Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten Media Partner
Bagaimana Cara Menghitung IMT untuk Pria dan Wanita?
5 Januari 2023 8:58 WIB
·
waktu baca 4 menit
ADVERTISEMENT
IMT (Indeks Massa Tubuh) adalah perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana kaitan berat tubuh dengan tinggi badan. Jika IMT yang dimiliki terlalu rendah atau tinggi, itu menandakan bahwa tubuh sedang dalam kondisi yang tidak sehat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menghitung IMT yang tepat.
ADVERTISEMENT
Perhitungan IMT bisa membantu orang-orang yang ingin melaksanakan program diet. Lantas, bagaimana cara menghitung IMT? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Cara Menghitung IMT
Menurut laman Kementerian Kesehatan RI, indeks massa tubuh atau IMT adalah indeks sederhana dari berat badan terhadap tinggi badan yang digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa.
Sederhananya, IMT dapat diartikan sebagai perhitungan berat badan seseorang dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m). Hasil perhitungan IMT ini dapat digunakan sebagai tolak ukur apakah seseorang memiliki berat badan yang ideal atau tidak.
Rumus IMT ini sendiri pertama kali dikembangkan oleh Adolphe Quetelet. Quetelet mengembangkan skala indeks massa tubuh (BMI) yang awalnya disebut sebagai indeks Quetelet. Perhitungan IMT ini terbagi menjadi dua, yakni IMT ideal wanita dan IMT ideal pria.
ADVERTISEMENT
1. IMT ideal pria
Berikut klasifikasi berat badan manusia untuk laki-laki berdasarkan dengan hasil perhitungan IMT.
Menghitung IMT tidak begitu sulit dan dapat dihitung menggunakan aplikasi yang menyediakan kalkulator berat badan ideal. Data untuk menghitung IMT cukup sederhana, yakni berat badan dan tinggi badan.
Menurut laman National Heart, Lung, and Blood Institute, berikut cara menghitung IMT untuk laki-laki secara manual.
Sebagai contoh, seorang pria memiliki berat badan 65 kg dan tinggi badan 172 cm. Berapakah IMT yang dimiliki?
ADVERTISEMENT
65 kg : [1,72 m x 1,72 m] = 21,97.
Berdasarkan hitungan IMT di atas, yakni 21,97, diketahui bahwa hasil tersebut adalah ideal atau normal.
2. IMT ideal wanita
Berikut klasifikasi berat badan manusia untuk perempuan berdasarkan dengan hasil perhitungan IMT.
Mirip dengan IMT ideal untuk laki-laki, berikut perhitungan IMT ideal untuk wanita:
Sebagai contoh, seorang wanita memiliki berat badan 90 kg, sedangkan tinggi badan 170 cm. Lantas, berapakah nilai IMT yang dimiliki?
ADVERTISEMENT
90 kg : [1,7 m x 1,7 m] = 31,1.
Berdasarkan hitungan IMT di atas, yakni 31,1, diketahui bahwa hasil tersebut adalah ideal atau normal.
Sebagai informasi, perhitungan IMT bisa dijadikan sebagai alat skrining awal, tetapi tidak bisa mendiagnosis kegemukan atau kesehatan tubuh seseorang. Untuk menentukan apakah perhitungan IMT berisiko bagi kesehatan, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Perhitungan IMT juga tidak bisa diperuntukkan oleh atlet yang banyak melakukan aktivitas berat. Sebab, berat badan juga berasal dari massa otot, sehingga atlet bisa dinyatakan memiliki berat badan yang berlebih, tapi sebenarnya tidak.
Perhitungan IMT pada wanita dan pria juga berbeda dengan ibu hamil. Berikut perhitungannya:
ADVERTISEMENT
Perbedaan BMI dan IMT
IMT atau Indeks Massa Tubuh merupakan istilah lain dari BMI atau Body Mass Index. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, IMT adalah penghitungan yang dapat memberikan informasi dasar mengenai lemak tubuh manusia berdasarkan berat badan dan tinggi yang dimilikinya.
Metode ini digunakan untuk memprediksi seberapa besar risiko gangguan kesehatan dialami seseorang. Perhitungan BMI atau IMT ini hanya berlaku untuk orang dewasa yang berusia di atas 18 tahun dan tidak berlaku untuk bayi, anak, remaja, ibu hamil, maupun atlet.
Berat badan dianggap ideal wanita jika memiliki BMI antara 20 hingga 22. Sementara itu, pria memiliki berat badan ideal ketika BMI menunjukkan angka 23 hingga 25. Semakin tinggi penghitungan BMI, semakin tinggi pula risiko seseorang mengalami obesitas.
ADVERTISEMENT
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)