Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dexteem Plus Obat Apa? Ini Kegunaan, Efek Samping, dan Aturan Pakainya

Kata Dokter

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Dexteem Plus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Dexteem Plus. Foto: Unsplash

Dexteem Plus obat apa? Dexteem Plus adalah obat yang digunakan untuk mengatasi alergi dan peradangan pada sejumlah kondisi, seperti peradangan paru-paru dan peradangan kronis yang disebabkan oleh gangguan sistem imun.

Dexteem Plus termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai resep dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa dengan dosis sesuai.

Apa Itu Dexteem?

Ilustrasi konsumsi obat Dexteem. Foto: Pexels

Dexteem adalah obat yang memiliki efek antihistamin dan antiradang melalui dua kombinasi zat aktif, yakni dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi penyakit akibat reaksi alergi, sepeti urtikaria, rhinitis alergi, dan dermatitis.

Mengutip laman Healthline, dexamethasone merupakan golongan obat antiradang yang digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi peradangan, seperti radang sendi, reaksi alergi, dermatitis, dan penyakit autoimun.

Sementara dexchlorpheniramine merupakan golongan obat antihistamin yang digunakan untuk meredakan reaksi alergi, demam, dan flu. Reaksi alergi ini meliputi ruam kulit, mata berair, gatal-gatal, batuk, pilek, dan bersin.

Kegunaan Obat Dexteem Plus

Ilustrasi tablet obat Dexteem. Foto: Unsplash

Obat Dexteem Plus bekerja dengan cara menghambat pelepasan zat-zat penyebab alergi di dalam tubuh. Dengan cara kerja tersebut, obat ini dapat mencegah dan meredakan reaksi alergi yang ditimbulkan.

Dexteem Plus dapat digunakan untuk mengobati peradangan dan gangguan alergi yang peka terhadap kortikosteroid, seperti:

  • Urtikaria atau biduran

  • Dermatitis akut atau kronik (gangguan kulit)

  • Keratitis (peradangan pada kornea mata)

  • Konjungtivitis alergi

  • Rhinitis alergi (peradangan hidung yang terjadi karena sistem imun menurun)

Efek Samping Dexteem Plus

Ilustrasi salah satu efek samping Dexteem Plus adalah sakit kepala. Foto: Pexels

Dexamethasone dan dexchlorpheniramine yang terkandung dalam Dexteem Plus memiliki beberapa efek samping yang dapat muncul, di antaranya:

  • Sakit perut, mual, dan muntah

  • Mengantuk

  • Pusing, vertigo, atau sakit kepala

  • Meningkatkan nafsu makan

  • Penglihatan kabur

  • Mulut kering

  • Lemas

Selain beberapa efek samping di atas, pemakaian obat ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi tertentu, antara lain:

  • Sindrom Cushing, yakni kumpulan gejala seperti muka tembem, penebalan kulit seperti selulit pada punggung dan perut, hipertensi, penurunan toleransi terhadap karbohidrat, dan gejala-gejala lainnya.

  • Insufisiensi adrenal, yakni kelainan hormonal karena kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi hormon kortisol dalam kadar yang cukup. Akibatnya, tubuh akan mengalami sejumlah gejala, seperti lemas berkepanjangan, anoreksia, warna kulit menggelap, hingga depresi.

Dosis dan Aturan Pakai Dexteem Plus

Ilustrasi mengonsumsi obat Dexteem Plus. Foto: Unsplash

Dexteem Plus termasuk ke dalam golongan obat keras. Karenanya, penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dokter dan panduan informasi yang tertera pada kemasan obat.

Perlu diperhatikan, Dexteem Plus tidak dapat digunakan untuk pengobatan nyeri otot dan sakit punggung. Selain itu, obat ini dapat menimbulkan agranulositosis (penyakit yang menyerang sumsum tulang) yang berakibat fatal, sehingga tidak boleh digunakan dalam jangka panjang.

Dokter biasanya akan memberikan dosis obat yang sesuai dengan kondisi dan usia pasien. Berikut rekomendasi dosis dan cara penggunaan Dexteem Plus untuk anak-anak dan orang dewasa:

Dosis Dexteem Plus

  • Anak usia 2-6 tahun: diminum 3 kali sehari sesudah makan sebanyak ¼ tablet.

  • Anak usia 6-12 tahun: diminum 3 kali sehari sesudah makan sebanyak ½ tablet.

  • Dewasa: diminum 3 kali sehari sesudah makan sebanyak 1 tablet.

Obat Dexteem Plus tidak boleh digunakan bagi pasien dengan kondisi berikut:

  • Pasien yang hipersensitif terhadap komposisi dari Dexteem Plus

  • Pasien infeksi jamur sistemik

  • Ibu hamil dan menyusui

  • Pasien yang sedang menggunakan obat-obat inhibitor monoamine oxidase (MAOI)

Cara Mengonsumsi Dexteem dengan Benar

Ilustrasi konsumsi Dexteem harus sesuai anjuran dokter. Foto: Pexels

Seperti yang telah disebutkan, Dexteem termasuk golongan obat keras, sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Sebelum mengonsumsi Dexteem, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.

  • Konsumsi Dexteem harus sesuai anjuran dosis yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Konsumsi obat Dexteem secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, atau mencampurkan obat dengan makanan.

  • Jika Anda lupa mengonsumsi Dexteem pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

  • Disarankan untuk mengonsumsi obat Dexteem di jam yang sama setiap harinya agar pengobatan lebih optimal.

Interaksi Dexteem dengan Obat Lain

Ilustrasi obat-obatan tertentu bisa menyebabkan interaksi obat dengan Dexteem jika digunakan bersamaan. Foto: Pexels

Kandungan dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate dalam Dexteem dapat berinteraksi dengan jenis obat-obatan tertentu. Adapun beberapa interaksi Dexteem dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Obat-obatan antikoagulan (pengencer darah), seperti warfarin. Kombinasi Dexteem dengan obat ini dapat meningkatkan risiko perdarahan.

  • Obat-obatan monoamine oxidase inhibitors (MAOI), seperti isocarboxazid, phenelzine, atau tranylcypromine. Kombinasi Dexteem dengan MAOI dapat meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya.

  • Obat-obatan diuretik, seperti chlorthalidone, chlorothiazide, indapamide, atau metolazone. Kombinasi Dexteem dengan obat ini dapat meningkatkan risiko hipokalemia (kadar kalium rendah dalam tubuh).

Perlu diketahui, daftar di atas belum mencakup semua kemungkinan interaksi obat yang dapat terjadi dengan Dexteem. Karenanya, setiap pasien yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Cara Penyimpanan Dexteem

Ilustrasi obat Dexteem yang disimpan dengan obat-obatan lain. Foto: Pexels

Simpan Dexteem pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (sebaiknya di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.

Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan obat Dexteem sembarangan. Simpan obat ini di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Baca Juga: Dexamethasone Tablet: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping

Penyakit Terkait dengan Obat Dexteem

Ilustrasi seseorang yang mengalami rhinitis alergi bisa diatasi dengan Dexteem. Foto: Pexels

Dexteem sering digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis yang berkaitan dengan alergi, peradangan, dan gangguan autoimun. Berikut adalah beberapa penyakit terkait yang biasanya diobati dengan Dexteem.

1. Alergi

Alergi adalah kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap paparan zat alergen, seperti serbuk sari, bulu binatang, makanan, atau bahan kimia tertentu.

Dexteem dapat membantu meredakan berbagai kondisi yang disebabkan oleh reaksi alergi, termasuk gatal-gatal, ruam kulit, hidung berair, bersin-bersin, dan mata berair.

2. Asma

Asma adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Kondisi ini mengakibatkan penderitanya kesulitan bernapas, batuk, dan sesak napas. Dexteem dapat membantu meredakan gejala asma tersebut.

3. Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi adalah peradangan pada saluran hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi. Dexteem dapat meredakan gejala kondisi ini, seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, dan hidung berair.

4. Urtikaria

Urtikaria adalah kondisi kulit yang ditandai dengan peradangan dan pembengkakan yang terasa gatal pada kulit. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh reaksi alergi, seperti makanan atau obat-obatan tertentu.

Salah satu gejala urtikaria yang khas adalah rasa gatal dan panas pada kulit yang bermasalah. Penggunaan Dexteem dapat membantu meredakan gejala tersebut.

5. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik atau dikenal sebagai eksim adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, kemerahan, bersisik, dan meradang. Penggunaan Dexteem dapat membantu mengurangi rasa gatal dan peradangan tersebut.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kandungan obat Dexteem Plus?
chevron-down

Obat Dexteem Plus memiliki efek antihistamin dan antiradang melalui dua kombinasi zat aktif, yakni dexamethasone dan dexchlorpheniramine.

Bagaimana cara kerja Dexteem Plus?
chevron-down

Obat Dexteem Plus bekerja dengan cara menghambat pelepasan zat-zat penyebab alergi di dalam tubuh. Dengan begitu, obat ini dapat mencegah dan meredakan reaksi alergi yang ditimbulkan.

Apa saja efek samping Dexteem Plus?
chevron-down

Dexteem Plus memiliki beberapa efek samping yang mungkin muncul, di antaranya sakit perut, mual, muntah, mengantuk, sakit kepala, mulut kering, dan lemas.