Konten Media Partner

8 Cara Menaikkan Tensi Darah dengan Cepat dan Mudah

28 Oktober 2022 16:42 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tensi darah rendah biasanya ditunjukkan dengan angka 90/60 mmHg. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Tensi darah rendah biasanya ditunjukkan dengan angka 90/60 mmHg. Foto: Pexels.com
ADVERTISEMENT
Tensi darah yang rendah harus dihindari karena bisa menimbulkan berbagai macam gangguan. Kondisi ini bisa ditangani dengan melakukan cara menaikkan tensi darah dengan cepat.
ADVERTISEMENT
Tensi darah atau yang biasa disebut tekanan darah adalah ukuran untuk mengukur kekuatan aliran darah saat memberikan tekanan pada dinding arteri. Tekanan darah biasanya berubah-ubah tergantung aktivitas dan kondisi fisik, makanan dan minuman yang dikonsumsi, dan berbagai macam faktor lainnya.
Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah rendah jika tensimeter menunjukkan angka 90/60 mmHg. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan, seperti nyeri dada, gagal jantung, serangan jantung, hingga gagal ginjal kronis.
Oleh karena itu, kondisi tensi darah rendah perlu segera diatasi. Ada berbagai macam cara menaikkan tensi darah dengan cepat. Simak ragam cara meningkatkan tensi cara dengan cepat di bawah ini.

Penyebab Tekanan Darah Rendah

Ketika tekanan darah rendah, penderita akan merasakan sejumlah gejala, mulai dari penglihatan mengabur, pusing, lelah, mudah haus, gangguan pernapasan, bahkan bisa kehilangan kesadaran atau pingsan.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari jurnal Hypotension oleh Sandeep Sharma, dkk, tekanan darah rendah dapat disebabkan oleh beberapa hal. Berikut beberapa di antaranya:
ADVERTISEMENT

Cara Menaikkan Tensi Darah dengan Cepat

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan tensi darah. Berikut cara menaikkan tensi darah dengan cepat.

1. Perbanyak Minum

Salah satu cara menaikkan tensi darah dengan cepat adalah perbanyak minum air putih. Foto: Pexels.com
Jika memiliki tensi rendah, cobalah untuk memperbanyak minum untuk mengurangi gejala tekanan darah rendah. Gejala tekanan darah rendah juga akan semakin memburuk jika tubuh kekurangan cairan.
Tubuh juga membutuhkan cairan untuk membantu meningkatkan volume darah. Dengan begitu, tekanan darah juga akan ikut naik. Untuk itu, penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi banyak cairan.

2. Konsumsi Makanan Asin Secukupnya

Makanan asin yang mengandung natrium cenderung membantu meningkatkan tekanan darah. Dikutip dari jurnal Sodium Intake and Hypertension oleh Andrea Grillo, dkk, asupan natrium bisa menaikkan tekanan darah dengan cepat.
ADVERTISEMENT
Namun, cobalah untuk mengonsumsi makanan asin secukupnya untuk menghindari gangguan pada organ jantung karena makanan asin bisa meningkatkan tekanan darah dengan cepat.

3. Makan Makanan Kaya Vitamin B12

Cara menaikkan tensi darah dengan cepat selanjutnya adalah meningkatkan konsumsi makanan yang kaya akan vitamin B12. Vitamin B12 adalah nutrisi yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah normal.
Kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan anemia yang tentunya mengakibatkan tekanan darah menurun. Cobalah untuk mengonsumsi makanan tinggi vitamin B12, seperti telur, daging, kerang, daging sapi, susu yang diperkaya, dan lain-lain.

4. Konsumsi Makanan Tinggi Folat

Selain vitamin B12, folat juga termasuk nutrisi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah yang sehat. Tanpa asupan folat cukup, seseorang bisa mengalami anemia yang mengakibatkan tekanan darah menurun.
Mengutip dari jurnal Dietary Intake of Vitamin B12 and Folic Acid Is Associated With Lower Blood Pressure in Japanese Preschool Children oleh Yuya Tamai, dkk, mengonsumsi asam folat bisa meningkatkan tekanan darah pada remaja dan orang dewasa.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat yang tinggi. Contoh makanan yang kaya akan folat adalah asparagus, sayur-sayuran hijau, telur, hati, dan lain-lain.

5. Konsumsi Kafein

Konsumsi kafein adalah salah satu cara menaikkan tensi darah dengan cepat. Foto: Pexels.com
Konsumsi produk berkafein, seperti kopi dan teh bisa meningkatkan tekanan darah dengan merangsang sistem kardiovaskular dan meningkatkan detak jantung. Cara ini bisa meningkatkan tekanan darah dengan cepat, tetapi hanya memiliki efek yang pendek.
Penderita bisa mengonsumsi produk berkafein untuk mengurangi berbagai macam gejala tekanan darah rendah. Tak hanya menaikkan tensi darah, konsumsi kafein juga bisa membantu menambah energi pada penderita hipotensi.

6. Kurangi Karbohidrat

Makanan yang tinggi karbohidrat, terutama karbohidrat olahan, cenderung mencerna dengan sangat cepat dibandingkan dengan makanan lain. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari jurnal Substantial and Sustained Improvements in Blood Pressure, Weight and Lipid Profiles from a Carbohydrate Restricted Diet oleh David J. Unwin, dkk, diet rendah karbohidrat dapat membantu mengatasi hipotensi, terutama pada orang dewasa dan lansia.

7. Kurangi Porsi Makanan

Ketika seseorang sering mengonsumsi makanan dalam jumlah yang besar, tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya. Hal ini bisa menyebabkan tekanan darah menurun dengan cepat.
Oleh karena itu, penting untuk mengurangi porsi makan. Akan tetapi, jangan lupa untuk tetap memenuhi kebutuhan kalori harian. Sebagai gantinya, cobalah untuk makan dengan porsi kecil dan frekuensi yang lebih banyak, yaitu sebanyak 3-5 kali sehari.

8. Minum Obat Peningkat Tekanan Darah

Ada beberapa jenis obat untuk tekanan darah rendah, khususnya untuk jenis hipotensi ortostatik. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obat berikut ini:
ADVERTISEMENT
Sebelum menggunakan obat-obatan ini, jangan lupa untuk mendiskusikan dengan dokter terkait aturan pakai, dosis, hingga efek samping yang muncul akibat penggunaan obat-obatan tersebut.
Itulah berbagai macam cara menaikkan tensi darah dengan cepat. Perlu diingat bahwa tekanan darah secara alami bisa berubah sepanjang hari. Jika tekanan darah rendah terjadi secara terus-menerus, silakan periksakan ke dokter karena kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis yang tepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)