8 Obat Luka Bernanah agar Cepat Kering yang Aman dan Efektif
ยทwaktu baca 4 menit

Luka bernanah adalah jenis luka pada kulit yang sudah dipengaruhi oleh infeksi bakteri. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya cairan yang memiliki tekstur kental, berwarna putih, kuning, atau hijau, gatal-gatal, dan berbau tidak sedap.
Cairan nanah pada luka menjadi gejala utama bahwa luka tersebut sudah terinfeksi bakteri. Ada beberapa obat luka bernanah yang bisa digunakan agar luka cepat kering dan tidak menyebabkan komplikasi. Apa saja obatnya?
Obat Luka Bernanah
Luka bernanah biasanya diobati dengan pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi dan menghentikan penyebarannya. Jika area luka yang terinfeksi kecil, dokter biasanya menyarankan penggunaan salep antibiotik seperti asam fusidat.
Namun, jika luka bernanah berukuran besar atau infeksinya menjadi semakin parah, dokter akan memberikan obat antibiotik oral untuk diminum selama beberapa hari.
Perlu diingat, meskipun obat antibiotik banyak tersedia di apotek, tetapi Anda tidak boleh menggunakannya sembarangan atau tanpa pengawasan dokter.
Selain penggunaan antibiotik, Anda juga bisa mengobati luka bernanah dengan bahan alami. Dirangkum dari Healthline, berikut beberapa obat medis dan alami yang dapat digunakan agar luka bernanah cepat kering.
1. Petroleum Jelly
Petroleum jelly berguna untuk menjaga kelembapan kulit. Anda dapat mengoleskan petroleum jelly pada luka untuk mempercepat proses penyembuhan luka bernanah. Selain mempercepat proses penyembuhan luka, mengoleskan petroleum jelly juga bisa mencegah terbentuknya jaringan parut.
2. Bacitracin
Salah satu salep antibiotik untuk luka bernanah yang bisa digunakan adalah Bacitracin. Bacitracin termasuk ke dalam golongan obat antibiotik polipeptida yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga tidak dapat berkembang biak.
3. Polysporin
Polysporin adalah salep antibiotik lainnya untuk mengobati luka bernanah yang sifatnya ringan sekaligus mencegah terjadinya infeksi dengan cara menghentikan atau menghambat pertumbuhan bakteri.
Polysporin memiliki kandungan aktif berupa bacitracin dan polymyxin B. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan Polysporin hanya diperbolehkan untuk luka bernanah yang kondisinya kecil dan tidak dalam. Salep antibiotik ini tidak boleh digunakan untuk luka dalam atau luka bakar serius.
4. Madu
Madu merupakan obat alami yang bersifat antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi. Penelitian Phytochemicals and Naturally Derived Substances for Wound Healing oleh Raja K. Sivamani, dkk menyebutkan bahwa madu dapat digunakan untuk mengurangi pembentukan bekas luka dan menghambat pertumbuhan bakteri pada luka bernanah.
Namun, perlu diingat bahwa madu hanya boleh digunakan untuk luka kecil dan tidak disarankan untuk mengobati luka besar, kecuali atas anjuran dokter.
5. Lidah Buaya
Gel lidah buaya sudah lama digunakan untuk mengobati berbagai jenis kondisi kulit, seperti luka bernanah. Mengutip jurnal Traditional Therapies for Skin Wound Healing oleh Ruben F. Pereira, dkk., lidah buaya mengandung sifat antibakteri dan antiinflamasi yang dapat mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi rasa tidak nyaman.
6. Kunyit
Mengutip jurnal Wound Healing Properties of Selected Natural Products oleh Nurul Izzah Ibrahim, dkk., kunyit mengandung senyawa kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri alami.
Anda dapat mengoleskan kunyit yang sudah dihaluskan menjadi pasta pada luka bernanah untuk membantu penyembuhannya. Selain itu, kunyit juga mampu membunuh bakteri dan membuat luka bernanah cepat kering.
7. Minyak Kelapa
Minyak kelapa mengandung asam lemak monolaurin yang memiliki sifat antibakteri. Asam lemak ini dapat mempercepat penyembuhan luka dan menurunkan risiko infeksi. Untuk membantu menurunkan risiko penyebaran infeksi, Anda bisa mengoleskan minyak kelapa pada luka bernanah.
8. Obat Merah Antiseptik
Obat merah antiseptik dapat membantu menghilangkan infeksi bakteri pada luka bernanah. Sebelum menggunakan obat merah pada area luka, Anda dapat mengompres luka terlebih dahulu menggunakan kain kasa steril yang telah direndam cairan antiseptik selama 5 menit. Setelah itu, beri obat merah pada luka secukupnya.
Baca Juga: 7 Cara Menyembuhkan Luka Bernanah dengan Aman untuk Cegah Komplikasi
Apa yang Harus Dilakukan agar Luka Cepat Kering?
Ada berbagai perawatan yang bisa dilakukan agar luka cepat kering. Dikutip dari American Academy of Dermatology, berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan agar luka cepat kering dan sembuh.
Membersihkan luka. Jika Anda mengalami luka, luka ini wajib untuk dibersihkan karena bisa menyebabkan infeksi lebih lanjut. Bersihkan luka dengan cairan antiseptik hingga luka kemudian keringkan dengan handuk.
Menggunakan perban untuk menutup luka. Tutup luka dengan perban atau kain kasa setelah dibersihkan agar mencegah berbagai kuman dan bakteri masuk ke dalam luka. Perban ini sebaiknya diganti minimal satu hari sekali.
Mengobati luka dengan salep antiseptik. Cara ini dilakukan untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Antiseptik dapat melawan kuman serta mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi.
Mengoleskan minyak kelapa. Kandungan dalam minyak kelapa bisa membantu menyembuhkan luka dan mengurangi risiko terjadinya infeksi.
Memperbanyak konsumsi protein. Kandungan protein dapat membantu meningkatkan produksi sel-sel dalam tubuh sehingga lebih cepat untuk menyembuhkan luka.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu luka bernanah?

Apa itu luka bernanah?
Luka bernanah adalah jenis luka pada kulit yang sudah dipengaruhi oleh infeksi bakteri.
Apa gejala luka bernanah?

Apa gejala luka bernanah?
Kondisi ini ditandai dengan keluarnya cairan yang memiliki tekstur kental, berwarna putih, kuning, atau hijau, dan berbau tidak sedap.
Apa manfaat petroleum jelly untuk luka bernanah?

Apa manfaat petroleum jelly untuk luka bernanah?
Petroleum jelly berguna untuk menjaga kelembapan kulit. Selain mempercepat proses penyembuhan luka, mengoleskan petroleum jelly juga bisa mencegah terbentuknya jaringan parut.
