Buta Warna Parsial: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati
ยทwaktu baca 5 menit

Buta warna parsial adalah kelainan genetik yang menyebabkan mata penderita tidak dapat membedakan sebagian warna. Kondisi ini terjadi apabila penderita tidak bisa membedakan warna tertentu saja, misalnya buta warna merah atau buta warna hijau.
Penyakit buta warna parsial ditentukan oleh gen resesif yang tertaut pada kromosom X. Karena gen buta warna terpaut kromosom X, apabila ada wanita pembawa gen buta warna parsial (carrier) memiliki anak laki-laki, maka sudah pasti anak tersebut juga mengalami buta warna parsial.
Penyebab Buta Warna Parsial
Buta warna parsial adalah kondisi yang diturunkan secara genetik. Ketika seseorang mengalami buta warna, mata mereka tidak mampu menghasilkan keseluruhan pigmen yang dibutuhkan untuk mata berfungsi dengan normal.
Mengutip American Academy of Ophthalmology, buta warna parsial dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kesulitan membedakan warna pada gradasi merah-hijau dan kesulitan membedakan warna biru-kuning.
Kesulitan membedakan warna merah-hijau disebabkan oleh kekurangan sel kerucut merah atau kerucut hijau. Buta warna parsial ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Deuteranopia, yakni ketika mata penderita melihat warna merah menjadi kuning kecokelatan dan warna hijau menjadi krem.
Protanopia, yakni ketika mata penderita melihat warna merah tampak hitam, warna jingga dan hijau akan terlihat kuning, dan sulit membedakan warna ungu dan biru.
Protanomali, yakni ketika mata penderita melihat warna jingga, merah, dan kuning tampak lebih gelap menyerupai warna hijau.
Deuteranomalia, yakni ketika mata penderita melihat warna hijau dan kuning menjadi kemerahan, serta sulit membedakan warna ungu dan biru.
Sementara itu, buta warna biru-kuning terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
Tritanomali, yaitu ketika mata penderita melihat warna biru tampak lebih hijau, serta sulit membedakan warna kuning dan merah.
Tritanopia, yaitu ketika mata penderita melihat warna biru lebih tampak hijau dan warna kuning tampak menjadi ungu atau abu-abu muda.
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami buta warna parsial. Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor genetik hingga penyakit atau kerusakan yang terjadi pada retina atau saraf mata. Dikutip dari National Eye Institute, berikut adalah beberapa penyebab buta warna parsial.
1. Faktor Genetika
Penyebab buta warna parsial yang paling umum adalah faktor genetika. Hal ini paling sering diturunkan dari mutasi pada kromosom X.
Buta warna parsial karena faktor genetik lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
Pria hanya memiliki satu kromosom X, yakni dari gen ibu. Sebagai contoh, jika kromosom X tersebut memiliki gen buta warna parsial merah-hijau (bukan kromosom X normal), laki-laki akan mengalami buta warna merah-hijau.
Wanita memiliki dua kromosom X, satu dari ibu dan satu dari ayah. Sebagai contoh, buta warna parsial merah-hijau pada wanita disebabkan saat kedua kromosom X memiliki gen untuk buta warna merah-hijau.
Buta warna parsial karena faktor genetik biasanya mempengaruhi kedua mata dan tingkat keparahannya tidak mengalami perubahan. Kondisi ini dapat terjadi dengan tingkat keparahan yang ringan, sedang, atau berat.
2. Penyakit
Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan buta warna parsial adalah anemia sel sabit, diabetes, degenerasi makula, penyakit Alzheimer, multiple sclerosis (gangguan saraf di otak, mata, dan tulang), glaukoma, penyakit Parkinson, dan leukemia.
Penyakit tersebut mungkin dapat memengaruhi satu atau kedua mata. Kondisi buta warna parsial mungkin menjadi lebih baik jika penyakit yang mendasarinya dapat diobati.
3. Efek Obat-obatan Tertentu
Penggunaan obat-obatan tertentu dapat mengganggu fungsi penglihatan, seperti jenis obat untuk penyakit autoimun tertentu, masalah jantung, tekanan darah tinggi, disfungsi ereksi, infeksi, gangguan saraf, dan masalah psikologis.
4. Paparan Bahan Kimia
Paparan bahan kimia di tempat kerja, seperti karbon disulfida dan pestisida, dapat mengganggu fungsi mata. Kondisi ini juga dapat menyebabkan hilangnya kemampuan mata untuk melihat sebagian atau keseluruhan warna (buta warna total).
Gejala Buta Warna Parsial
Pada dasarnya, gejala buta warna parsial dapat berbeda sesuai dengan jenisnya. Penderita buta warna parsial tidak dapat membedakan warna merah-hijau atau kuning-biru.
Gejala Buta Warna Parsial Merah-Hijau
Berikut gejala buta warna parsial merah-hijau:
Ketidakmampuan untuk membedakan antara merah, oranye, kuning, cokelat, dan hijau.
Melihat warna-warna tersebut lebih kusam daripada yang terlihat oleh seseorang dengan penglihatan normal.
Ketidakmampuan untuk membedakan antara nuansa ungu. Kebingungan membedakan warna merah dan hitam.
Gejala Buta Warna Parsial Biru-Kuning
Berikut gejala buta warna parsial biru-kuning:
Ketidakmampuan untuk membedakan antara warna biru, hijau, kuning, serta merah.
Melihat warna-warna tersebut lebih kusam daripada yang terlihat oleh seseorang dengan penglihatan normal.
Ketidakmampuan untuk membedakan antara abu-abu terang atau keunguan. Kebingungan membedakan warna hijau dan kuning.
Baca Juga: 3 Ciri-Ciri Penyakit Kuning yang Jangan Disepelekan
Cara Mengobati Buta Warna Parsial
Hingga kini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan buta warna parsial karena faktor genetik. Namun, jika penyebabnya adalah penyakit atau cedera mata, kondisi dapat dibantu dengan menggunakan kacamata khusus atau kontak lensa untuk meningkatkan kemampuan penglihatan.
Kebanyakan orang yang buta warna parsial menjalani kehidupan normal. Kondisi ini tidak membahayakan nyawa dan tidak membutuhkan perawatan medis khusus.
Untuk membantu penderita dalam menjalani kegiatan sehari-hari, banyak hal yang dapat dilakukan oleh penderita buta warna parsial untuk menyesuaikan penglihatannya.
Contohnya dengan dengan memberi label pada pakaian warna, mengingat urutan warna lampu lalu lintas, dan lain sebagainya. Penderita memerlukan waktu, kesabaran, dan latihan untuk beradaptasi dengan penglihatannya tersebut.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab buta warna parsial?

Apa penyebab buta warna parsial?
Buta warna parsial bisa disebabkan oleh faktor genetik hingga penyakit atau kerusakan yang terjadi pada retina atau saraf mata.
Apa jenis penyakit yang dapat menyebabkan buta warna parsial?

Apa jenis penyakit yang dapat menyebabkan buta warna parsial?
Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan buta warna parsial adalah anemia sel sabit, diabetes, degenerasi makula, penyakit Alzheimer, dan multiple sclerosis.
Apa itu deuteranopia?

Apa itu deuteranopia?
Deuteranopia adalah ketika mata penderita melihat warna merah menjadi kuning kecokelatan dan warna hijau menjadi krem.
