Kumparan Logo
Konten Media Partner

Allopurinol: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Allopurinol. Allopurinol obat apa? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Allopurinol. Allopurinol obat apa? Foto: Unsplash

Daftar isi

Allopurinol obat apa? Allopurinol adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit asam urat kronis (artritis gout) yang disebabkan oleh terlalu banyaknya kadar asam urat dalam darah. Obat ini juga dapat digunakan pada terapi kanker yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat (hiperurisemia).

Allopurinol termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai resep dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Allopurinol 100 mg
Harga
Rp4.000 - Rp20.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Mengobati penyakit asam urat kronis dan hiperurisemia.
Komposisi
Allopurinol 100 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa (penyakit asam urat): dosis awal 100 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap setelah 2-4 minggu hingga 300 mg per hari sesuai kondisi pasien.
Efek Samping
Sakit kepala, mual, muntah, demam, dan nyeri sendi.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk ibu hamil dan menyusui, serangan gout akut, serta pasien yang hipersensitif terhadap kandungan obat.
Golongan Obat
Obat Keras

Allopurinol Obat Apa?

Allopurinol adalah obat yang termasuk golongan penghambat xantin oxidase. Menurut Marc C. Hochberg dalam Practical Rheumatology (2004), obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim xantin oksidase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan asam urat.

Xantin oksidase mengubah hipoxantin menjadi xantin dan selanjutnya xantin menjadi asam urat. Dengan cara kerjanya tersebut, produksi asam urat pun berkurang dan produksi xantin maupun hipoxantin meningkat, sehingga jauh lebih mudah dibersihkan oleh ginjal.

Allopurinol dapat mengurangi produksi asam urat, mengurangi konsentrasi asam urat di urine, mencegah terbentuknya batu ginjal, dan mengecilkan tofus (timbunan kristal asam urat di sekitar persendian).

Kandungan dan Kegunaan Allopurinol

Allopurinol merupakan obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif yang dimiliki. Sediaan obat ini tersedia dalam bentuk tablet dengan kandungan Allopurinol 100 mg dan 300 mg.

Ilustrasi Allopurinol obat apa. Foto: Unsplash

Allopurinol bekerja dengan cara menghambat pembentukan asam urat di dalam tubuh. Obat ini terutama diberikan kepada penderita yang memiliki kadar asam urat tinggi dan batu ginjal atau mengalami kerusakan ginjal. Beberapa kegunaan lainnya dari obat ini meliputi:

1. Artritis Gout

Artritis gout adalah salah satu bentuk artritis atau radang sendi yang disebabkan karena tingginya kadar asam urat di dalam tubuh.

Kadar asam urat yang tinggi menyebabkan penumpukan asam urat di dalam persendian dan organ tubuh lainnya. Penumpukan asam urat inilah yang membuat sendi terasa sakit, nyeri, dan meradang.

2. Mengobati Hiperurisemia pada Pasien Kemoterapi Kanker

Mengutip Encyclopedia of Molecular Pharmacology oleh Stefan Offermanns (2008), Allopurinol juga digunakan untuk mencegah peningkatan kadar asam urat berlebihan (hiperurisemia) pada pasien yang menerima kemoterapi kanker.

Pasien yang menjalani kemoterapi kanker dapat mengalami peningkatan kadar asam urat karena pelepasan asam urat dari sel-sel kanker yang sekarat.

3. Menghambat Pembentukan Tofus

Tofus adalah timbunan kristal asam urat di sekitar persendian akibat hiperurisemia kronis. Penggunaan Allopurinol jangka panjang akan membantu menghambat pembentukan tofus dan memperkecil tofus yang sudah terbentuk.

Selain beberapa kondisi di atas, Allopurinol juga bisa digunakan untuk pengobatan penyakit gout sekunder akibat penyakit polisitemia vera, leukemia, limfoma, serta hiperurisemia akibat obat-obatan tertentu.

Anjuran Dosis Allopurinol

Allopurinol merupakan obat yang tersedia dalam bentuk tablet. Sebagai golongan obat keras, penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi Allopurinol, yaitu:

  • Konsumsi obat ini harus sesuai dengan anjuran dokter dan tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Obat ini tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.

  • Obat ini dapat dikonsumsi setelah makan. Usahakan untuk mengonsumsi obat pada jam yang sama setiap harinya agar pengobatan maksimal.

Ilustrasi konsumsi obat Allopurinol. Foto: Unsplash

Adapun anjuran dosis dan aturan pakai obat Allopurinol secara umum sesuai kondisi penyakitnya adalah sebagai berikut.

Dosis Allopurinol untuk Penyakit Asam Urat

  • Dewasa: dosis awal 100 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap setelah 2-4 minggu hingga 300 mg per hari sesuai kondisi pasien. Obat ini diminum sesudah makan.

Dosis Allopurinol untuk Hiperurisemia Akibat Kemoterapi Kanker

  • Dewasa: dosis 600-800 mg per hari, dibagi menjadi beberapa dosis selama 2-3 hari sebelum pengobatan kemoterapi. Obat ini diminum sesudah makan.

Dosis Allopurinol untuk Batu Ginjal

  • Dewasa: dosis 100 mg per hari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini diminum sesudah makan.

Kontraindikasi Allopurinol

Penggunaan Allopurinol harus sesuai dengan anjuran dokter. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki alergi terhadap kandungan obat.

Selain itu, obat ini tidak boleh digunakan pada serangan asam urat akut serta ibu hamil dan menyusui. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila sedang atau pernah menderita gangguan saraf pusat, diabetes, penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit tiroid, hipertensi, dan penyakit jantung kongestif.

Allopurinol juga tidak dianjurkan apabila penderita sedang menggunakan obat-obatan lain, terutama:

  • Antikoagulan (pengencer darah). Allopurinol dapat meningkatkan risiko pendarahan sehingga dosis antikoagulan mungkin perlu diubah atau tergantung pada hasil tes darah.

  • Azathioprine (misalnya Imuran) atau Mercaptopurine (misalnya Purinethol). Allopurinol dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah lebih tinggi.

Efek Samping Allopurinol

Sama seperti obat-obatan lain, Allopurinol memiliki efek samping yang bisa terjadi. Mengutip Allopurinol oleh Ahmad Qurie, dkk.(2022), beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini, di antaranya:

  • Sakit kepala

  • Mual dan muntah

  • Demam

  • Diare

  • Sakit perut

  • Mengantuk

  • Nyeri sendi

Selain efek samping di atas, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami sejumlah efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Reaksi alergi, meliputi ruam merah pada kulit, pembengkakan pada bibir atau kelopak mata, sesak napas, dan gatal-gatal.

  • Penyakit ginjal yang ditandai dengan nyeri saat buang air kecil atau urine berdarah.

  • Penyakit kuning yang ditandai dengan perubahan warna kekuningan pada kulit, bagian putih mata, dan membran mukosa.

  • Penyakit infeksi yang ditandai dengan gejala berupa demam, menggigil, atau sakit tenggorokan.

Jika merasakan efek samping di atas, segera hentikan pemakaian obat. Konsultasikan segera kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa saja efek samping Allopurinol?

chevron-down

Beberapa efek samping Allopurinol antara lain sakit kepala, mual, muntah, demam, dan diare.

Apa kegunaan Allopurinol?

chevron-down

Allopurinol dapat mengurangi produksi asam urat, mengurangi konsentrasi asam urat di urine, mencegah terbentuknya batu ginjal, dan mengecilkan tofus.

Bagaimana cara kerja Allopurinol?

chevron-down

Allopurinol bekerja dengan cara menghambat pembentukan asam urat di dalam tubuh.