mulut, telinga, dan jari mulai juga mulai terbentuk. Tali pusat dan plasenta mulai berkembang. Plasenta menghubungkan embrio ke dinding rahim melalui tali pusar untuk mendapatkan nutrisi.
Setelah usia kehamilan 10 minggu, embrio menjadi janin dan berukuran sekitar 30 mm. Tubuh bayi terus berkembang, dan detak jantung dapat didengar. Pertumbuhan maksimum terjadi selama minggu-minggu terakhir masa kehamilan, tepat sebelum kelahiran.
Selama kehamilan, USG akan membantu dokter melihat bayi dan memastikan kesehatan si kecil. Detak jantung bayi juga bisa didengar, dan pertumbuhannya bisa dilihat melalui ini.
USG dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai kondisi seperti masalah kesehatan bayi, janin kembar, kesehatan organ reproduksi wanita, kelainan plasenta seperti plasenta previa atau kehamilan ektopik.
Kehamilan Ektopik
Bagaimana dengan kehamilan ektopik? Ya Ma, kehamilan ektopik adalah komplikasi pada kehamilan di mana embrio menempel di luar rahim. Pada kehamilan normal, sel telur yang telah dibuahi menuju ke dinding rahim untuk implantasi. Namun, pada kehamilan ektopik, sel telur menempel pada area lain seperti tuba falopi.
Biasanya ini dikenal sebagai kehamilan tuba. Perkembangan janin di dalam tuba falopi akan sulit, sebab tuba tidak seperti rahim yang dapat mengembang seiring perkembangan janin. Kehamilan ini bisa berbahaya dan risiko tinggi bagi janin dan Mama.
Tanda dan Gejala Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik dapat memiliki gejala kehamilan yang khas, namun terdapat gejala lainnya, antara lain:
Rasa nyeri tajam di daerah perut yang menjalar ke arah panggul.
Pendarahan di vagina.
Pingsan, pusing, dan lemas.
Peluang terjadinya kehamilan ektopik hanya 1 dari 8 kehamilan. Namun, untuk memastikan apakah kehamilan tersebut adalah ektopik atau tidak, dokter harus memeriksa gejala-gejalanya terlebih dahulu.
Penyebab Kehamilan Ektopik
Adapun penyebab terjadinya kehamilan ektopik karena beberapa faktor, sebagai berikut:
Faktor genetik.
Bawaan lahir.
Ketidakseimbangan hormon pada wanita.
Adanya peradangan pada bagian tuba falopi akibat infeksi atau tindakan medis.
Perkembangan organ reproduksi yang tidak normal.
Wanita yang berusia 35-44 tahun berisiko mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik juga rentan terjadi pada wanita yang telah aktif dalam kegiatan seksual.
Diagnosis dan Pengobatan
Untuk membantu mendiagnosa kehamilan ektopik, Mama akan diminta untuk melakukan tes darah, USG dan pemeriksaan panggul. Jika Mama mengalami kehamilan ektopik, tingkat HCG dan progesteron dapat menunjukkan tanda dari kehamilan tersebut.
Setelah diagnosis dikonfirmasi, dokter perlu menetapkan rencana perawatan dan memberikan obat-obatan untuk menyelamatkan tuba falopi jika kehamilan belum berkembang terlalu jauh.
Jika tuba pecah atau terjadi pendarahan, maka dokter akan melakukan operasi pengangkatan. Setelah operasi, tingkat hCG harus mencapai nol untuk memastikan tidak ada jaringan ektopik yang tersisa.
(ANS)
Frequently Asked Question Section
Apa kondisi tubuh bagi wanita dengan kehamilan normal?

Apa kondisi tubuh bagi wanita dengan kehamilan normal?
Kondisi yang sangat lumrah terjadi adalah morning sickness atau mual yang dapat datang kapan saja dan biasanya dimulai setelah satu bulan masa kehamilan. Muntah ini terjadi karena adanya perubahan kadar hormon dalam tubuh.
Trimester pertama hamil terjadi pada minggu berapa?

Trimester pertama hamil terjadi pada minggu berapa?
Trimester pertama adalah minggu pertama atau minggu ke 0 dan berakhir pada minggu ke 12.
Apa penyebab dari kehamilan ektopik?

Apa penyebab dari kehamilan ektopik?
Penyebab dari kehamilan ektopik karena beberapa faktor, seperti faktor genetik, ketidakseimbangan hormon pada wanita, dan perkembangan organ reproduksi yang tidak normal.
