Carpal Tunnel Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Konten Media Partner
24 November 2022 19:43
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi carpal tunnel syndrome terjadi pada tangan dan pergelangan tangan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi carpal tunnel syndrome terjadi pada tangan dan pergelangan tangan. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Carpal tunnel syndrome atau sindrom terowongan karpal adalah kumpulan gejala seperti nyeri dan kesemutan pada jari-jari dan pergelangan tangan. Kondisi ini terjadi akibat kompresi persisten nervus medianus saat melewati terowongan karpal di pergelangan tangan.
ADVERTISEMENT
Carpal tunnel merupakan delapan tulang karpal di pergelangan tangan yang dibungkus oleh selaput tendon. Sementara nervus medianus merupakan salah satu dari tiga saraf utama pada anggota gerak bagian atas yang berfungsi mengontrol pergerakan jari-jari tangan.
Carpal tunnel syndrome terjadi ketika saraf nervus medianus terperangkap pada area terowongan karpal. Kondisi ini menyebabkan sejumlah gejala, yaitu kesemutan pada jari-jari tangan hingga bagian telapak tangan, nyeri, dan kelemahan otot.

Pengertian Carpal Tunnel Syndrome

Carpal tunnel syndrome adalah suatu gangguan yang muncul ketika saraf medianus yang berjalan melewati terowongan karpal dari pergelangan tangan menuju ke tangan terjepit oleh ligamen yang mengalami penebalan di atasnya.
Peningkatan tekanan pada saraf medianus yang berada di terowongan karpal dapat mengakibatkan gangguan sensorik dan motorik di bagian tangan. Akibatnya, tangan penderita mengalami rasa nyeri, kesemutan, dan kehilangan fungsi.
ADVERTISEMENT

Penyebab Carpal Tunnel Syndrome

Ilustrasi carpal tunnel syndrome terjadi pada tangan dan pergelangan tangan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi carpal tunnel syndrome terjadi pada tangan dan pergelangan tangan. Foto: Unsplash
Carpal tunnel syndrome merupakan manifestasi klinis terjebaknya saraf nervus medianus di terowongan karpal. Kondisi ini terjadi karena nervus medianus mengalami kerusakan ketika melewati terowongan karpal yang kaku.
Mengutip jurnal Carpal Tunnel Syndrome: A Review of Literature oleh Alessia Genova, dkk., carpal tunnel syndrome disebabkan oleh peningkatan tekanan pada saraf nervus medianus.
Saraf medianus berjalan dari lengan bawah melalui lorong di pergelangan tangan (terowongan karpal) ke tangan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan tekanan pada saraf medianus di terowongan karpal antara lain:
  • Penggunaan pergelangan tangan yang berlebihan dapat menimbulkan kerusakan jaringan di sekitar terowongan karpal sehingga menyebabkan munculnya jaringan parut. Keberadaan jaringan parut di sekitar terowongan karpal dapat menimbulkan penyempitan kanal sehingga mengakibatkan saraf medianus tertekan.
  • Kurangnya pasokan darah yang menyebabkan berkurangnya nutrisi dan oksigen ke saraf. Akibatnya, saraf perlahan-lahan kehilangan kemampuan untuk mengirimkan impuls saraf.
  • Dislokasi atau pergelangan tangan tangan dapat mengubah bentuk tulang kecil di pergelangan tangan. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan pada ruang di terowongan karpal.
  • Orang yang memiliki terowongan karpal yang lebih kecil dibandingkan orang lainnya lebih mungkin mengalami sindrom ini.
  • Carpal tunnel syndrome umumnya lebih sering terjadi pada wanita. Hal ini dikaitkan karena area terowongan karpal wanita lebih kecil dibandingkan pria.
  • Kondisi yang merusak saraf. Beberapa penyakit kronis, seperti diabetes, meningkatkan risiko kerusakan saraf, termasuk kerusakan saraf nervus medianus.
  • Beberapa kondisi peradangan seperti artritis reumatoid dapat memengaruhi lapisan di sekitar tendon di pergelangan tangan dan menekan saraf medianus.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara carpal tunnel syndrome dan penggunaan anastrozole, yakni obat yang digunakan untuk mengobati kanker payudara.
  • Perubahan cairan tubuh. Retensi cairan dapat meningkatkan tekanan di dalam terowongan karpal dan mengiritasi saraf median. Ini biasa terjadi selama kehamilan. Carpal tunnel syndrome yang terkait dengan kehamilan umumnya membaik dengan sendirinya setelah melahirkan.
  • Kondisi medis tertentu, seperti menopause, kelainan tiroid, gagal ginjal, dan limfedema, dapat meningkatkan risiko sindrom ini.
  • Faktor yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti penggunaan alat kerja yang bergetar pada tangan.
  • Bertambahnya usia mengakibatkan jaringan-jaringan dalam tubuh mengalami penurunan fungsi. Hal ini dapat terjadi juga pada ligamen-ligamen yang ada di sekitar pergelangan tangan sehingga menyebabkan nervus medianus terjebak di terowongan karpal.
ADVERTISEMENT

Gejala Carpal Tunnel Syndrome

Ilustrasi gejala carpal tunnel syndrome berupa tangan yang terasa nyeri dan kebas. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gejala carpal tunnel syndrome berupa tangan yang terasa nyeri dan kebas. Foto: Unsplash
Gejala carpal tunnel syndrome pada dasarnya terjadi secara bertahap. Pada penderita sindrom ini, gejala yang biasanya dirasakan antara lain penurunan fungsi pergelangan tangan, sensasi tersengat listrik, gemetar, kebas, nyeri pada pergelangan tangan, serta lengan bawah, pergelangan tangan, dan lengan bawah terasa kaku.
Dikutip dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, adapun tanda dan gejala carpal tunnel syndrome dapat dikategorikan menjadi tiga tahap, yaitu:
  1. Pada tahap pertama, pasien mengalami sejumlah gejala pada malam hari, seperti pembengkakan, rasa nyeri dari pergelangan tangan hingga ke bahu, dan mati rasa pada jari-jari tangan. Gejala ini biasanya hilang saat pagi hari.
  2. Pada tahap kedua, pasien merasakan serangkaian gejala tersebut sepanjang hari. Kadang kala benda yang mereka pegang akan terjatuh karena mereka sudah tidak bisa merasakan jari-jarinya lagi.
  3. Pada tahap ketiga, keluhan ini disertai dengan adanya pembengkakan. Kondisi ini menunjukkan bahwa nervus medianus mengalami kerusakan yang parah sehingga memerlukan pembedahan. Saraf ini sudah tidak berfungsi lagi karena tertekan oleh jaringan yang membengkak di sekitar nervus medianus.
ADVERTISEMENT

Cara Mengobati Carpal Tunnel Syndrome

Ilustrasi salah satu cara mengobati carpal tunnel syndrome adalah mengonsumsi obat pereda nyeri. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salah satu cara mengobati carpal tunnel syndrome adalah mengonsumsi obat pereda nyeri. Foto: Pexels
Sebelum melakukan pengobatan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti carpal tunnel syndrome dan memberikan penanganan yang tepat. Berikut beberapa diagnosis carpal tunnel syndrome yang dapat dilakukan dokter:
  • Pemeriksaan fisik, seperti phalen's test, yakni tes di mana penderita diminta melakukan gerakan fleksi tangan secara maksimal. Tes ini dilakukan selama 60 detik, apabila timbul gejala seperti carpal tunnel syndrome, tes ini dapat mendukung diagnosis.
  • Pemeriksaan radiologi, seperti pemeriksaan sinar X pada pergelangan tangan untuk melihat adakah penyebab lain seperti fraktur atau artritis, pemeriksaan ultrasonografi (USG), CT scan, dan MRI.
  • Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan kadar gula darah, kadar hormon tiroid, ataupun tes darah lengkap.
Setelah hasil pemeriksaan keluar, dokter akan melakukan pengobatan sesuai dengan tingkat keparahan dan kondisi yang mendasarinya. Mengutip jurnal Carpal Tunnel Syndrome: Treatment and Prognosis oleh Kothari M. J., berikut beberapa cara mengobati carpal tunnel syndrome yang umumnya dilakukan dokter:
ADVERTISEMENT

1. Melakukan Latihan Ringan

Melakukan latihan ringan pada tangan untuk mengurangi gejala, seperti:
  • Wrist bend, yakni latihan dengan menggerakkan pergelangan tangan ke depan dan ke belakang. Lakukan 10 kali gerakan.
  • Wrist lift, yakni latihan dengan meletakkan tangan di atas meja, kemudian tangan yang lain di atasnya, menyilang kemudian ditekan, dan dilakukan bergantian.
  • Wrist flex, yakni latihan dengan meluruskan tangan ke depan, kemudian tekuk pergelangan tangan, tahan selama 15-20 detik, lalu luruskan kembali.
  • Finger bend, yakni latihan dengan menekuk jari ke depan lalu tahan selama 5 detik, ulangi tiga kali.
  • Hand squeeze, yakni latihan menggunakan tangan untuk memegang bola, kemudian tekan-tekan bola.

2. Obat-obatan Antinyeri dan Antiinflamasi

Pemberian obat-obatan antinyeri dan antiinflamasi (antiradang) untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang ditimbulkan.

3. Pembedahan

Pembedahan dapat dilakukan pada daerah pergelangan tangan yang bertujuan untuk melebarkan daerah di sekitar nervus medianus. Pembedahan ini dilakukan dengan cara memotong ligamen yang melintasi nervus medianus.
ADVERTISEMENT

Cara Mencegah Carpal Tunnel Syndrome

Pada dasarnya, tidak ada cara pasti yang dapat dilakukan untuk mencegah carpal tunnel syndrome. Namun, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya ketegangan pada tangan dan pergelangan tangan dengan cara sering meregangkan tangan dan jari-jari.
Mulailah dengan cara peregangan sederhana seperti mengepal lalu membuka tangan dan mengarahkannya hingga lurus. Cara ini bisa diulangi 5-10 kali setiap harinya.
Selain itu, jagalah postur tubuh yang baik. Postur tubuh yang buruk seperti memajukan bahu ke depan dapat menekan otot dan saraf di leher. Kondisi ini dapat memengaruhi pergelangan tangan dan jari tangan.
Menjaga tangan tetap hangat juga bisa dilakukan untuk mencegah sindrom ini. Biasanya, tangan lebih mudah mengalami nyeri dan kaku jika bekerja di lingkungan yang dingin, seperti ruangan ber-AC. Jika Anda tidak dapat mengontrol suhu ruangan di tempat kerja, kenakan sarung tangan untuk menjaga tangan dan pergelangan tangan tetap hangat.
ADVERTISEMENT
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Apa itu carpal tunnel?
chevron-down
Apa penyebab carpal tunnel syndrome?
chevron-down
Apa saja gejala carpal tunnel syndrome?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·