8 Obat Muntaber dari Apotek dan Bahan Alami yang Ampuh

Konten Media Partner
22 September 2022 15:47
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Apa saja obat muntaber? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja obat muntaber? Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Muntaber adalah penyakit yang disebabkan karena terjadi peradangan di dinding saluran pencernaan, khususnya di area lambung dan khusus. Untuk menyembuhkannya, ada beberapa obat muntaber yang dapat dikonsumsi, mulai dari obat-obatan yang didapatkan dari apotik hingga bahan alami.
ADVERTISEMENT
Adapun cara mencegah muntaber di antaranya adalah mengonsumsi makanan dan minuman bergizi, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, hingga menjaga kebersihan dari peralatan makan. Simak uraian lengkap tentang obat muntaber di bawah ini.

Obat Muntaber di Apotik

Dalam medis, muntaber disebut juga dengan istilah gastroenteritis. Kondisi ini terjadi karena saluran pencernaan ditandai dengan muntah atau diare. Menyadur laman Medical News Today, muntaber ini terjadi karena virus, bakteri, atau parasit yang penyebarannya melalui makanan atau minuman.
Gejala yang timbul akibat muntaber, di antaranya muntah, diare, mual, sakit perut, demam, sakit kepala, dan tidak nafsu makan. Tidak hanya itu, muntaber juga berisiko menyebabkan dehidrasi, terlebih untuk anak-anak.
Obat-obat muntaber. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Obat-obat muntaber. Foto: Unsplash
Lantas, bagaimana pengobatan yang dapat dijalani untuk mengurangi gejala dari muntaber ini? Berikut informasinya.
ADVERTISEMENT

1. Loperamide

Loperamide adalah obat yang sering diberikan pada seseorang yang mengalami diare. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan, obat ini membuat diare mereda, tetapi belum tentu hilang. Loperamide bekerja dengan memperlambat pergerakan usus, sehingga feses menjadi lebih padat.

2. Oralit

Oralit adalah campuran dari garam dan karbohidrat dalam bentuk gula yang dilarutkan dalam air. Larutan ini bekerja sebagai pengganti cairan dalam tubuh yang hilang ketika dehidrasi. Sebagaimana yang diketahui, muntaber kerap menyebabkan beberapa orang mengalami dehidrasi.
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kondisi yang tidak diinginkan, disarankan agar pengidapnya konsumsi obat oralit ini. Dengan begitu, tubuh tidak mengalami kurang cairan yang dapat berpotensi menyebabkan komplikasi penyakit lainnya.

3. Diatabs

Diatabs adalah salah satu obat muntaber yang cukup populer digunakan. Obat ini memiliki kandungan magnesium aluminium phyllosilicate yang bersifat alami sebagai penyerap di dalam lambung serta saluran pencernaan. Tidak hanya di apotek, diatabs juga bisa ditemukan di supermarket terdekat tanpa perlu resep dokter.
ADVERTISEMENT

4. Norit

Menurut laman Everyday Health, norit adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi frekuensi buang air besar dan menyerap racun pada penderita diare. Biasanya, obat ini digunakan untuk mengobati perut kembung hingga gangguan pencernaan lain.

5. Neo Entrostop

Neo entrostop adalah obat antidiare dengan kandungan attapulgit dan pektin. Obat ini bekerja dengan menetralisir racun dan bakteri penyebab diare. Neo entrostop sendiri bisa didapatkan dengan mudah di apotek terdekat dengan harga yang termasuk terjangkau.

Obat Muntaber Alami

Selain menggunakan obat-obatan dari apotek, obat muntaber juga bisa diatasi dengan bahan-bahan alami. Keunggulan obat muntaber berbahan alami ini adalah efek samping yang diberikan tidak begitu mengganggu aktivitas seseorang.
Lebih jelasnya, berikut beberapa obat-obat muntaber alami, seperti yang dikutip dari laman Healthline.
ADVERTISEMENT

1. Air jahe

Jahe memiliki sifat anti radang dan antibakteri yang mampu memblokir racun dari bakteri penyebab diare di dalam perut. Tidak hanya itu, jahe mampu memperlambat pertumbuhan bakteri E.coli.

2. Kunyit

Menyadur laman Net Meds, kunyit adalah rempah-rempah lainnya yang bermanfaat untuk meyembuhkan muntaber. Perlu diketahui, rempah-rempah ini memiliki sifat antibakteri yang berfungsi membunuh bakteri penyebab-penyebab air besar yang dialami.
Penggunaannya pun cukup mudah, yakni dengan merebus kunyit dengan air panas dan mengonsumsi sebanyak 3 kali sehari agar hasil yang didapatkan tempat maksimal.

3. Air kelapa

Air kelapa mengandung banyak zat elektrolit yang mampu menggantikan cairan yang hilang dari tubuh akibat penyakit buang-buang air besar. Cairan ini bisa dijadikan sebagai obat diare tradisional yang aman untuk dikonsumsi oleh segala umur yang mengidap penyakit ini.
ADVERTISEMENT
Untuk hasil yang maksimal, air kelapa dapat digunakan dengan mudah dan simpel. Sebab, pengidapnya hanya perlu meneguk air kelapa murni tanpa perlu campuran apa pun.

Cara Mencegah Muntaber

Muntaber tidak hanya diobati dengan obat-obatan apotek atau alami saja. Namun, ada beberapa langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh para pengidap muntaber.
Jadi tidak hanya mengonsumsi obat-obatan, muntaber juga perlu dilengkapi dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Lantas, bagaimana cara mencegah muntaber? Menyadur dari laman Cleveland Clinic, berikut cara mencegah muntaber yang perlu diterapkan.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman bergizi akan menyebabkan sistem imun tubuh lebih kebal.
  • Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal agar tidak ada virus menembus sistem pertahanan tubuh.
  • Membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan, sebab tangan menjadi sarana pertama yang berperan dalam penyebaran kuman dan bakteri.
  • Menjaga kebersihan dapur dan peralatan makan sebelum dikonsumsi agar tidak ada bakteri-bakteri atau kuman yang menempel.
ADVERTISEMENT
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Apa obat muntaber yang alami?
chevron-down
Langkah cara mencegah muntaber?
chevron-down
Apa obat muntaber dewasa?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020