Ciri Infeksi pada Luka Caesar Bagian Dalam yang Perlu Diwaspadai
ยทwaktu baca 4 menit

Infeksi pada luka caesar bagian dalam dapat terjadi ketika bakteri masuk ke dalam luka sayatan. Dokter dapat mengobati infeksi luka ini dengan obat-obatan dan perawatan luka yang tepat.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, diperkirakan sekitar 3-15 persen wanita mengalami infeksi pada luka sayatan caesar mereka. Ciri infeksi pada luka caesar bagian dalam bermacam-macam, seperti rasa nyeri, gatal, berdarah, dan bernanah. Lebih jelasnya, simak uraian lengkapnya di bawah ini.
Ciri Infeksi pada Luka Caesar Bagian Dalam
Infeksi luka caesar adalah infeksi yang terjadi setelah operasi caesar. Bekas luka operasi caesar ini dapat terinfeksi jika bakteri masuk ke dalamnya. Jika infeksi bakteri ini menyebar dan tidak segera ditangani, maka dapat menginfeksi rahim atau perut.
Mengutip jurnal Randomized Controlled Trial of Wound Complication Rates of Subcuticular Suture vs Staples for Skin Closure at Cesarean Delivery oleh Suzanne L Basha, dkk., adapun beberapa ciri infeksi pada luka caesar bagian dalam adalah sebagai berikut.
Kulit kemerahan di sekitar luka caesar
Pembengkakan abnormal di sekitar luka
Gatal-gatal pada area luka
Keluar cairan atau nanah dari luka caesar
Peningkatan rasa sakit atau nyeri di tempat luka atau nyeri yang tidak kunjung membaik
Pendarahan pada luka caesar
Bekas jahitan caesar mengeras dan membengkak
Luka caesar terasa panas
Demam
Nyeri perut
Keputihan dengan aroma tidak sedap
Sebenarnya, luka caesar yang mengeras adalah pertanda jaringan kulit baru sudah terbentuk. Jaringan yang keras ini disebut juga jaringan parut. Namun, ada pula bekas jahitan caesar yang mengeras karena infeksi.
Luka caesar yang mengeluarkan nanah umumnya terjadi akibat adanya infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Kondisi ini umum ditemukan pada luka caesar bagian dalam.
Selain beberapa ciri infeksi pada luka caesar bagian dalam di atas, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala yang lebih serius, seperti:
Rasa sakit di bagian luka tidak kunjung reda
Muncul cairan di sekitar bekas jahitan
Perdarahan pada vagina
Gejala infeksi pada luka caesar biasanya muncul dalam beberapa hari setelah operasi. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang ibu mengalami infeksi pada luka caesar bagian dalam, di antaranya:
Kegemukan
Diabetes
Pernah menjalani operasi caesar sebelumnya
Mengonsumsi obat imunosupresan untuk menekan sistem imun
Kebiasaan merokok
Alergi terhadap antibiotik penisilin
Bekas jahitan caesar terbuka
Baca Juga: 5 Pantangan Makanan Setelah Operasi Caesar
Berapa Lama Luka Caesar Bagian Dalam Kering?
Pada dasarnya, luka bekas operasi caesar akan mulai mengering dalam waktu 5-10 hari. Namun, dibutuhkan waktu hingga 4-6 minggu sampai luka benar-benar menyatu dan tertutup.
Sementara luka caesar di bagian dalam membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu hingga 3 bulan atau lebih untuk benar-benar sembuh.
Jadi, semisal Anda baru 3 minggu melahirkan dan belum semua bagian luka benar-benar tertutup menjadi daging, maka kondisi ini adalah kondisi yang normal.
Hal yang tidak normal adalah apabila luka caesar terlihat terbuka dan basah, ada nanah keluar dari luka, luka masih berdarah, keluar cairan berbau busuk dari luka, luka membengkak, kemerahan, dan terasa nyeri.
Supaya terhindar dari kondisi tersebut, ada beberapa perawatan pascaoperasi yang bisa dilakukan. Dirangkum dari Healthline, adapun untuk menjaga agar luka caesar bagian dalam tidak terinfeksi, yaitu:
Menjaga kebersihan. Supaya tidak muncul ciri infeksi pada luka caesar bagian dalam, pastikan bekas jahitan caesar tetap tertutup dan bersih hingga seminggu setelah persalinan. Saat mandi, setidaknya selama seminggu pertama jaga agar luka caesar tidak terkena air.
Menjaga bekas jahitan tetap kering. Luka caesar perlu dijaga agar tetap kering, seperti dengan membiarkan perut terkena paparan udara untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Jadi, risiko mengalami ciri-ciri luka caesar infeksi pun bisa berkurang.
Jangan membiarkan luka caesar basah atau lembap. Jangan biarkan area luka caesar dalam keadaan lembap terlalu lama. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya bakteri maupun penyebab rasa perih yang tidak kunjung hilang.
Jangan membawa barang berat dan cukup beristirahat. Selama dua minggu pertama setelah melahirkan, pastikan untuk jangan membawa banyak barang dan beraktivitas terlalu berat. Sebab, hal ini dapat mengganggu proses penyembuhan luka setelah operasi caesar.
Tetap aktif bergerak. Meskipun disarankan untuk menghindari aktivitas fisik terlalu berat setelah melahirkan, usahakan agar tetap aktif bergerak. Hal ini karena bergerak dapat melancarkan aliran darah. Aliran darah yang lancar dapat mempercepat proses penyembuhan serta mencegah penyumbatan darah.
Jangan menggaruk bekas luka caesar. Ketika merasakan sejumlah gejala dari infeksi pada luka caesar bagian dalam, hindari menggaruk area luka bekas jahitan operasi caesar. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu infeksi luka caesar?

Apa itu infeksi luka caesar?
Infeksi luka caesar adalah infeksi yang terjadi setelah operasi caesar. Bekas luka operasi caesar ini dapat terinfeksi jika bakteri masuk ke dalamnya.
Apa bakteri penyebab infeksi luka caesar bagian dalam?

Apa bakteri penyebab infeksi luka caesar bagian dalam?
Luka caesar bagian dalam yang mengeluarkan nanah umumnya terjadi akibat adanya infeksi bakteri Staphylococcus aureus.
Berapa lama luka bekas operasi caesar kering?

Berapa lama luka bekas operasi caesar kering?
Pada dasarnya, luka bekas operasi caesar akan mulai mengering dalam waktu 5-10 hari. Namun, dibutuhkan waktu hingga 4-6 minggu sampai luka benar-benar menyatu dan tertutup.
