Betamethasone Valerate: Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya
·waktu baca 7 menit

Betamethasone valerate obat apa? Betamethasone valerate adalah jenis obat yang sering digunakan untuk menangani masalah kulit, seperti eksim, dermatitis, alergi, dan ruam pada kulit. Obat ini termasuk dalam golongan kortikosteroid dengan kekuatan yang sedang.
Betamethasone valerate mengandung sejumlah senyawa yang bertindak sebagai antiinflamasi, antipruritik, dan vasokonstriksi. Oleh sebab itu, obat ini dapat membantu mengurangi pembengkakan, gatal-gatal, kemerahan, dan beberapa gangguan lainnya.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Betamethasone Valerate Cream 0.1% | |
|---|---|
Harga | Rp2.900 - Rp10.000 per tube |
Indikasi dan Manfaat | Membantu mengurangi peradangan pada kulit akibat berbagai macam gangguan, seperti eksim, dermatitis, dan alergi. Membantu mengurangi gejala pembengkakan, gatal-gatal, dan kemerahan di kulit. |
Komposisi | Betamethasone valerate 0.1%, minyak mineral, petrolatum, polietilen glikol 1000, propilen glikol, air, asam fosfat, natrium hidroksida, ceteareth-15, cetyl alcohol, alcohol stearyl, dan propylene glycol. |
Dosis dan Aturan Pakai | Digunakan sebanyak 1-3 kali setiap hari hingga peradangan membaik. Oleskan krim secara tipis-tipis pada kulit yang terinfeksi. |
Efek Samping | Sensasi terbakar, gatal-gatal, perubahan warna kulit, kulit terlihat memar, dan muncul reaksi alergi jika pengguna memiliki alergi terhadap salah satu sediaan dalam obat. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Obat ini menunjukkan kontraindikasi pada orang yang sensitif terhadap obat golongan kortikosteroid, orang dengan luka di kulit akibat infeksi atau vaksinasi. Ibu hamil dan menyusui perlu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan obat ini. |
Golongan Obat | Obat Keras |
Pengertian Betamethasone Valerate
Mengutip National Library of Medicine US, betamethasone valerate adalah jenis dari betametason yang tergolong dalam kelompok glukokortikoid sintetis.
Obat ini memiliki efek dalam mengelola sistem metabolisme tubuh, menekan kerja sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi peradangan.
Betamethasone valerate banyak digunakan dalam mengobati peradangan kronis di kulit serta berbagai penyakit autoimun atau gangguan kesehatan ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sehat. Contoh penyakit autoimun yaitu penyakit lupus, radang sendi, kolitis ulseratif, dan lain-lain.
Obat ini biasanya diberikan dalam jangka waktu yang pendek karena jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, risiko munculnya efek samping akan semakin meningkat.
Kandungan dan Kegunaan Betamethasone Valerate
Betamethasone valerate termasuk golongan obat kortikosteroid. Obat ini mengandung senyawa steroid yang bekerja dengan cara mengaktifkan senyawa alami di bagian tubuh untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal di kulit.
Obat ini juga bekerja dengan mengontrol laju sintesis protein yang dapat mengurangi peradangan. Memiliki efek antiinflamasi yang kuat, obat ini banyak dimanfaatkan untuk membantu mengatasi masalah kulit, seperti peradangan dan gatal-gatal pada kulit, psoriasis, dermatitis, eksim, dan lain-lain.
Selain itu, dalam studi Efficacy of Betamethasone Valerate Foam Formulation in Comparison with Betamethasone Dipropionate Lotion in the Treatment of Mild-To-Moderate Alopecia Areata oleh Giuseppe Mancuso, dkk, obat betamethasone valerate dalam bentuk sabun terbukti efektif mengatasi kerontokan akibat penyakit autoimun.
Anjuran Dosis Betamethasone Valerate
Obat betamethasone valerate tergolong jenis obat keras yang harus disertai dengan resep dokter. Dosis pemakaian betamethasone valerate biasanya disesuaikan pada bagian kulit yang bermasalah. Cobalah untuk mengikuti dosis dan aturan pakai yang telah dianjurkan oleh dokter.
Untuk mengobati peradangan kulit yang tidak disebabkan oleh infeksi, pengguna bisa mengoleskan obat betamethasone valerate sebanyak 1-3 kali sehari hingga peradangan membaik. Gunakan betamethasone valerate secara tipis-tipis pada daerah kulit yang meradang.
Betamethasone valerate sebaiknya tidak digunakan pada bagian wajah, selangkangan, dan ketiak, tanpa arahan dari dokter.
Untuk mencegah peradangan semakin memburuk, pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengoleskan obat ini.
Selain itu, pastikan bagian kulit yang akan dioleskan obat dalam keadaan kering dan bersih. Pengguna bisa mengoleskan obat ini dengan ujung jari atau cotton bud yang bersih.
Baca Juga: 5 Macam-Macam Penyakit Kulit dan Langkah Pencegahannya
Efek Samping Betamethasone Valerate
Pada sebagian kasus, betamethasone valerate menimbulkan sejumlah efek samping. Efek samping yang timbul biasanya berupa ruam pada kulit, gatal-gatal, sensasi terbakar pada kulit, dan lain-lain.
Efek samping mungkin akan lebih buruk dirasakan oleh orang yang memiliki hipersensitivitas pada obat golongan kortikosteroid. Efek samping yang timbul berupa reaksi alergi, seperti ruam, bengkak, demam, hingga nanah.
Di samping itu, efek samping bisa timbul jika betamethasone valerate digunakan tidak sesuai anjuran dokter. Penggunaan obat kortikosteroid yang berlebihan dan dalam jangka waktu lama akan menghambat proses penyembuhan masalah kulit tertentu.
Pengguna obat ini juga bisa merasakan efek tertentu jika obat betamethasone valerate digunakan dengan obat lain, seperti obat antidiabetes dan obat ritonavir atau itrakonazol.
Jika merasakan sejumlah gejala efek samping yang mengganggu, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat terkait kondisi yang dialami. Penderita juga perlu melakukan pemeriksaan ke dokter apabila masalah yang dimiliki semakin memburuk.
Cara Mengonsumsi Betamethasone Valerate dengan Benar
Sebagai golongan obat keras, penggunaan betamethasone valerate harus sesuai dengan petunjuk dokter. Adapun cara menggunakan betamethasone valerate yang benar, yaitu:
Penggunaan betamethasone valerate harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Hindari penggunaan betamethasone valerate untuk jangka panjang, terutama pada anak-anak serta ibu hamil dan menyusui.
Gunakan betamethasone valerate secara teratur pada waktu yang sama. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Jika Anda lupa menggunakan betamethasone valerate pada waktu yang ditentukan, segera oleskan krim pada kulit begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.
Simpan betamethasone valerate di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Interaksi Betamethasone Valerate dengan Obat Lain
Betamethasone valerate dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan meningkatkan risiko efek samping. Dikutip dari Drug Bank, adapun beberapa interaksi betamethasone valerate dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:
Penggunaan betamethasone bersamaan dengan obat antijamur, seperti ketoconazole atau miconazole, dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.
Penggunaan betamethasone valerate bersamaan dengan obat kortikosteroid topikal, seperti prednisone, dapat meningkatkan risiko efek samping sistemik.
Penggunaan betamethasone valerate bersamaan dengan obat antidiabetik, seperti metformin, dapat menyebabkan peningkatan gula darah.
Penggunaan betamethasone valerate bersamaan dengan obat antihistamin, seperti cetirizine atau loratadine, dapat mengurangi efektivitas obat.
Penggunaan betamethasone valerate bersamaan dengan obat antibiotik, seperti tobramycin, dapat meningkatkan risiko efek samping.
Perlu diingat, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari betamethasone valerate. Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengombinasikan betamethasone valerate dengan obat-obatan lain.
Cara Penyimpanan Betamethasone Valerate
Simpan betamethasone valerate pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.
Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan betamethasone valerate sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Betamethasone Valerate
Sebelum menggunakan betamethasone valerate, konsultasikan dengan dokter tentang riwayat penyakit yang dimiliki dan obat-obatan yang sedang digunakan agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan menggunakan obat topikal ini apabila memiliki kondisi berikut:
Pasien yang alergi terhadap kandungan obat.
Pasien yang menderita jerawat vulgaris, dermatitis perioral, pruritus perianal dan genital, rosacea, dan pruritus tanpa inflamasi.
Pasien yang menderita penyakit infeksi jamur primer dan sekunder, infeksi bakteri primer, atau infeksi virus.
Peringatan Kehamilan
Betamethasone valerate termasuk ke dalam kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan menggunakan betamethasone valerate saat hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Peringatan Menyusui
Belum ada penelitian klinis mengenai efek samping betamethasone valerate pada ibu menyusui. Namun, untuk menghindari potensi efek samping yang berbahaya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan betamethasone valerate.
Baca Juga: 5 Obat Kaligata yang Dapat Meredakan Gejala
Penyakit Terkait dengan Betamethasone Valerate
Betamethasone valerate biasa digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kulit yang berkaitan dengan peradangan dan alergi. Dikutip dari Everyday Health, berikut adalah beberapa penyakit terkait yang dapat diobati dengan betamethasone valerate.
1. Dermatitis Atopik
Dermatitis atopik atau eksim adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, dan meradang. Betamethasone valerate dapat digunakan untuk mengurangi gejala tersebut.
2. Psoriasis
Psoriasis adalah penyakit kulit autoimun yang ditandai oleh kulit bersisik, menebal, kemerahan, dan gatal-gatal. Penggunaan betamethasone valerate dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan gejalanya.
3. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak adalah peradangan kulit yang disebabkan oleh paparan alergen atau iritan tertentu, seperti logam dan bahan kimia. Betamethasone valerate dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan meredakan gatal pada kulit.
4. Biang Keringat
Biang keringat yang menyebabkan ruam kulit dapat diobati dengan betamethasone valerate. Obat ini membantu mengurangi peradangan pada kulit yang teriritasi dan meredakan rasa gatal.
5. Urtikaria
Urtikaria atau biduran adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak merah gatal atau benjolan di kulit akibat reaksi alergi. Penggunaan betamethasone valerate dapat membantu meredakan gatal dan peradangan pada kulit yang terinfeksi.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa manfaat dari obat betamethasone valerate?

Apa manfaat dari obat betamethasone valerate?
Obat betamethasone valerate dapat membantu mengelola sistem metabolisme tubuh, menekan kerja sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi peradangan.
Betamethasone valerate termasuk golongan obat apa?

Betamethasone valerate termasuk golongan obat apa?
Betamethasone valerate termasuk golongan obat kortikosteroid.
Apa itu penyakit autoimun?

Apa itu penyakit autoimun?
Penyakit autoimun adalah gangguan kesehatan ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sehat.
