Aspilets: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
·waktu baca 7 menit

Aspilets obat apa? Aspilets adalah obat pereda nyeri yang efektif untuk mencegah kerusakan pada otot jantung atau infark miokard, angina pektoris, dan nyeri lainnya. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID).
Aspilets termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Aspilets Tablet 80 mg | |
|---|---|
Harga | Rp4.000 - Rp10.000 per strip (10 tablet) |
Indikasi dan Manfaat | Meredakan nyeri ringan hingga sedang, menurunkan demam, dan membantu mencegah kerusakan pada otot jantung atau infark miokard, angina pektoris, dan nyeri lainnya. |
Komposisi | Asam Asetilsalisilat 80 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa: diminum 1 tablet (80 mg) per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan. |
Efek Samping | Pusing, sakit kepala, sakit perut, mual, dan muntah. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk pasien dengan riwayat perdarahan pada lambung atau usus, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta wanita hamil dan menyusui. |
Golongan Obat | Obat Keras |
Pengertian Aspilets
Aspilets obat untuk apa? Aspilets adalah obat yang termasuk ke dalam kelompok obat antiplatelet.
Mengutip jurnal Antiplatelet Drugs (Antithrombotic Therapy and Prevention of Thrombosis) oleh John W. Eikelboom, obat jenis ini digunakan untuk mengencerkan darah dan mencegah terjadinya penggumpalan di pembuluh darah.
Selain sebagai antiplatelet, Aspilets termasuk ke dalam kelompok obat NSAID yang digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang, mengurangi peradangan, dan meredakan demam serta flu. Obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah stroke dan serangan jantung.
Kandungan dan Kegunaan Aspilets
Aspilets memiliki kandungan zat aktif asam asetilsalisilat 80 mg. Asam asetilsalisilat atau aspirin merupakan senyawa NSAID yang memiliki banyak manfaat untuk mengobati berbagai kondisi medis, termasuk diberikan kepada pasien dengan penyakit jantung koroner dan stroke.
Aspirin dapat digunakan untuk meredakan nyeri (analgesik), mengurangi peradangan (antiinflamasi), menurunkan demam (antipiretik), dan mengencerkan darah.
Selain itu, obat ini juga mempunyai efek antiplatelet trombosit sehingga dapat digunakan untuk pencegahan stroke dan serangan jantung.
Menurut Ida Ghlichloo dan Valerie Gerriets dalam jurnal Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAIDs), sebagai analgesik, aspirin bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin di dalam tubuh untuk memberikan efek penghilang rasa sakit.
Sementara sebagai antiinflamasi, obat ini bekerja dengan cara menekan respons pertahanan alami tubuh, kemudian mengurangi gejalanya, seperti peradangan dan pembengkakan.
Aspirin sebagai antipiretik bekerja dengan cara menghambat peningkatan konsentrasi prostaglandin di sistem saraf pusat yang menjadi penyebab terjadinya demam. Cara kerjanya tersebut dapat menurunkan suhu tubuh kembali ke normal hingga demam pun turun.
Di sisi lain, efek antiplatelet pada aspirin bekerja dengan cara menghambat pembentukan trombus pada sirkulasi arteri. Obat ini digunakan untuk mencegah penggumpalan darah pada kondisi angina yang tidak stabil dan serangan iskemik otak yang terjadi sesaat.
Aspilets diindikasikan secara khusus untuk mencegah dan menangani angina pektoris (nyeri dada akibat penyakit jantung koroner) dan infark miokard (serangan jantung).
Anjuran Dosis Aspilets
Penggunaan Aspilets harus sesuai petunjuk dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Berikut ini anjuran dosis dan aturan pakai Aspilets secara umum.
Dewasa: diminum 1 tablet (80 mg) per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sesudah makan.
Jika ingin mengonsumsi Aspilets, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti gangguan irama jantung (aritmia) dan penyakit kelainan darah (diskrasia darah).
Cara Mengonsumsi Aspilets dengan Benar
Aspilets termasuk golongan obat keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Adapun cara mengonsumsi Aspilets dengan benar, yaitu:
Sebelum mengonsumsi Aspilets, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.
Konsumsi Aspilets harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Jangan mengurangi atau melebihkan dosis tanpa sepengetahuan dokter.
Aspilets sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung dan membantu penyerapan obat secara maksimal.
Konsumsi Aspilets secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, dan mencampurkan obat dengan makanan.
Konsumsi Aspilets secara teratur pada waktu yang sama. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Jika Anda lupa mengonsumsi Aspilets pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.
Simpan Aspilets di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Interaksi Aspilets dengan Obat Lain
Kandungan aspirin dalam Aspilets dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Dikutip dari laman Drug Bank, adapun interaksi aspirin dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:
Penggunaan aspirin bersama dengan obat antikoagulan (obat pengencer darah), seperti warfarin atau heparin, dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Penggunaan aspirin bersama dengan obat kortikosteroid, seperti prednisone atau dexamethasone, dapat meningkatkan risiko perdarahan dan efek samping pada lambung.
Penggunaan aspirin dengan obat antidiabetik, seperti sulfonylurea, dapat memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh.
Penggunaan aspirin dengan obat antiplatelet lain, seperti clopidogrel, dapat meningkatkan risiko efek samping dan perdarahan.
Penggunaan aspirin bersama dengan obat antikonvulsan (obat antikejang), seperti asam valproat, dapat mengurangi efektivitas obat tersebut.
Penggunaan aspirin bersamaan dengan obat NSAID lainnya, seperti ibuprofen, ketorolac, atau naproxen, dapat meningkatkan risiko iritasi lambung dan perdarahan.
Perlu diketahui, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari Aspilets. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi Aspilets bersama dengan obat-obatan lain, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau dalam pengobatan jangka panjang.
Cara Penyimpanan Aspilets
Simpan Aspilets pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.
Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan Aspilets sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Aspilets
Sebelum mengonsumsi Aspilets, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:
Pasien yang memiliki alergi terhadap aspirin dan golongan obat NSAID lainnya.
Pasien yang menderita tekanan darah rendah (hipotensi).
Pasien yang memiliki gangguan perdarahan seperti hemofilia.
Pasien yang memiliki penyakit infeksi jamur, infeksi bakteri, atau infeksi virus seperti herpes.
Pasien yang memiliki penyakit tukak lambung, katarak, gagal jantung, penyakit liver, atau gangguan mental seperti depresi.
Pasien yang menderita gangguan fungsi hati dan ginjal berat.
Pasien yang memiliki gangguan fungsi sumsum tulang
Ibu hamil dan menyusui.
Peringatan Kehamilan
Aspilets merupakan obat yang termasuk dalam kategori D. Kategori D adalah jenis obat yang berdasarkan hasil penelitian pada hewan maupun manusia menunjukkan efek berbahaya yang dapat menyebabkan kelainan pada janin.
Konsultasikan kepada dokter jika Anda ingin mengonsumsi Aspilets saat hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Obat hanya boleh digunakan pada situasi darurat atau ketika tidak ada persediaan obat lain yang lebih aman untuk ibu hamil.
Peringatan Menyusui
Aspilets dapat terserap ke dalam ASI. Oleh sebab itu, jangan gunakan obat ini jika sedang menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Efek Samping Aspilets
Sama seperti obat-obatan lainnya, Aspilets juga memiliki sejumlah efek samping yang dapat muncul, di antaranya:
Pusing, sakit kepala, atau vertigo
Sakit perut
Mual dan muntah
Demam
Nyeri di perut yang tidak nyaman (dispepsia)
Pruritus (rasa gatal pada kulit)
Peningkatan laju pernapasan
Berkeringat
Mulut kering
Sensasi panas di kulit
Selain itu, Aspilets juga memiliki beberapa efek samping serius yang mungkin terjadi, seperti tinnitus (telinga berdenging), nyeri saat menelan, pembengkakan pada wajah, dan sesak napas.
Pada kasus yang jarang terjadi, Aspilets dapat menyebabkan sindrom Reye. Sindrom Reye adalah kondisi serius yang menyebabkan kerusakan pada organ hati dan otak. Kondisi ini ditandai dengan ensefalopati akut dan hati berlemak.
Sindrom Reye umumnya menimpa anak-anak. Kondisi ini bisa terjadi apabila anak-anak atau remaja diberikan aspirin untuk mengatasi demam atau penyakit infeksi. Oleh sebab itu, jangan menggunakan obat ini tanpa sepengetahuan dokter.
Jika mengalami efek samping di atas, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Obat Sakit Dada di Apotek yang Efektif Redakan Gejala
Penyakit Terkait dengan Obat Aspilets
Aspilets merupakan obat antiplatelet dan pereda nyeri yang banyak digunakan untuk berbagai kondisi medis. Berikut adalah beberapa penyakit terkait yang bisa diobati dengan obat Aspilets.
1. Nyeri
Aspilets adalah obat analgesik (pereda nyeri) yang efektif dalam mengatasi berbagai jenis nyeri, termasuk sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan nyeri sendi.
2. Demam
Selain mengatasi nyeri, aspirin juga memiliki sifat antipiretik yang membantu menurunkan suhu tubuh ke tingkat normal. Obat ini sering digunakan untuk mengatasi demam pada anak-anak dan orang dewasa.
3. Infark Miokard
Infark miokard adalah istilah medis untuk serangan jantung, yaitu suatu kondisi ketika aliran darah ke jantung terhenti atau berkurang akibat adanya penyempitan pembuluh darah.
Mengutip jurnal Antithrombotic Properties of Aspirin and Resistance to Aspirin: Beyond Strictly Antiplatelet Actions oleh Anetta Undas, dkk., obat aspirin umumnya digunakan setelah serangan jantung untuk mencegah penggumpalan darah. Obat ini dapat membantu mempertahankan aliran darah ke jantung.
4. Angina Pektoris
Angina pektoris adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri dada akibat kurangnya suplai aliran darah ke jantung. Aspilets dapat membantu mengurangi risiko serangan angina dengan mengurangi penggumpalan darah yang dapat menghambat aliran darah ke jantung.
5. Stroke
Aspilets sering digunakan sebagai pengobatan pencegahan untuk mengurangi risiko stroke iskemik yang disebabkan oleh penggumpalan darah. Obat ini membantu mencegah pembekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah di otak.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa kegunaan Aspilets?

Apa kegunaan Aspilets?
Aspilets adalah obat pereda nyeri yang efektif untuk mencegah kerusakan pada otot jantung atau infark miokard, angina pektoris, dan nyeri lainnya.
Aspilets golongan obat apa?

Aspilets golongan obat apa?
Aspilets termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.
Apa kandungan obat Aspilets?

Apa kandungan obat Aspilets?
Aspilets memiliki kandungan zat aktif asam asetilsalisilat 80 mg.
