Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bagaimana Cara Menghitung IMT untuk Pria dan Wanita?

Kata Dokter

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bagaimana cara menghitung IMT? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Bagaimana cara menghitung IMT? Foto: Unsplash

IMT (Indeks Massa Tubuh) adalah perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana kaitan berat tubuh dengan tinggi badan. Jika IMT yang dimiliki terlalu rendah atau tinggi, itu menandakan bahwa tubuh sedang dalam kondisi yang tidak sehat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menghitung IMT yang tepat.

Perhitungan IMT bisa membantu orang-orang yang ingin melaksanakan program diet. Lantas, bagaimana cara menghitung IMT? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.

Cara Menghitung IMT

Cara menghitung IMT untuk pria dan wanita. Foto: Unsplash

Menurut laman Kementerian Kesehatan RI, indeks massa tubuh atau IMT adalah indeks sederhana dari berat badan terhadap tinggi badan yang digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa.

Sederhananya, IMT dapat diartikan sebagai perhitungan berat badan seseorang dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m). Hasil perhitungan IMT ini dapat digunakan sebagai tolak ukur apakah seseorang memiliki berat badan yang ideal atau tidak.

Rumus IMT ini sendiri pertama kali dikembangkan oleh Adolphe Quetelet. Quetelet mengembangkan skala indeks massa tubuh (BMI) yang awalnya disebut sebagai indeks Quetelet. Perhitungan IMT ini terbagi menjadi dua, yakni IMT ideal wanita dan IMT ideal pria.

1. IMT ideal pria

Berikut klasifikasi berat badan manusia untuk laki-laki berdasarkan dengan hasil perhitungan IMT.

  • Nilai di bawah 18,5 = berat badan kurang ideal.

  • Nilai antara 18,5 – 22,9 = berat badan normal dan ideal.

  • Nilai 23 hingga 29,9 = kelebihan berat badan.

  • Nilai lebih dari 30 = obesitas.

Menghitung IMT tidak begitu sulit dan dapat dihitung menggunakan aplikasi yang menyediakan kalkulator berat badan ideal. Data untuk menghitung IMT cukup sederhana, yakni berat badan dan tinggi badan.

Menurut laman National Heart, Lung, and Blood Institute, berikut cara menghitung IMT untuk laki-laki secara manual.

  • Berat Badan (Kg) : [Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)]

Sebagai contoh, seorang pria memiliki berat badan 65 kg dan tinggi badan 172 cm. Berapakah IMT yang dimiliki?

65 kg : [1,72 m x 1,72 m] = 21,97.

Berdasarkan hitungan IMT di atas, yakni 21,97, diketahui bahwa hasil tersebut adalah ideal atau normal.

2. IMT ideal wanita

Berikut klasifikasi berat badan manusia untuk perempuan berdasarkan dengan hasil perhitungan IMT.

  • Nilai di bawah 17 = berat badan kurang ideal.

  • Nilai antara 17 - 23 = berat badan normal dan ideal.

  • Nilai 23 hingga 27 = kelebihan berat badan.

  • Nilai lebih dari 27 = obesitas.

Mirip dengan IMT ideal untuk laki-laki, berikut perhitungan IMT ideal untuk wanita:

  • Berat Badan (Kg) : [Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)]

Sebagai contoh, seorang wanita memiliki berat badan 90 kg, sedangkan tinggi badan 170 cm. Lantas, berapakah nilai IMT yang dimiliki?

90 kg : [1,7 m x 1,7 m] = 31,1.

Berdasarkan hitungan IMT di atas, yakni 31,1, diketahui bahwa hasil tersebut adalah ideal atau normal.

Sebagai informasi, perhitungan IMT bisa dijadikan sebagai alat skrining awal, tetapi tidak bisa mendiagnosis kegemukan atau kesehatan tubuh seseorang. Untuk menentukan apakah perhitungan IMT berisiko bagi kesehatan, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Perhitungan IMT juga tidak bisa diperuntukkan oleh atlet yang banyak melakukan aktivitas berat. Sebab, berat badan juga berasal dari massa otot, sehingga atlet bisa dinyatakan memiliki berat badan yang berlebih, tapi sebenarnya tidak.

Perhitungan IMT pada wanita dan pria juga berbeda dengan ibu hamil. Berikut perhitungannya:

  • BMI kurang dari 18,5, menunjukkan wanita hamil kekurangan berat badan. Kenaikan berat badan ideal selama hamil adalah 12-18 kg.

  • BMI antara 18,5 sampai 24,9, menunjukkan berat badan ideal. Kenaikan berat badan yang ideal selama hamil adalah 11-16 kg.

  • BMI antara 25 sampai 29,9, menunjukkan kelebihan berat badan. Kenaikan berat badan yang ideal selama hamil adalah 7-11 kg.

  • BMI lebih dari 30, menunjukkan obesitas. Kenaikan berat badan yang ideal selama hamil adalah 5-9 kg.

Perbedaan BMI dan IMT

IMT atau Indeks Massa Tubuh merupakan istilah lain dari BMI atau Body Mass Index. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, IMT adalah penghitungan yang dapat memberikan informasi dasar mengenai lemak tubuh manusia berdasarkan berat badan dan tinggi yang dimilikinya.

Metode ini digunakan untuk memprediksi seberapa besar risiko gangguan kesehatan dialami seseorang. Perhitungan BMI atau IMT ini hanya berlaku untuk orang dewasa yang berusia di atas 18 tahun dan tidak berlaku untuk bayi, anak, remaja, ibu hamil, maupun atlet.

Berat badan dianggap ideal wanita jika memiliki BMI antara 20 hingga 22. Sementara itu, pria memiliki berat badan ideal ketika BMI menunjukkan angka 23 hingga 25. Semakin tinggi penghitungan BMI, semakin tinggi pula risiko seseorang mengalami obesitas.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana cara menghitung IMT?

chevron-down

IMT dapat diartikan sebagai perhitungan berat badan seseorang dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m).

Berapakah nilai normal IMT?

chevron-down

Berat badan dianggap ideal wanita jika memiliki BMI antara 20 hingga 22. Sementara itu, pria memiliki berat badan ideal ketika BMI menunjukkan angka 23 hingga 25.

Rumus IMT untuk usia berapa?

chevron-down

Perhitungan BMI atau IMT ini hanya berlaku untuk orang dewasa yang berusia di atas 18 tahun dan tidak berlaku untuk bayi, anak, remaja, ibu hamil, maupun atlet.