Betamethasone Valerate: Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya

Konten Media Partner
24 November 2022 19:51
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi obat betamethasone valerate. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat betamethasone valerate. Foto: Pexels.com
ADVERTISEMENT
Betamethasone valerate adalah jenis obat yang sering digunakan untuk menangani masalah kulit, seperti eksim, dermatitis, alergi, dan ruam pada kulit. Obat ini termasuk dalam golongan kortikosteroid dengan kekuatan yang sedang.
ADVERTISEMENT
Betamethasone valerate mengandung sejumlah senyawa yang bertindak sebagai antiinflamasi, antipruritik, dan vasokonstriksi. Oleh sebab itu, obat ini dapat membantu mengurangi pembengkakan, gatal-gatal, kemerahan, dan beberapa gangguan lainnya.
Betamethasone Valerate Cream 0.1%
Harga
Rp2.900 - Rp10.000 per tube
Indikasi dan Manfaat
Membantu mengurangi peradangan pada kulit akibat berbagai macam gangguan, seperti eksim, dermatitis, dan alergi. Membantu mengurangi gejala pembengkakan, gatal-gatal, dan kemerahan di kulit.
Komposisi
Betamethasone valerate 0.1%, minyak mineral, petrolatum, polietilen glikol 1000, propilen glikol, air, asam fosfat, natrium hidroksida, ceteareth-15, cetyl alcohol, alcohol stearyl, dan propylene glycol.
Dosis dan Aturan Pakai
Digunakan sebanyak 1-3 kali setiap hari hingga peradangan membaik. Oleskan krim secara tipis-tipis pada kulit yang terinfeksi.
Efek Samping
Sensasi terbakar, gatal-gatal, perubahan warna kulit, kulit terlihat memar, dan muncul reaksi alergi jika pengguna memiliki alergi terhadap salah satu sediaan dalam obat.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Obat ini menunjukkan kontraindikasi pada orang yang sensitif terhadap obat golongan kortikosteroid, orang dengan luka di kulit akibat infeksi atau vaksinasi. Ibu hamil dan menyusui perlu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan obat ini.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Betamethasone Valerate

Betamethasone valerate adalah jenis obat kortikosteroid topikal yang digunakan untuk mengobati peradangan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Betamethasone valerate adalah jenis obat kortikosteroid topikal yang digunakan untuk mengobati peradangan. Foto: Pexels.com
Mengutip dari National Library of Medicine US, betamethasone valerate adalah jenis dari betametason yang tergolong dalam kelompok glukokortikoid sintetis. Obat ini memiliki efek dalam mengelola sistem metabolisme tubuh, menekan kerja sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi peradangan.
Betamethasone valerate banyak digunakan dalam mengobati peradangan kronis di kulit serta berbagai macam penyakit autoimun atau gangguan kesehatan ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sehat. Contoh penyakit autoimun penyakit lupus, radang sendi, kolitis ulseratif, dan lain-lain.
Obat ini biasanya diberikan dalam jangka waktu yang pendek karena jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, risiko munculnya efek samping akan semakin meningkat.
ADVERTISEMENT

Kandungan dan Kegunaan Betamethasone Valerate

Betamethasone valerate termasuk golongan obat kortikosteroid. Obat ini mengandung senyawa steroid yang bekerja dengan cara mengaktifkan senyawa alami di bagian tubuh untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal di kulit.
Obat ini juga bekerja dengan mengontrol laju sintesis protein yang dapat mengurangi peradangan. Memiliki efek antiinflamasi yang kuat, obat ini banyak dimanfaatkan untuk membantu mengatasi masalah kulit, seperti peradangan dan gatal-gatal pada kulit, psoriasis, dermatitis, eksim, dan lain-lain.
Selain itu, dalam studi Efficacy of Betamethasone Valerate Foam Formulation in Comparison with Betamethasone Dipropionate Lotion in the Treatment of Mild-To-Moderate Alopecia Areata oleh Giuseppe Mancuso, dkk, obat betamethasone valerate dalam bentuk sabun terbukti efektif dalam mengatasi kerontokan akibat penyakit autoimun.
ADVERTISEMENT

Anjuran Dosis Betamethasone Valerate

Betamethasone valerate digunakan secara tipis-tipis pada daerah kulit yang meradang. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Betamethasone valerate digunakan secara tipis-tipis pada daerah kulit yang meradang. Foto: Pexels.com
Obat betamethasone valerate tergolong jenis obat keras yang harus disertai dengan resep dokter. Dosis pemakaian betamethasone valerate biasanya disesuaikan pada bagian kulit serta kondisi peradangan yang terjadi. Cobalah untuk mengikuti dosis dan aturan pakai yang telah dianjurkan oleh dokter.
Untuk mengobati peradangan kulit yang tidak disebabkan oleh infeksi, pengguna bisa mengoleskan obat betamethasone valerate sebanyak 1-3 kali sehari hingga peradangan membaik. Gunakan betamethasone valerate secara tipis-tipis pada daerah kulit yang meradang.
Betamethasone valerate sebaiknya tidak digunakan pada bagian wajah, selangkangan, dan ketiak, tanpa arahan dari dokter.
Untuk mencegah peradangan semakin memburuk, pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengoleskan obat ini. Selain itu, pastikan bagian kulit yang akan dioleskan obat dalam keadaan kering dan bersih. Pengguna bisa mengoleskan obat ini dengan ujung jari atau cotton bud yang bersih.
ADVERTISEMENT

Efek Samping Betamethasone Valerate

Pada sebagian kasus, betamethasone valerate menimbulkan sejumlah efek samping. Efek samping yang timbul biasanya berupa ruam pada kulit, gatal-gatal, sensasi terbakar pada kulit, dan lain-lain.
Efek samping mungkin akan lebih buruk dirasakan oleh orang yang memiliki hipersensitivitas pada obat golongan kortikosteroid. Efek samping yang timbul berupa reaksi alergi, seperti ruam, bengkak, demam, hingga nanah.
Di samping itu, efek samping bisa timbul jika betamethasone valerate digunakan tidak sesuai anjuran dokter. Penggunaan obat kortikosteroid yang berlebihan dan dalam jangka waktu lama akan menghambat proses penyembuhan masalah kulit tertentu.
Pengguna obat ini juga bisa merasakan efek tertentu jika obat betamethasone valerate digunakan dengan obat lain, seperti obat antidiabetes dan obat ritonavir atau itrakonazol.
ADVERTISEMENT
Jika merasakan sejumlah gejala efek samping yang mengganggu, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat terkait kondisi yang dialami. Penderita juga perlu melakukan pemeriksaan ke dokter apabila masalah yang dimiliki semakin memburuk.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Apa manfaat dari obat betamethasone valerate?
chevron-down
Betamethasone valerate termasuk golongan obat apa?
chevron-down
Apa itu penyakit autoimun?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·