Ciri-Ciri Darah Manis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
ยทwaktu baca 4 menit

Darah manis adalah kondisi kulit berupa benjolan atau bintil-bintil di permukaan kulit yang terasa sangat gatal. Bintil-bintil di kulit ini tidak mudah untuk sembuh sehingga akhirnya meninggalkan bekas kehitaman yang sulit hilang.
Dalam dunia medis, darah manis dikenal juga dengan istilah prurigo. Gangguan ini bisa terjadi pada bagian kulit mana pun, terutama kulit lengan bawah, dahi, pipi, perut, paha, dan bokong.
Ciri-Ciri Darah Manis
Darah manis sebenarnya istilah awam untuk menyebut kondisi kulit seseorang yang rentan mengalami gatal-gatal sehingga mudah meninggalkan bekas luka yang sulit hilang. Sebagian orang percaya kondisi ini menandakan bahwa orang tersebut memiliki darah manis.
Hingga kini, penyebab darah manis belum diketahui secara pasti, tapi diperkirakan berkaitan dengan penebalan ujung saraf kulit. Kondisi ini terjadi ketika muncul rasa gatal pada kulit yang kemudian digaruk, saraf-saraf kulit tersebut akan menjadi semakin sensitif.
Akibatnya, kulit akan mengalami rasa gatal yang berkepanjangan. Semakin digaruk, kulit bisa terluka dan memicu infeksi yang lebih parah sehingga mengakibatkan bekas luka yang sulit hilang.
Dikutip dari The Primary Care Dermatology Society, ada beberapa kemungkinan penyebab prurigo atau darah manis, yaitu:
Gigitan serangga seperti nyamuk atau serangga lainnya dapat menyebabkan rasa gatal pada kulit yang memicu sensasi ingin menggaruk. Garukan pada kulit berisiko menyebabkan iritasi dan bekas luka yang susah hilang.
Kondisi stres dapat menyebabkan seseorang tidak bisa mengendalikan diri, salah satunya muncul keinginan untuk menggaruk kulit dengan sembarangan. Hal ini dapat meningkatkan risiko munculnya prurigo akibat kulit yang terus digaruk hingga menimbulkan infeksi.
Kondisi kesehatan tertentu dapat berkaitan dengan rasa gatal pada kulit yang menjadi penyebab prurigo, seperti dermatitis, eksim, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya.
Kondisi atopik dan reaksi hipersensitif terhadap makanan tertentu, seperti telur dan kedelai, dapat memicu rasa gatal dan bintil-bintil pada kulit.
Mengutip jurnal Prurigo: Diagnosis and Management oleh Joanna Wallengren, ciri-ciri darah manis yang utama adalah munculnya benjolan atau bintil-bintil yang terasa sangat gatal pada kulit dan berwarna gelap. Ciri-cirinya yang bisa dikenali, yaitu:
Munculnya benjolan yang keras dan sangat gatal pada kulit.
Benjolan kulit biasanya memiliki ukuran kecil atau kurang dari 1 cm.
Benjolan kulit biasanya terasa kasar dan kering.
Benjolan kulit bisa muncul beberapa hingga ratusan yang tersebar di berbagai bagian tubuh.
Benjolan kulit tampak lebih gelap warnanya daripada kulit di sekitarnya.
Pada sebagian penderita darah manis, benjolan biasanya muncul pada kulit lengan bawah, dahi, pipi, perut, kaki, dan bokong. Namun, sebagian orang lainnya mungkin bisa memiliki hingga ratusan benjolan yang tersebar di seluruh bagian tubuh.
Benjolan ini membuat kulit terasa gatal terutama di malam hari atau saat menggunakan pakaian yang bahannya dapat memicu gatal, seperti wol atau lateks. Biasanya, kulit juga menjadi lebih kasar dan dapat meninggalkan bekas luka karena terlalu sering digaruk.
Baca Juga: Mengenal Darah Manis dalam Dunia Medis beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apakah Darah Manis Berbahaya?
Pada dasarnya, darah manis bukan kondisi berbahaya yang mengancam jiwa. Namun, darah manis menjadi salah satu masalah kulit yang tidak dapat disembuhkan secara total.
Meski begitu, gejala darah manis yang muncul dapat dikendalikan secara bertahap dan kondisinya dapat membaik seiring dengan berjalannya waktu. Namun, prosesnya membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga tahunan.
Cara Menyembuhkan Darah Manis
Seperti yang telah dijelaskan, darah manis tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejalanya.
Sebagian besar kondisi darah manis terjadi pada anak-anak, meskipun tidak jarang juga terjadi pada orang dewasa. Konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala darah manis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dikutip dari British Association of Dermatologists, berikut beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi darah manis:
Penggunaan obat topikal. Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan obat topikal untuk meredakan gatal, seperti clobetasol atau pimecrolimus.
Penggunaan suntikan kortikosteroid. Dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan prosedur penyuntikan obat kortikosteroid yang bersifat antiinflamasi untuk mengatasi peradangan pada kulit. Obat kortikosteroid disuntikkan langsung ke dalam bagian kulit yang gatal.
Penggunaan obat antihistamin. Obat antihitasmin adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala alergi kulit, termasuk gatal-gatal dan ruam kulit.
Penggunaan obat antidepresan. Pada beberapa kasus, dokter bisa juga meresepkan obat yang biasa digunakan sebagai antidepresan untuk membantu pasien menghentikan kebiasaan menggaruk.
Prosedur terapi. Beberapa prosedur terapi untuk penatalaksanaan berbagai macam lesi kulit, seperti krioterapi, fototerapi, dan tindakan laser excimer dapat digunakan untuk mengatasi masalah kulit yang menyebabkan darah manis.
Perawatan sinar ultraviolet. Prosedur perawatan ini dapat membantu mengurangi jumlah bintil baru muncul atau gatal pada kulit.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu darah manis?

Apa itu darah manis?
Darah manis adalah kondisi kulit berupa benjolan atau bintil-bintil di permukaan kulit yang terasa sangat gatal.
Apa istilah medis untuk darah medis?

Apa istilah medis untuk darah medis?
Dalam dunia medis, darah manis dikenal juga dengan istilah prurigo.
Di bagian tubuh mana darah manis biasanya muncul?

Di bagian tubuh mana darah manis biasanya muncul?
Pada sebagian penderita darah manis, benjolan biasanya muncul pada kulit lengan bawah, dahi, pipi, perut, kaki, dan bokong.
